Rabu, 14 Maret 2018

Halo, apa kabar impian?!

Halo! akhirnya dengan sangat terpaksa gue berusaha mengumpulkan seluruh energi dalam untuk menulis haha.

Sebenarnya sayang banget sama blog ini! Blog yang penuh akan cerita dan keluh kesah ku, yang tadinya kepikiran buat jadin blog ini sebagai blog traveling tapi apa daya gue gak pernah jalan-jalan jadilah blog pribadi aja haha.

Dari sebuah coretan dan tulisan absurd ini  gak berharap banyak bakal ada yang baca sih, gimana ya cara agar ide kita itu terlaksana?
Gimana ya cara meningkatkan produktivitas kita lagi?
Serasa hidup tuh hambar banget, entah kenapa. Ya, memang yang  gue lakukan saat ini adalah bekerja dan kuliah. Tapi., aku gak boleh terus begini. Terus aku mesti gimana?

Apa kabar cita-cita? bagaimana kabar mu? Maaf belum bisa menjemputmu karena kesibukanku. Maaf belum bisa menjadi contoh yang baik untuk orang lain. Maaf kan diri ini yang belum mampu bahkan mungkin memang gak mampu.

Maaf karena perjuangan ini belum maksimal, maaf apabila kerja keras yang ku hasilkan ini belum mampu untuk menjemput mu.Tapi, ku yakin tuhan kan mendengar doa ini. Ku yakin tuhan kan memberikan yang terbaik untukku nantinya.

Segala yang terjadi dalam hidupku ini adalah sebuah misteri ilahi kau berikan cobaan hingga ujian. Memang sudah sewajarnya sebagai manusia menghadapi segala masalah dalam kehidupan, setiap orang berhak meraih kesuksesannya masig-masing entah kesuksesan itu di umur yang masih muda atau bahkan saat lanjut usia.

Tapi, aku tetap bersyukur. Mungkin memang begini jalan hidup saat aku tak diberikan kesempatan merasakan kampus negeri. Terkadang lelah yang aku rasa saat harus bekerja berjuang pada kemacatan kota berangkat pagi pulang malam. Tapi, setiap kali aku pulang tak tega aku kalau memasang raut muka lelah dihadapan orang tua. Pernah sesekali mungkin aku memang saking lelah dan ingin menuju ke kamar dengan raut muka lelah ibu berkata
"Kenapa dek?"
"Ah. gapapa.. cuma capek"
"Gak makan dulu?"
"Nggak ah mau tidur aja ngantuk"

Tapi, tetap mereka selalu memanjakanku. Sungguh aku anak yang kurang bersyukur disaat aku tak memiliki apa-apa tapi masih ada orang tua yang begitu sayang dan peduli padaku. Sungguh begitu tak tahu balas budinya aku.

Terkadang ego ku berkata aku ingin seperti mereka yang bisa begini dan begitu (dalam artian positif) tapi, balik lagi pada tujuan awal. Aku ini siapa? lihat lah tak usah macam-macam dan itu hanya membuat orang tua mu khawatir. Sesama kelas karyawan terkadang aku membagi kisah bersama teman seperjuangan, merka meyakiniki bahwa "Tak, apa tak pernah merasakan kampus negeri, Tak apa tak pernah merasakan beasiswa  Tak, apa bila engkau dipandang sebelah mata karena berkuliah di universitas tak ternama." Tak apaa.. sungguh.

Dengan engkau bekerja engkau tahu seluh buluk dunia kerja jauh lebih cepat dibandingkan mereka, engkau lebih kuat saat menghadapi tekanan kerja, engkau kuat dan sabar apabila dalam mencari kerja. Engkau lebih unggul dan kau pasti bisa.

Ketika melihat foto bersama kaka kelas memakai toga wisuda seketika lelah ini menjadi hilang, ingatlah ketika lelah mu akan menjadi lilah nantinya. dan iklaslah atas apa yang sedang engkau hadapi, jalani aja dulu baru itu serahkan semuanya sama yang maha kuasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan