Senin, 19 November 2018

Mengistikharahkan cinta




Udah lama gak bahas soal "cinta" aku ingat terakhir ku jatuh cinta. Tapi disaat itu pula aku sakit karena cinta. SMA setiap kita pasti merasakan, merasakan jatuh cinta di Sma , putus cinta di Sma bahkan masa-masa bandel pun ada di Sma.

Sudah banyak tulisanku tentang cinta saat aku Sma mencintai namun tak dicintai adalah hal yang paling menyakitkan. Tapi, itu semua pembelajaran, pembelajaran agar hati ku kuat. Tapi nyatanya aku takut untuk jatuh cinta lagi. Jujur aku takut.

Masa Sma telah berlalu 5 tahun yang lalu namun tidak mudah menghapus luka ini. Lebay memang, kenyataannya aku sudah sangat berusaha untuk melupakannya, segala cara sudah ku lakukan untuk menghilangkannya. Sampai waktu memepertemukan kita nanti aku sudah siap menghadapinya.

Memasuki masa perkuliahan, hah ku pikir bakal seindah kelihatannya seperti di televisi, nyatanya tetap sama. Masa muda dan di usia ku yang genap 22 tahun kini selain berkuliah aku pun bekerja di salah satu perusahaan swasta di jakarta. Sudah banyak juga cerita yang ku tulis mengapa aku bekerja sambil kuliah. Aku rasa diluar sana pun banyak yang melakukan hal yang sama seperti ku. Demi ilmu demi masa depan yang lebih baik mereka berjuang. Terkadang iri sama teman-teman yang berkesempatan menikmati full kuliah dan banyak mengikuti aktivitas di kampus. Tapi. di saat pikiran seperti itu muncul aku teringat Bapak. Aku tau bapak gak pingin seperti ini, aku tau beliau gak tega membuatku harus banting tulang untuk semua ini. Meski beliau sudah tak lagi mampu aku masih bisa mendaptakan perhatian dari beliau yang selalu mendukung keputusan ku, memberikan ku saran.

Semenjak kepergian Ibuku di tanggal 05 oktober 2018 lalu, aku merasa kian sepi hidupku. Karena hanya beliau yang tahu perasaan ku, tahu masalahku, tahu semua apa mauku, dan dari doa beliaulah aku selalu mendapatkan keburuntungan dalam hidupku. Kini tak ada lagi yang mendoakanku, kini tak ada lagi cerita yang bisa ku bagi, tak ada lagi candaan dan juga marahmu. Seruanmu memanggil di setiap subuh untuk ku, masakanmu, semua tentang mu. Tidak lagi adaaa.... dengan kuat ku seka air mataku mencoba tak menangisi mu. TAPI SUNGGUH AKU TAK BISA. Aku merasa sakit lebih sakit ku patah hati dengan lelaki. Aku rindu tak hanya doa yang mampu ku kirim kini untukmu ibuu... sudah terlanjur basah jilab ku karena tak mampu menahan tangis ini saat mengingatmu. Maafkan aku, Maafkan kesalahanku. Maafkan belum bisa menjadi yang terbaik untukmu. Maaf belum bisa membahagiakanmu, Aku tidak menyalahkan Tuhan yang memanggilmu begitu cepat, padahal keinginanmu begitu sederhana ingin melihat ku wisuda, tak apa .. aku akan berusaha maksimal di semester 7 ku ini bu. Aku kan memberikan nilai yang terbaik untukmu. dan juga membuat bapak bangga dengan caraku. Doaku selalu untuk mu Ibu.. tak lupa disetiap akhir solatku, semoga engkau ditempatkan di sisi yang terbaik oleh Allah swt. Tak mau terlalu lama menginagat mu ibu, semakin ku mengingatmu semakin hatiku luka.

Bicara cinta adalah hal yang terkadang malu ku ceritakan ke semua orang tapi memang benar adanya, ketika ada beberapa lelaki yang menyatakan cintanya padaku, ku coba istikharahkan diriku, hatiku dan kuadukan semua kepada Tuhanku. Lalu, seketika Ia menjawab doa ku. Dan membuktikan padaku bahwa salah satu diantara mereka tak baik untuku.

Sakit hatiku? tidak. Aku hanya merasa kecewa apa yang sudah ia janjikan untuk ku hanya sebuah janii, karena berjanji belum tentu niat untuk menseriusi,


No problem if u walk alone.. wait until Allah sends u someone to walk with.

When Allah wants two hearts to meet, He will move both of them, not just one.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan