Minggu, 21 Januari 2018

Life Is Better Together

1/21/2018 01:12:00 AM 1



Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
First, i want to tell you about something, About Love, Hurt, Life. So, Check It Out



Firman adalah seorang laki-laki dewasa berumur 30 Tahun. Namun nasib sungguh tidak berpihak baik kepada hubungan percintaannya. Firman telah berkeluarga dan memiliki anak satu, merasa gagal mendidik istri dan anaknya akhirnya mereka pun bercerai. Setelah kurang lebih lima tahun membina rumah tangga. Firman mencoba mempertahankan tapi sang istri enggan mempertahankannya dengan alasan tak tahan akan kehidupan yang serba kekurangan itu. 


Seakan tak trauma untuk membina rumah tangga, Firman telah mantap menetapkan tanggal pernikahannya dengan wanita pilihannya kini. Sarah, begitu nama calon Firman. Sarah asli jakarta. Mereka bertemu tak sengaja lalu mereka merasa nyaman satu sama lain. Hingga ke hubungan yang serius yaitu PERNIKAHAN.


Semua persiapan pernikahan sudah dibuat, dari mulai undangan dan konsep dekorasi, hingga pernikahan itu pun di selenggarakan. Di kediaman mempelai wanita. Kini Firman dan Sarah telah resmi menjadi sepasang suami dan istri. Mereka memilih mengontrak daripada harus campur dengan orangtua. Karena takut membebani. lagipula Sarah tengah hamil 7 bulan, butuh biaya banyak untuk melahirkan, takut-takut oprasi cesar nantinya. Tapi bak sedang berjalan lalu tersandung batu hingga jatuh tersungkur. Persalinan yang hanya menghitung bulan saja itupun Firman ditimpa masalah yaitu, pekerjaan yang ia andalakan selama ini hilang. Firman, di PHK dari kantornya. Bukan karena kesalahan, tapi karena ada seseorang yang sirik terhadapnya. Firman dikenal dengan sosok yang realigius, sering dipercaya untuk menjadi imam saat shalat. Lalu, pekerjaannya pun disenangi para bos. Entah, fitnah apa yang telah melandanya saat ini. 

Dengan muka kusut Firman mengetuk pintu rumah ibunya yang terkunci

tok tok tok 
"Ibu..Assalamualaikum"
"Iya, sebentar Nak."
"Bu, Firman udah gak kerja. Firman di PHK bu"
"Astagfirullah, kok bisa?, ya Allah tapi istri kamu kan dubulan lagi melahirkan?"
"Iya, bu. Firman juga gak tahu, ada seseorang yang sirik sepertinya bu. Dan menjatuhkan nama Firman."
"Sabar Nak.."

Sekan memiliki tanggung jawab terhadap istri dan anak yang saat ini dikandung sarah. Firman pun rela menjadi Ojek Online. Selama sebulan, duabulan Firman jalani profesi tersebut. Karena profesi ojek online saat itu sedang mengunungkan dan menjanjikan. Firman mampu mengumpulkan uang untuk oprasi caesar istrinya. Memasuki ketiga bulan, Firman tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Tapi tetap pekerejaan apapun akan ia lakukan untuk istri dan anaknya untuk mencari nafkah yang halal pastinya. Saat mulai lelah Firman pun pulang walau dengan hasil yang tak seberapa itu. Berharap sang istri menyambutnya dengan segelas teh dan senyuman pastinya. Tapi berharap itu memang sakit, harapan yang tak sesuai dengan kenyataannya. Nyatanya sang istri malah tidur, tanpa menyiapkan masakan untuknya. Firman tetap sabar, ia tahu bahwa uang yang ia kasih ke istri itu tak cukup untuk belanja dan masak-masakan yang mewah.

"Sarah, kamu gak masak?"
"Emang dipikir kamu kasih uang belanja aku berapa?"
"makanya cari duit yang becus, tuh anak mau dikasih makan apaan?, kalau gini caranya aku malu lah sama tetangga, sama keluarga ku juga. Aku mau kita cerai aja"
"Sar... kamu jangan kaya gitu doang! anak ini kan masih butuh asi kamu, aku masih bisa tanggung jawab kok, Aku kerja gini ya untuk kamu dan anak kita"
"Ya, sampai kapan kamu jadi tukang ojek hah?"
"Ya, makanya kamu doain aku dong, supaya aku dapat kerja yang lebih baik lagi"
"Aku gak bisa kaya gini terus. Besok aku mau kerumah Ibu ku, kamu di sini. Dedek aku bawa"
"Sampai kapan di rumah Ibu?"
"Gak tau!"


Pukul 02.00 wib

Uhuk, uhuk, uhuk
suara batuk Firman begitu terdengar ditelinga sarah. Sarah tau bahwa Firman sakit. Tapi ia tetap acuh dan memilih tidur kembali. Firman bangun untuk menunaikan salat tahajud. Badannya kini menggigil namun sang istri tetap tak peduli terhadapnya. Diingatnya kata-kata sang istri yang sedang marah "Makanyaaa.. cari duit yang becus" Dalam hati sebenarnya Firman amat terluka. Mengapa ia selalu gagal membina rumah tangga, Tapi Firman bertekad tetap mempertahankannya. Walau sang istri selalu memaki-makinya. Ia tetap sabar


Nah, begitulah cerita yang ana buat itu true story. Cuma aku buat fiksi sedikit.
Yang menjadi pembahasan kali ini adalah...

Oh, ya sebelum masuk pembahasan aku inget ada temen cowo bilang kurang lebih begini

"Ndah, jaman sekarang ada gak sih perempuan yang mau berjuang sama-sama? sekarang kan jamannya emansipasi wanita, kalau pekerjaannya lebih tinggi terus lakinya lebih rendah emang ada yang mau?"

aku berpikir lama,..  sebenarnya aku berpikir dan membayangkan posisiku ketika ada diposisi tersebut. Lalu aku berkata "Ada aja, tapi emang gak semua cewe gitu sih"

Aku pribadi udah cukup mengalami hidup susah, mau apa-apa harus beli pakai uang sendiri. Dengan apa? ya kerja lah!. Jadi semisalnya aku membayangkan ketika harus berjuang bersama suami nanti. Why Not? itu sama banget kaya orang tua ku. mereka merantau dari kampung ke kota. Seperti Mak rela-rela kerja jadi babu alias pembantu orang asing dan terkumpulah uang untuk membeli rumah. dan Bapak rela menjadi buruh cuci dan cleaning service gak heran dia dirumah menerapkan kedisiplinan seperti makan dicuci sendiri dan intinya my babe is the best.


Oke, soal cerita diatas ? sebenarnya ini menjadi tamparan tersendiri buatku. Karena apa? Disatu sisi aku cuma melihat sikap datang dan perginya mereka alias MODUS. Tapi aku lupa peran sebagai perempuan, oke gimana ya ngomongnya? Jadi, kan di instagram sering banget tuh ngomongin soal laki-laki yang modus yang begini-begitu. Ternyata dikehidupan emang bener sih, terus kita sebagai sebagai perempuan ya harus hati-hati aja gitu intinya. Harus tegas lah pokoknya jangan mau di gombalin, di iming-imging dan kalian kasih deh tuh keperawanan. Ih amit-amit jabang bayi. Astaghfirullahhaladzim

Kita lupa peran kita, Hai para wanita, calon ibu. Percalah saat ada lelaki yang ingin serius terhadap kita, maka mereka akan sekuat tenaga mencari uang untuk bisa meng-halali kita? bener apa bener? Kalian akan tau deh mana yang serius mana yang modus, mana yang tiba-tiba aja nantinya dateng sama keluarga kerumah dan meminta baik-baik kepada Bapak kita. Lalu, kita menangis haru karena melihat perjuangannya. Hingga akhirnya setuju untuk bersatu yaitu menikah. Dan tahukan kalian para wanita, ketika kalian sudah menjadi istri maka surga pun berpindah dari ibu kepada suami. Namun bakti dan hormat tetap kepada Ibu mu. Tanggung jawab kini telah berpindah. Tahukan bahwa kita pun bisa menjadi istri durhaka nantinya saat tak menuruti apa kata suami?

Lalu, sudah siapkah kalian menjadi istri? 

Pernikahan? siapa yang tidak ingin menikah? aku rasa hanya orang gila yang tak bisa menikah. Menikah termasuk salah satu untuk menyempurnakan agama. Juga menjauhkan diri dari kemaksiatan. Tapi, banyak dari mereka yang hanya menikah saja tanpa mengerahui tujuan dari pernikahn tersebut. Bagaimana peran istri dan bagaimana sikap istri terhadap suami? 

Realitanya, kenapa banyak wanita jaman sekarang yang mau dan mudah sekali mengatakan "Ceraikan Aku?!" cuma gara-gara mereka miskin. dan alesan sudah tak cocok. Kupikir kalau kita mencari yang cocok sampai kapan? Bukan kah kita dicipta berbeda-beda. Makanya dari perbedaan itu lah tercipta kebahagian yang saling dan seharusnya melengkapi? bener apa bener? 

Sakit rasanya membayangkan cerita diatas. Mengapa mau menikah tapi tak mau berkomitmen? apa gunanya menikah? Bukan kah menikah itu adalah suatu komitmen, akan bertahan walau badai menerpa sekalipun? memang mudah bila hanya dituliskan tapi aku percaya pada orang-orang yang menjunjung tinggi komitmen dan kepercayaan serta kejujuran dalam berumah tangga.

Komitmen yaitu, berjanji dan merelakan ke-Egoisan diri demi menjaga nama  baik keluarga, atau demi anak dan demi orang yang dicintainya. Berkomotmen akan melahirkan pikrian yang panjang saat masalah datang mereka tak akan mengambil tindakan untuk berkata "CERAI" 

Kepercayaan yaitu, tidak memiliki rasa curiga meski jarak jauh sekalipun. Kepercayaan dilakukan juga ketika suami kerja dan istri dirumah mengurus anak mereka percaya akan menjalankan peran mereka dengan baik dan benar. 

lalu Kejujuran, teringat kata dosen kalau laki-laki itu punya masa pubertas 2x haha. Tapi lupa umur berapa sampai berapa. Jadi suami dosen itu suka sms-an sama temen wanita di kantornya. Ya, kaya ibarat selingkuh gitu. Tapi akhirnya si dosen dengan pikiran yang dewasa dan menerapkan sifat K3 itu semua jadi baik-baik aja. Intinya kejujuran juga penting.

Intinya aja langsung, jangan sampai kita para wanita ya.. menghina pekerjaan suami, meski lebih rendah dari kita. Mau kerja kantoran ataupun berakhir menjadi ibu rumah tangga. Wanita memang harus berpendidikan, pendidikan untuk anak kelak, tapi kalau berpendidikan tak memilik etika ya sama aja bohong. Jangan sampai durhaka sama suami. Toh, kalau masih bisa dibicarakan dengan baik kenapa tidak yakan? Kalau berdua lebih baik mengapa memilih sendiri? Dengan bersama beban yang dipikulpun akan terasa ringan. 

Semoga Allah memberikan jodoh ku juga jodoh kalian yang terbaik nantinya. Karena wanita hanya bisa menunggu. Tanpa tahu siapa yang akan datang nantinya? Semoga kelak kita bisa menjadi istri-istri yang saleh dan nurut terhadap suami. #YaMeskiMatre-MatreDikitBuatBeliSebongkahEmas haha bercandaaaaaa..

Inget ya, mau berakhirnya kita menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga nantinya. Seorang wanita wajib berpendidikan untuk anak-anaknya kelak.


Oke cukup sekiap. Maaf-amaaf apabila ada kesalahan penulisan kata alias typo. Senang bisa nulis blog lagi hehe.
Makasih juga buat kalian yang sudah ngerelain kuotanya buat baca blog ini.


See you

Good Morning, Have a Nice Dream.

Senin, 08 Januari 2018

Ketika apa yang tidak direncanakan datang

1/08/2018 12:49:00 AM 0
Halo, Nama ku Trisa Umur 21 dan saat ini sedang menjalani perkuliahan di salah satu kampus terkemuka seindonesia #eh hehe. Iya kenapa gitu? karena kampus ku terkenal Murah tapi Gak murahan yeey.

Oke, sebenarnya kehidupan di kampus begitu-begitu aja. Masuk, Pulang, Masuk Pulang gitu terus aja. Jurusan yang aku ambil juga sedikit melenceng dari smk dulu. Tapi gapapa, karena ilmu itu penting banget dan mendapatkan ilmu yang berbeda itu adalah bonus dari keingintahuan kita akan ilmu tersebut.

So, aku kuliah sambil kerja. Sebenarnya gak gampang untuk menjalani itu semua. But I'm Very enjoy with ma life. Sampe-sampe saking sibuknya dan gak ada waktu aku lupa akan masalah cinta.

Dari semester 1-3 Gak ada tuh cowo yang aku taksir, beneran. Apa karena gak ada yg tipe aku gitu ya? Hmmm masalah tipe, sebenarnya Tipe ku simple cukup Tidak meroko, Seiman yaitu islam, Baik dan pengertian Kalo ganteng itumah Bonus dr Allah deh hehe. Nah disemster 4 sebenarnya aku juga deket sama seorang cowo, bisa dibilang akrab banget. Padahal kita baru kenal. Tapi.. tanpa sadar aku selalu kasih perhatian, entah itu mengingatkan pelajaran, bayaran bahkan duduk pun sampingan. Ahh.. tapi perasaan itu ku tepikan. Focus Your Time! Focus your Dream! Pada akhirnya di semster 5 kita pisah, Kita gak satu kelas. Oke pada saat itu posisi sedang ada di bogor. Lihat jadwal kelas tiba-tiba Nangis. Karena udah gak sekelas sama orang-orang yang buat aku nyaman. Aplagi kangen dengan si Bejo.

 Bejo penganggu dan sekaligus teman sejak semster 1. Bejo ini emang orangnya ganjen, lebay dan you know lah kalau mas-mas teng gitu menggoda cewe di jalan. Kan kampret tiap di kelas pasti digoda mulu sama doi. Tapi aku bukannya marah malah lucu aja, ngeliat tingkat bejo padahal dia udah punya tunangan. Oke, yang aku salut dari bejo adalah dia berani mengungkapkan isi hatinya. Gila aja aku ngerebut cowo orang yang udah bertunangan! Bejo ganteng sih nggak, but he very funny dia baik banget baiiik banget pokoknya. Tau gak sekelas lagi sama bejo tuh rasanya sedih banget. Nangis gak tau kenapa, dia bukan hanya sebagai teman tapi udah kaya apa ya? disaat aku butuh dia ada gitu. Kalo kamu baca ini .. ah tapi ga mungkin sih heheh..

Semester 5 berjalan diawal bejo masih suka main ke kelas untuk sekedar mengobrol, tapi karena kita udah sama-sama punya teman ya.. pasti itu tak akan berlangsung lama. Gak lama bejo kirim pesan WA dan minta doa restu. Bejo nikah.. tapi bukan sama aku ya haha.. akhirnya doi nikah juga, duh, tiba-tiba sedih lagi gara-gara bejo nikah haha. Itu tandanya udah gak sebebas dulu curaht dan berkeluh kesah, minta bantuin PR sampe malem. hmmm....pada akhirnya dai yang membuat mu nyaman ternyata memang bukan untuk selalu bersamamu. Jadi stop ngandelin orang lain.

Di semster 5 sebenarnya aku mulai banyak berhijrah, mengenai pakaian, sikap dll. Tapi kita aku benar-benar sedang tidak memikirkan jodoh atau cowo atau apalah itu namanya. Ada 2 laki-laki sekaligus mendekatiku. Awalnya hanya biasa, tapi lama-lama aku mengerti maksud mereka mendekati. Aku gak tahu pasti apa yang mereka sukai dari aku. Karena keduanya sama-sama deket banyak perempuan di kampus. Bisa dibilang modus, atau sok ganteng? hahaha... jujur untuk saat ini belum ada rasa ku sedikitpun kepada mereka, apakah petuah orang tua yang menyuruhku untuk fokus pada kuliah, makanya aku tak ingin memikirkan hal tersebut? Lagi pula, cita-cita ku untuk kerja di perusahaan impian belum terwujud, cita-cita ingin kuliah S2 dengan beasiswa #kalauBisa juga belum terwuju, Ingin traveling keliling indonesia juga. 

Aku tak bisa menceritakan ini sendiri, pada akhirnya Dia yang kuajak cerita mengenai hal ini.Dia yang sempat dekat dengan ku di semster 4 dan Dia pun sama menceritakan kisah percintaannya dengan perempuan yang ia taksir padaku. Tapi entah mengapa acap kali ia cerita, itu membuat ku sesak? Oh god? apa aku terlalu munafik untuk mengakui? tapi aku lebih nyaman kalau kita berteman, lagi pula tak ada tanda-tanda ia juga menyukai ku? Secara aku tahu aku bukanlah tipe yang ia mau. Kalau main tipe aku mundur. Tapi, mau bagaimana lagi? ia teman ku.. kami sudah dekat sekali seperti sahabat. Meski baru kenal tapi aku merasa nyaman untuk bercerita semenjak Bejo menikah aku tak pernah berani untuk Chat. Karena takut ketahuan istrinya apalgi kalau sampai curhat. aku takut disangka menjadi perusak rumah tangga orang dan akupun tahu diri.Ku tahan segala marah setiap kali ia bercerita mengenai perempuan yang ia suka kepada ku. Lalu, aku terpikir "Bagaimana kalau aku gantian bercerita kepadanya? bagaimana responnya?". Ku bilang bahwa ada seorang laki-laki yang ingin melamarku. Dan dia kepo siapa itu? lebih ganteng atau lebih jelek dari dia atau tidak katanya. Dasar sialan, batinku. Harusnya kamu cemburu bukan malah membandingkan mana yang lebih ganteng dirimu atau dirinya. Tuh, kan tak ada tanda-tanda ia cemburu. Malah dia berniatan untuk melamar saat wisuda  perempuan yang membuatnya jatuh cinta.

Huft, sudahlah saa... disaat kamu mengharapkan cinta tak datang, tapi saat cinta datang mengapa kau berpaling dan tak mau menerima? Bukan tak mau menerima aku hanya takut kecewa. Dan membuatnya kecewa.

Lupakan. Batinku meraung-raung. Dilema antara 2 yang mendekatiku mana yang paling terbaik? Sungguh aku tak ingin menyakiti keduanya. Harus bagaimana sikapku? Apakah ku diamkan saja mereka atau ku tegaskan dari awal bahwa jangan terlalu berharap padaku.

Tapi, sesungguhnya aku mau melihat perjuangan mereka. Mana yang benar-benar dan sungguh serius pada ku? Dalam heningnya waktu ku renungi itu. Hanya buang waktu tanpa sesuatu yang pasti. Mereka hanya mengumbar janji yang mungkin membuat kita menjadi senang hati.

Aku percaya bahwa rasa cinta itu kan tumbuh seiring berjalannya waktu dan kebersamaan waktu yang sudah kita lalui. Yang menjadi pertanyaanku selalu. Bagaimana mereka segampang itu berkata..

"Nikah yuk..."
"Aku mau kamu jadi ibu dari anak-anakku"

Oh god, ini udah kaya di sinetron alay gitu. Ya, coba aja kalian bayangin hmmm cinta itu tak perlu terburu-buru. Karena yang ku tahu cinta itu adalah berjalannya waktu antara aku dan kamu. Saling mengenal lebih dalam sifat dan sikap tanpa terikat komitemen yaitu Pacaran. Komitemen menurutku hanya 1 yaitu MENIKAH dan AKAD bahwa kita berjanji bahwa akan hidup sampai ajal kita menjemput. 1 kali seumur hidup. Selamanya, walau badai menerjang rumah tangga kita. Kita tetap harus berpegang tangan dan saling menopang. 

Jangan pernah mencoba merayu gadis kalau tak berniat untuk menikahinya.

Untuk hatiku yang pernah terluka, terbuka lah terhadap apa yang datang pada dirimu. Lupakan dan iklaskanlah yang kau harapkan dulu anggap saja Allah tak ridho dengan rencanamu itu. 


Untuk kamu yang sedang mencoba berjuang untuk ku. Sesungguhnya aku ingin melihat kamu berjuang supaya aku tahu seberapa besar pengorbanan mu. Dan untuk waktu yang telah mempertemukan kita. Di saat moment itu juga aku melihat...

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan