Rabu, 14 Februari 2018

Jangan menarik ulur

2/14/2018 07:00:00 AM 0
Ini hati bukan benang yang bisa lu tarik ulur seenaknya. Kenapa sih lu selalu bisa ngebuat hati gue menjadi terbang setelah itu lu hempaskan dan jatuhkan. Sakit!

Kenapa juga harus gue yang menyemangati lu untuk berjuang demi cewe lain. Kenapa gak berjuang buat gue? Kadang gue merasa lu itu bodoh, gak peka akan maksud gue. Gue yang selalu menyiapkan tempat duduk biar kita bisa duduk bersebelahan, gue yang selalu membuntut tiap kali lu jalan solat, gue yang selalu mendukung apapun keputusan lu sekalipun lu kejar wanita lain dan bercerita tentangnya.

Kenapa harus gue? Yang menjadi penyemangat lu, kalau lu sendiri gak akan pernah bisa menyemangati gue balik. Harusnya gue sadar ketika gue mencintai seseorang gue harus terima konsekuensinya kalau dia gak akan bisa mencintai gue balik.

Kalau boleh memilih gue memilih dicintai memang kita merasa dihargai dan disayangi. Tapi, saat orang yang kita cintai balik mencintai kita. Bukankah dunia indah?

Lu, selalu bisa memberi kode tapi gatau kode itu buat gue atau buat persiapan lu ke cewe itu. Jadi gue semacam percobaan, dengan alasan gue sama-sama cewe. Mungkin lu pikir cewe semua sama. Ini hati, bukan benang yang bisa lu tarik ulur tanpa juntrungannya yang jelas.

Gue males mengerti kode cowo. Dari sekian banyak cowok yang hadir, mereka mengkode layaknya gue ini progremer yang harus mengerti kode mereka. Gue emang gak pernah tau apa itu the realithionship karena emang gue gak pernah pacaran. So, gue tau pacaran itu dosa. Tapi, please jangan mengkode tiap kali gue berharap lu jujur. Tapi lu selalu bilang.

Nanti kalau udah saatnya lu tahu, dan nanti lu harus support. Gue support hubungan lu dengan cewe lain? Gitu maksudnya kan? Dengan cukup tegar gue membalas
"Fine, i Will wait , and i always support u"

Jam 8 tepat lu menelpon. Gue heran dicampur hati gue yang bergerumuh gak karuan. Angkat, engga, angkat, engga. Kata gue dalam hati. Pada akhirnya gue pun mengangkat telpon dari lu.

Gue tanya ada apa? Lu bilang gak apa, cuma mau denger suara lu aja. Apakah ini kode? Please gue gak pandai baca kode cowo. Gue pengen cowo yang to the point' layaknya gue yang selalu to the point' kalau bicara.

Suatu waktu gue sudah sangat memberanikan diri mengetikan sesuatu di chat yaitu soal perasaan gue. Tapi gue termenung sejenak, gak lama gue delete chat mau gue kirim ke lu. Jujur, baru sekali gue mengungkapkan perasaan gue, dulu pernah pakai surat itu pun di SMK. Ya, yang gue bilang tadi kalau lu mencintai seseorang siap-siaplah menerima resikonya. Dan kenyataannya gue gak bisa maksa orang untuk jatuh cinta sama gue. Yang penting perasaan gue udah terungkapkan pikir gue.

Kenapa harus lu. Kenapa juga harus gue menangis buat orang kaya lu yang jelas bukan siapa-siapa. Tapi, jujur disaat lu menceritakan betapa baiknya cewe yang lagi lu incar itu sama gue. Dibalik chat gue yang 'Haha' terdapat kesedihan yang cukup dalam.

Kini gue menjauh perlahan, gue pun enggan tuk chattan. Gue menghindar meski gue tau pada akhirnya lu akan sadar. Tapi, dengan trik yang lu punya lu mampu menarik gue kembali. Menarik dan mengulur hati gue begitu saja.


Senin, 12 Februari 2018

Semangat

2/12/2018 10:03:00 PM 0
Pernah gak sih kalian dapat kata-kata pembangkit dari seseorang ya misalakan dari teman, sahabat, gebetan, atau seseorang yang kalian sebut dalam doa #EA hahhahahah HUSH sudah malam!

Jadi, gue seneng aja haha.. jadi gini, gue lagi pusing sama tugas design gak pusing sih cuma lagi gak ada ide aja haha. Terus gue posting snapgram di Instagram. Dengan quote handalan gue yaitu

"Ya, Allah. Give Me Idea, Give Me Idea" harusnya kan Give me an Idea yak? iya gak sih? wkwk sotoi bgt lu ndah! inggris aje pas-pasan sok-sok-an.

Terus lama gak buka IG ada yang replay
"SEMANGAT *emot Otot*"

Yoi, gue kegirangan bukan maen choy. Jadi dia itu kaka kelas gue dikampus sih. Cuma demen aja liatnya tapi gak berharap lebih. Soalnya duh MasyaAllah lah pokoke.

Udah ah segitu aja, besok gue mau nulis blog tentang orang kaya dan orang miskin.

sekrang gue ngantuks berat haha

Senin, 05 Februari 2018

Ketika hidupMu menyedihkan, lihat dulu ada yang lebih-lebih sedih ternyata

2/05/2018 10:03:00 PM 0
Jadi begini. Baru aja aku menulis tentang kehidupanku yang amat menyedihkan. Baru banget pulang dari rumah sakit tadi terus ada seorang ibu-ibu datang dan mengucapkan salam. Kebetulan diruang tamu emak sedang duduk dan menyambut baik seseorang yang ia kenal.

Sebut saja namanya Budeh Lastri
Ya, budeh lastri datang ke rumah pas ketika aku dan emak pulang dari rumah sakit dengan raut muka lelahnya nampak garis keriput terlihat jelas diwajahnya.

"Assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam"
"eh, budeh enek opo de?" tanya emak dalam bahasa jawa
"Ngene, aku arep nyilih uang karo Anak mu. Arep kanggo nang dokter. Sesuk aku arep nang fatmawati enek kemotrapi tapi aku ra nduwe ongkos buat jalan."
"Oalah de, piro arep nyilihe?"
"Sak jane cuma lima puluh hewu"
"Yowes. iki tak pinjemi wae, kirain sampe jutaan aku ra enek de kalau jutaan"
"Ora, wong cuma kanggo ongkos jalan kok"
"Yowes, iki gowonen. Moga-moga iso untuk ongkos sesuk"
"Iyo, maturusuwun sanget iki bu. Habis anakku yo ngegojek rung dapet uang karena hujan."
"Yuhalaah jan.. mesakno deh, yowes kui gowonen ya de"
"Iyo tenan aku maturusuwun sanget iki."
"Iyo deh, kulo eneke kui, samimawon deh"

Lalu, bude lastri berlalu pergi dan meninggalkan rumah kami. tak lama aku keluar dari kamarku, emak yang memanggil nama ku namapaknya ia serius ingin berbicara.

"Ndah,.. Ndah.."
"Apa mak?"
"Sini deh!"
"Ia apaan?"
"Itu tadi budeh lastri kesini"
"Terus?"
"Dia kan sakit kanker payudara ya. Nah, tadi kesini mau pinjem uang sama kaka iparmu."
"Buat?"
"Katanya buat ongkos besok ke rumah sakit fatmawati. anaknya ngojek tapi belum dapet uang katanya. Terus besok dia mau kemo traphy di fatmawati gak ada ongkos. Mama pikir dia mau pinjem berapa eh gataunya 50 rb yaudah mama kasih pinjem aja."
"ternyata masih ada yang lebih susah Ndah, suaminya stroek, anaknya ngojek, dia sakit kanker payudara."
"......" aku diam merenung
"Ya, Allah. lagi-lagi aku merasa ditampar. Tapi, gimana ya? saat keadaan kalap akupun suka mengeluh, orang tua pun masih suka mengeluh juga. Ternyata ada yang lebih dibawah dari kita."
disaat keluargaku sedang mengalami kekurangan semua perhiasan kami jual hanya untuk mencukupi makan, kadang itupun aku masih mengeluh karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Seharusnya aku tak patutu menceritkan ini semua disini. Hanya saja aku ingin membuka kaca mata kalian semua mengenai betapa berharganya pertolongan kita untuk seseorang yang sedang membutuhkan. Kalau aku dan keluarga masih bisa menjual perhiasan untuk sekedar mencukupi makan tanpa memikirkan rumah yang ngontrak walau kami tinggal dirumah yang sempit. Tidak memikirkan oprasi dan biaya orang yang stroek. Coba saat itu semua dibalik? Rumah ngontrak, suami stroek, anak hanya tukang ojek, lalu sakit kanker payudara. Begitu berat beban yang dipikul Subhanallah. Semoga Allah menguatkan keluarga tersebut.

Sungguh tak kuasa aku menahan air mataku untuk jatuh. Menulis dan mengingat kisah ini sama dengan teman yang pernah ku tolong waktu itu. Ya, seandainya saja dia baca. Tapi aku rasa tidak mungkin. Karena BLOG ini cukup privat dan mulai sekarang aku tak ingin menyebarkan link pada siapapun. Syukur-syukur ada yang baca. Jika tidak cukup kujadikan diary ku saja yang bisa kubaca sewaktu tua nanti. Kalau ada umur juga pasti.

Ya Allah satu pinta ku, selama aku bisa membantu orang yang kesulitan berilah selalu kesempatan itu. "Hidup ku memang tak kaya raya, miskin juga tidak, tapi saat kaya namun takut miskin karena berbagi itu salah besar!" Semoga Allah selalu memberikan ketabahan bagi setiap hambanya. Memberikan rezeki yang cukup untuk hambanya. Memberikan kesabaran tanpa melebihi kesabaran hambanya.

Untuk emak yang telah menularkan sidat tidak tegaan dan jujur aku pun terhadap teman juga tak tegaan.Terima kasih. Semoga kalian teman tahu diri aja sudah ditolong nantinya haha.


sekian....



Gue ini menyedihkan

2/05/2018 01:52:00 PM 0
Hari ini gue lagi nemenin nyokap gue ke rumah sakit. Sambil membawa buku SKDPL


yang gue dapet dari mantan kantor kesayangan. Ya, sudah 2 tahun rupanya gue bekerja di kantor tersebut. Kantor yang membuat gue Marasa bersyukur ketika bisa bekerja di sana. Lalu tepat dihari ini gue jadi pengangguran. Secara, sehabis kontrak kerja gue habis dan sampe saat ini gue pun belum mendapatkan pekerjaan.

Menyedihkan gak sih gue? Gue bersyukur ketika gue gak kerja tapi masih bisa mendapatkan uang dari hasil freelancer. But, saat ini freelancer gue lagi gak berjalan lancar. Karena something worng gitu.

Ketika gue jadi freelancer gue bisa nyukupin kebutuhan gue, kuliah gue dan ya jajan gue. Tapi. Gue gabisa nyukupin buat kedua orang tua dan setiap bulannya.

Gue kesel sama diri gue sendiri karena sampe detik ini gue pun belum bisa mendapatkan pekerjaan. Gue gak nyalahin Allah yang mungkin ini maksud Allah menguji kesabaran gue.

Disaat gue telah melamar kesana dan kesini. Gue pasrah. Ya, gue pasrah kepada Allah. Haampir nyerah tapi ketika ingat bahwa ada larangan dari Allah utk berputus asa dengan penuh kesadaran gue pun hanya bisa meminta maaf kepada sang maha kuasa.

Lalu, gue berpikir ada gak sih perjuangan yang sia-sia? Gue yakin setiap apa yang kita perjuangkan itu sebenarnya gak ada yang sia-sia. Ketika Allah belum memberikan apa yang gue inginkan saat ini entah kapan gue percaya Allah pasti mengabulkan.

Dan ketika gue berharap kepada manusia itu hanya akan menambah kesakit hatian yang ada di diri gue.

Gue kesel ketika gue menanti-nanti dan berharap pasti akan ada telpon masuk di hape gue. Ada dua kemungkinan nomor yang diawali dengan +62 atau nomor kantor. Dan biasanya bacaannya greater jakarta. Satu, itu salesman yang menawarkan produknya. Dua dia perusahaan atau pemanggilan kerja dan interview.

Terus tadi sebelum gue berangkat kerumah sakit sekitar pukul 11.34 ada telpon tak terjawab. "Eh, ada telpon. Hmm ini salesman apa panggilan kerja ya" kata gue dalem hati. Tapi, kalaupun panggilan kerja juga itu akan ditelpon lagi.

Nah, beberkan dia nelpon lagi pukul 12.25 tapi pas gue angkat malah dimatiin, dan cuma terdengar suara tenonet tenonet kaya bel gitu. Kan ngocol. Oke, akhirnya gue tungguin tuh nada sampe mati.

Nelpon lagi jam 13.30 dengan agak males gue tuk menjawab.
"Hallo?"
Tenonet tenonet tenonet

Arrggghhh kesell, entah ada temen yang ngerjain gue pake nomor kantornya apa memang itu salesman atau emang itu beneran pemanggilan kerja? Panggilan di mana lagi? "Udah melamar sana sini juga gak diterima" kata bokap yang selalu buat gue down.

Seakan di PHP cuma ini lebih sakit.

Oke sekian cerita siang ini. Btw ini gue nulis dadakan kaya tahu bulet. Jadi maafkan apabila dalam tulisan tersebut terdapat kesalahan kata dan kekasaran bahasa. Karena gue juga cuma manusia biasa yang sedang mencoba lebih baik meski kadang masih suka futur agama.

Oh, iya gue baru inget gue duduk didepan pintu poli kebidanan dan kandungan sendirian lagi Mak gue ninggalin gue dia duduk di depan poli jantung. Ett udah kaya gue yang hamil aja yak tapi suami lagi kerja gitu hahahaha #ngaco

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan