Senin, 05 Februari 2018

Gue ini menyedihkan

Hari ini gue lagi nemenin nyokap gue ke rumah sakit. Sambil membawa buku SKDPL


yang gue dapet dari mantan kantor kesayangan. Ya, sudah 2 tahun rupanya gue bekerja di kantor tersebut. Kantor yang membuat gue Marasa bersyukur ketika bisa bekerja di sana. Lalu tepat dihari ini gue jadi pengangguran. Secara, sehabis kontrak kerja gue habis dan sampe saat ini gue pun belum mendapatkan pekerjaan.

Menyedihkan gak sih gue? Gue bersyukur ketika gue gak kerja tapi masih bisa mendapatkan uang dari hasil freelancer. But, saat ini freelancer gue lagi gak berjalan lancar. Karena something worng gitu.

Ketika gue jadi freelancer gue bisa nyukupin kebutuhan gue, kuliah gue dan ya jajan gue. Tapi. Gue gabisa nyukupin buat kedua orang tua dan setiap bulannya.

Gue kesel sama diri gue sendiri karena sampe detik ini gue pun belum bisa mendapatkan pekerjaan. Gue gak nyalahin Allah yang mungkin ini maksud Allah menguji kesabaran gue.

Disaat gue telah melamar kesana dan kesini. Gue pasrah. Ya, gue pasrah kepada Allah. Haampir nyerah tapi ketika ingat bahwa ada larangan dari Allah utk berputus asa dengan penuh kesadaran gue pun hanya bisa meminta maaf kepada sang maha kuasa.

Lalu, gue berpikir ada gak sih perjuangan yang sia-sia? Gue yakin setiap apa yang kita perjuangkan itu sebenarnya gak ada yang sia-sia. Ketika Allah belum memberikan apa yang gue inginkan saat ini entah kapan gue percaya Allah pasti mengabulkan.

Dan ketika gue berharap kepada manusia itu hanya akan menambah kesakit hatian yang ada di diri gue.

Gue kesel ketika gue menanti-nanti dan berharap pasti akan ada telpon masuk di hape gue. Ada dua kemungkinan nomor yang diawali dengan +62 atau nomor kantor. Dan biasanya bacaannya greater jakarta. Satu, itu salesman yang menawarkan produknya. Dua dia perusahaan atau pemanggilan kerja dan interview.

Terus tadi sebelum gue berangkat kerumah sakit sekitar pukul 11.34 ada telpon tak terjawab. "Eh, ada telpon. Hmm ini salesman apa panggilan kerja ya" kata gue dalem hati. Tapi, kalaupun panggilan kerja juga itu akan ditelpon lagi.

Nah, beberkan dia nelpon lagi pukul 12.25 tapi pas gue angkat malah dimatiin, dan cuma terdengar suara tenonet tenonet kaya bel gitu. Kan ngocol. Oke, akhirnya gue tungguin tuh nada sampe mati.

Nelpon lagi jam 13.30 dengan agak males gue tuk menjawab.
"Hallo?"
Tenonet tenonet tenonet

Arrggghhh kesell, entah ada temen yang ngerjain gue pake nomor kantornya apa memang itu salesman atau emang itu beneran pemanggilan kerja? Panggilan di mana lagi? "Udah melamar sana sini juga gak diterima" kata bokap yang selalu buat gue down.

Seakan di PHP cuma ini lebih sakit.

Oke sekian cerita siang ini. Btw ini gue nulis dadakan kaya tahu bulet. Jadi maafkan apabila dalam tulisan tersebut terdapat kesalahan kata dan kekasaran bahasa. Karena gue juga cuma manusia biasa yang sedang mencoba lebih baik meski kadang masih suka futur agama.

Oh, iya gue baru inget gue duduk didepan pintu poli kebidanan dan kandungan sendirian lagi Mak gue ninggalin gue dia duduk di depan poli jantung. Ett udah kaya gue yang hamil aja yak tapi suami lagi kerja gitu hahahaha #ngaco

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan