Selasa, 09 Juli 2019

Eh, kita ketemu lagi!

7/09/2019 08:19:00 AM 0
Pulang dari kerja gue emang biasa solat magrib di masjid, karena kalau di rumah gak akan keburu. dari pada gue gak tenang di jalan belom solat, mending gue nunggu 10 menit sebelum suara azan yekan?

Jadi, kemarin itu hari senin tanggal 8 july 2019. Sehabis solat gue liat ada tukang somay, duh udah ngidam gue dari beberapa minggu yang lalu, nah sempet beli tuh di depan Budi luhur somaynya udah sisa-an, pas dimakan di rumah >,< rasanyaaaaaaaa gak enakkk ihh kaya udah basi mungkin karena gak anget kali ya. Kesel.

Terus kan gue liat somay di belakang masjid tuh mangkal. Banyak yang beli sih.. dan yaudahlah gue pikir kan gak semua tukang somay sama gak enaknya haha. Sama hal-nya kaya laki-laki misalnya ada yang bad satu orang kita gak boleh nge-judge semua laki-laki bad. Ya.... meski kebanyakan sih hahahah

Beli lah gue.. laper banget bu. kaya belum makan 5 tahun haha, makan buru-buru karena masih ada yang solat.. pas udah selesai gue keluar dan pulang lah, Oh.. iya gue beli somay itu karena sekalin nukerin duit gitu eh tetep aja kembalinya gak ada receh >,<.

Siap-siap lah gue ke motor dan hendak memakai masker tapi dari kejauhan ada seorang laki-laki berdiri memperhatikan gue. Gue juga gak sengaja tuh mata gue langung tertuju sama dia. Biasanya gue tuh cuek bebek abis, boro-boro mau natep orang senyum aja kaga kalo sama orang gak dikenal. Terus, ada kali ya 5-10 detik saling ngeliatin, mungkin dia juga heran, ngapain gue di sini haha.

Gue inget dia, dan gue alihin muka gue ke kanan, untuk mencari motornya dan memastikan itu dia. Eh, iya bener.. dia yang masih aja suka sama juventus, helmnya yang abu-abu dengan motor vega nya. "Ah.. jadi inget masa deket sama dia haha"

Gue pun berlalu pergi, sengaja tancap gas biar jauhan sama dia gak bareng gitu jalannya sama dia. Tetap, di jalan malah flash back inget banget gimana kita kenal, ketemuan, dan tuker buku, hingga cerita dia diputusin gitu aja sama pacarnya haha. sudah 3 tahun berlalu. dan saat itu emang dia niat serius nyari cewe yang mau dinikahin, berhubung gue masih semester 3 waktu itu ya gimana yaa inget banget pas dia nanya. Kalau gak salah sih ya.. rada lupaa itu pas masa-masa PDKT hahaha
pokoknya dia tuh suka kode-kode gitu. gue mana ngerti ya kode cowo -__-.

intinya sih gue to do point dari pada nge-PHPin anak orang.
"Aku baru boleh nikah setelah lulus kuliah.."
"Emang sekarang semester berapa?"
"3"
"ummmm" dia sambil ngitung pake jari..

setelah itu kita udah jarang banget kontekan hingga akhirnya dia ngasih kabar Nikah.. dan SELAMAT untuk kalian. meski rada shock haha.. gue gak bisa dateng karena emang jauh di jogja. dan kita juga emang bener-bener udah lost contact. Akhirnya dia unfollow semua pertemanan di sosial media. Instagram dan kontak hp. yaudah lah yaa semoga kalian selalu bahagia.. maksudnya gimana ya.. kita kan tetep bisa jadi temen baik, ya tau sih dia mungkin gamau nginget-nginget atau takut ketawan istrinya mungkin.

Tapi, kan kalau ketemu langsung kaya kemarin gimana? mau negor juga canggung karena emang dia yang ngejauh.

i hope you are happy always. 

Tentang Amanah Ibu

7/09/2019 07:51:00 AM 0
Bagaimana aku bisa melupakan pesan beliau? pesan yang mungkin terngiang-ngiang selalu.
Semasa beliau hidup terkadang perbedaan pendapat pun sering terjadi antara aku dan ibu. Banyak sekali apa - apa yang sudah aku ceritakan kepada ibu. Tentang, mimpiku, cita-cita ku, tentang study S2 ku. Ya, aku selalu bermimpi apakah mungkin aku melanjutkan study ku? tapi aku gak mau bayar.. aku mau mencari beasiswa kata ku pada ibu saat itu. 

Tapi ibu selalu saja tidak setuju beliau bilang "Emang S1 tidak cukup?"
aku hanya diam.. ketahuilah bu, meski aku bodoh tapi aku tidak ingin terlihat bodoh didepan anakku nanti, didepan orang-orang nanti. Aku tahu ini berat dan bagi ku ini gak mungkin, tapi bagi Allah ? semua itu mungkin.. ingin rasanya aku melawan dan menjelaskan padanya. Tapi, aku tak mampu. sungguh.

"Gini toh nduk, wong wedok ki jane ojo suwi-suwi gek ndang nikah, kalau wes enek jodohe, nanti kasian anak-anakmu pie kamu wes tuo"

entah apa semua ibu khawatir seperti ini atau ngga? atau hanya ibu ku aja? sebenarnya yang ngajak nikah juga udah ada bu di masa perkuliah ini. Tapikan bapak ibu ngelarang aku untuk fokus dulu. Dan pada akhirnya aku yang ditinggal nikah lagi kan haha. Gak papaaaa.. anggep aja bukan jodohnya. Simple kan.


Undangan banyak banget cuy..

Tidak menutup kemungkinan sehabis lebaran ini banyak sekali undangan yang ku terima. Mulai dari teman kampus dan teman smp.
Lantaskah aku terbebas dari pertanyaan "Kapan nikah?" Oh tidak furgusoo haha terkadang pertanyaan itu maklum di tanyakan kok. Tapi, dari pada menanyakan "Kapan nikah?" ada baiknya diganti dengan "Cepet nyusul ya.. atau gue doa'in lu cepet nyusul sob" KAN ENAKKK #LohKokNgeGas hahahaaha

Ibu.. yang aku rindu saat ini adalah hadirmu tuk menemani masa-masa dan moment bahagiaku. Wisudaku, semua yang sudah ku rencanakan. Dengan mudah Allah hancurkan. Aku tidak pernah kecewa telah memeliki rencana seperti ini. Tapi, ku yakin Allah mempunyai rencana indah untuk mu kelak. Kini lelah mu telah usai, kehawatiranmu akan tidak memiliki uang esok hari sudah selesai. Berbahagialah di sana, kan ku kirimkan doa untukmu selalu. Kan ku ingat kau di hati dan tak akan pernah ku lupa.. 

Dan sejujurnya bu. aku terlalu canggung untuk membicarakan masalah cinta kepada bapak. Setidak beraninya itu karena ku tahu kriteria bapak. Terkadang aku mencobanya ku perkenalkan seorang laki-laki padanya. Namun, ada saja yang membuatnya tidak tertarik. Bu, aku harus apa? bapak bilang jangan terlalu dipikiran semua akan ada waktunya. Tetap ikhtiar dan tahajud jangan dilupa. Ya, aku percaya ridho orang tua adalah ridho Allah juga. Ketika bapak khawatir dan menanyakan "Siapa dia?" ku lihat raut wajahnya sedikit berbeda. Di situ terlihat takut, khawatir namun memang pada kenyataanya bapak harus melepaskan anak perempuannya.

Bu, aku juga bilang kepada bapak apakah beliau mengizinkan aku untuk melanjutkan pendidikan? Beliau berkata dengan nada mengeluh aku tahu bapak tidak pernah setuju dengan hal ini. Tapi, bapak tahu bahwa putrinya ini keras kepala, ia tidak akan pernah menyerah meski harus gagal.

Bu, hingga saat ini aku masih terus ikhtiar, karena sesuatu yang terburu-buru itu tidaklah baik. dan aku mengetahui betul menikah bukan lah masalah siapa yang membuatmu nyaman untuk sesaat, tapi menikah adalah siapa yang akan menemanimu dikala, sakit, sedih, susah, senang bersama hingga akhir hayat. 
Contohnya seperti bapak dan ibu. terima kasih karena telah banyak mengajarkan moral kehidupan ini. menjadikan ku pribadi yang sederhana, selalu bersyukur dan selalu mencoba menjadi yang terbaik dan lebih baik dari kemarin, telah menjadikanku wanita yang kuat dalam artian tidak gampang mengeluh.

Terima kasih..


Jakarta, 9-7-2019 

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan