Senin, 08 Januari 2018

Ketika apa yang tidak direncanakan datang

Halo, Nama ku Trisa Umur 21 dan saat ini sedang menjalani perkuliahan di salah satu kampus terkemuka seindonesia #eh hehe. Iya kenapa gitu? karena kampus ku terkenal Murah tapi Gak murahan yeey.

Oke, sebenarnya kehidupan di kampus begitu-begitu aja. Masuk, Pulang, Masuk Pulang gitu terus aja. Jurusan yang aku ambil juga sedikit melenceng dari smk dulu. Tapi gapapa, karena ilmu itu penting banget dan mendapatkan ilmu yang berbeda itu adalah bonus dari keingintahuan kita akan ilmu tersebut.

So, aku kuliah sambil kerja. Sebenarnya gak gampang untuk menjalani itu semua. But I'm Very enjoy with ma life. Sampe-sampe saking sibuknya dan gak ada waktu aku lupa akan masalah cinta.

Dari semester 1-3 Gak ada tuh cowo yang aku taksir, beneran. Apa karena gak ada yg tipe aku gitu ya? Hmmm masalah tipe, sebenarnya Tipe ku simple cukup Tidak meroko, Seiman yaitu islam, Baik dan pengertian Kalo ganteng itumah Bonus dr Allah deh hehe. Nah disemster 4 sebenarnya aku juga deket sama seorang cowo, bisa dibilang akrab banget. Padahal kita baru kenal. Tapi.. tanpa sadar aku selalu kasih perhatian, entah itu mengingatkan pelajaran, bayaran bahkan duduk pun sampingan. Ahh.. tapi perasaan itu ku tepikan. Focus Your Time! Focus your Dream! Pada akhirnya di semster 5 kita pisah, Kita gak satu kelas. Oke pada saat itu posisi sedang ada di bogor. Lihat jadwal kelas tiba-tiba Nangis. Karena udah gak sekelas sama orang-orang yang buat aku nyaman. Aplagi kangen dengan si Bejo.

 Bejo penganggu dan sekaligus teman sejak semster 1. Bejo ini emang orangnya ganjen, lebay dan you know lah kalau mas-mas teng gitu menggoda cewe di jalan. Kan kampret tiap di kelas pasti digoda mulu sama doi. Tapi aku bukannya marah malah lucu aja, ngeliat tingkat bejo padahal dia udah punya tunangan. Oke, yang aku salut dari bejo adalah dia berani mengungkapkan isi hatinya. Gila aja aku ngerebut cowo orang yang udah bertunangan! Bejo ganteng sih nggak, but he very funny dia baik banget baiiik banget pokoknya. Tau gak sekelas lagi sama bejo tuh rasanya sedih banget. Nangis gak tau kenapa, dia bukan hanya sebagai teman tapi udah kaya apa ya? disaat aku butuh dia ada gitu. Kalo kamu baca ini .. ah tapi ga mungkin sih heheh..

Semester 5 berjalan diawal bejo masih suka main ke kelas untuk sekedar mengobrol, tapi karena kita udah sama-sama punya teman ya.. pasti itu tak akan berlangsung lama. Gak lama bejo kirim pesan WA dan minta doa restu. Bejo nikah.. tapi bukan sama aku ya haha.. akhirnya doi nikah juga, duh, tiba-tiba sedih lagi gara-gara bejo nikah haha. Itu tandanya udah gak sebebas dulu curaht dan berkeluh kesah, minta bantuin PR sampe malem. hmmm....pada akhirnya dai yang membuat mu nyaman ternyata memang bukan untuk selalu bersamamu. Jadi stop ngandelin orang lain.

Di semster 5 sebenarnya aku mulai banyak berhijrah, mengenai pakaian, sikap dll. Tapi kita aku benar-benar sedang tidak memikirkan jodoh atau cowo atau apalah itu namanya. Ada 2 laki-laki sekaligus mendekatiku. Awalnya hanya biasa, tapi lama-lama aku mengerti maksud mereka mendekati. Aku gak tahu pasti apa yang mereka sukai dari aku. Karena keduanya sama-sama deket banyak perempuan di kampus. Bisa dibilang modus, atau sok ganteng? hahaha... jujur untuk saat ini belum ada rasa ku sedikitpun kepada mereka, apakah petuah orang tua yang menyuruhku untuk fokus pada kuliah, makanya aku tak ingin memikirkan hal tersebut? Lagi pula, cita-cita ku untuk kerja di perusahaan impian belum terwujud, cita-cita ingin kuliah S2 dengan beasiswa #kalauBisa juga belum terwuju, Ingin traveling keliling indonesia juga. 

Aku tak bisa menceritakan ini sendiri, pada akhirnya Dia yang kuajak cerita mengenai hal ini.Dia yang sempat dekat dengan ku di semster 4 dan Dia pun sama menceritakan kisah percintaannya dengan perempuan yang ia taksir padaku. Tapi entah mengapa acap kali ia cerita, itu membuat ku sesak? Oh god? apa aku terlalu munafik untuk mengakui? tapi aku lebih nyaman kalau kita berteman, lagi pula tak ada tanda-tanda ia juga menyukai ku? Secara aku tahu aku bukanlah tipe yang ia mau. Kalau main tipe aku mundur. Tapi, mau bagaimana lagi? ia teman ku.. kami sudah dekat sekali seperti sahabat. Meski baru kenal tapi aku merasa nyaman untuk bercerita semenjak Bejo menikah aku tak pernah berani untuk Chat. Karena takut ketahuan istrinya apalgi kalau sampai curhat. aku takut disangka menjadi perusak rumah tangga orang dan akupun tahu diri.Ku tahan segala marah setiap kali ia bercerita mengenai perempuan yang ia suka kepada ku. Lalu, aku terpikir "Bagaimana kalau aku gantian bercerita kepadanya? bagaimana responnya?". Ku bilang bahwa ada seorang laki-laki yang ingin melamarku. Dan dia kepo siapa itu? lebih ganteng atau lebih jelek dari dia atau tidak katanya. Dasar sialan, batinku. Harusnya kamu cemburu bukan malah membandingkan mana yang lebih ganteng dirimu atau dirinya. Tuh, kan tak ada tanda-tanda ia cemburu. Malah dia berniatan untuk melamar saat wisuda  perempuan yang membuatnya jatuh cinta.

Huft, sudahlah saa... disaat kamu mengharapkan cinta tak datang, tapi saat cinta datang mengapa kau berpaling dan tak mau menerima? Bukan tak mau menerima aku hanya takut kecewa. Dan membuatnya kecewa.

Lupakan. Batinku meraung-raung. Dilema antara 2 yang mendekatiku mana yang paling terbaik? Sungguh aku tak ingin menyakiti keduanya. Harus bagaimana sikapku? Apakah ku diamkan saja mereka atau ku tegaskan dari awal bahwa jangan terlalu berharap padaku.

Tapi, sesungguhnya aku mau melihat perjuangan mereka. Mana yang benar-benar dan sungguh serius pada ku? Dalam heningnya waktu ku renungi itu. Hanya buang waktu tanpa sesuatu yang pasti. Mereka hanya mengumbar janji yang mungkin membuat kita menjadi senang hati.

Aku percaya bahwa rasa cinta itu kan tumbuh seiring berjalannya waktu dan kebersamaan waktu yang sudah kita lalui. Yang menjadi pertanyaanku selalu. Bagaimana mereka segampang itu berkata..

"Nikah yuk..."
"Aku mau kamu jadi ibu dari anak-anakku"

Oh god, ini udah kaya di sinetron alay gitu. Ya, coba aja kalian bayangin hmmm cinta itu tak perlu terburu-buru. Karena yang ku tahu cinta itu adalah berjalannya waktu antara aku dan kamu. Saling mengenal lebih dalam sifat dan sikap tanpa terikat komitemen yaitu Pacaran. Komitemen menurutku hanya 1 yaitu MENIKAH dan AKAD bahwa kita berjanji bahwa akan hidup sampai ajal kita menjemput. 1 kali seumur hidup. Selamanya, walau badai menerjang rumah tangga kita. Kita tetap harus berpegang tangan dan saling menopang. 

Jangan pernah mencoba merayu gadis kalau tak berniat untuk menikahinya.

Untuk hatiku yang pernah terluka, terbuka lah terhadap apa yang datang pada dirimu. Lupakan dan iklaskanlah yang kau harapkan dulu anggap saja Allah tak ridho dengan rencanamu itu. 


Untuk kamu yang sedang mencoba berjuang untuk ku. Sesungguhnya aku ingin melihat kamu berjuang supaya aku tahu seberapa besar pengorbanan mu. Dan untuk waktu yang telah mempertemukan kita. Di saat moment itu juga aku melihat...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan