Jumat, 23 Juni 2017

Hijrahku, Taatnya ku kepadamu

Oh, Allah mungkin selain doa yang kusempatkan setiap selesai salatku kepada-mu, Dengan tulisan ini dan atas niat ku sejak awal aku merasa benar-benar bersyukur hingga detik ini.

Ya Allah, mungkin masih banyak sekali kekuarangku bahkan kesalalahan ku yang disengaja maupun tidak disengaja.
Ya Allah, jadikanlah hamba manusia yang selalu bermusahabah diri bertintropeksi diri sebelum berpikiran negatif terhadap seseoarang.
Ya Allah, rahmatilah setiap detik langkahku langkah perjalanan ku mencari keridaan-mu. Menuju cita-cita cinta dan kebahagiaan-Mu.
Ya Allah, dengan segenap hati ku kini aku sadar atas segala nikmat yang telah engkau berikan kepadaku.
Mungkin, tak langsung kau berikan padaku tapi perlahan demi perlahan kau mengabulkan doa ku. Jatuh bangun sudah menjadi resiko hidupku bukan hanya aku melainkan semua makhluk di muka bumi ini.

Kan kusimpan dan ku ingat selalu setiap proses hijrahku. Yang kan menjadikanku manusia yang tidak gampang berpuas diri dan selalu mengingat bahwa aku hanya mahkluk yang lemah tanpa adanya mu. Allah.

Semenjak kecil aku memang tidak terbiasa memakai kerudung, karena keluarga ku sendiri tidak melarang ku untuk tidak memakai kerudung. Sedari kecil aku nampak berprilaku tomboy, tapi tidak melulu berpenampilan laki-laki. Aku tetap menjaga diri sebagai layaknya perempuan, hanya saja aku tidak terlalu memperdulikan segala macam bentuk pakaian. Entah itu kaos, jeans, rok pendek, celana pendek, atau model yang tengtop gitu haha.. 

Bayangkan saja, anak SD pakaiannya hotpens #gimanaTulisannya -_-, dan didouble laging hitam pake kaos hitam. Nampak kekinian kan? Tapi.. semakin bertumbuh aku mengalami fase bosan dan berpenampilan apa adanya. Mungkin dengan baju gombroh, jeans dan sepatu. Tetap hatiku pun belum terketuk untuk berhijab.



Masuk smk, aku memiliki rambut panjang mungkin se-punggung, waktu di smk sering banget gonta-ganti gaya rambut, dari yang mulai poni samping, poni mangkok, rambut diluar pendek didalam panjang jadi nampak kaya pake rambut sambungan. Udah gitu suka di cat meski gak banyak #bangorya. Smk terkahir berambut pendek karena ikut paskibra. Sempet ada keinginan untuk berjilbab dan aku lepas lagi waktu paskibra di tangerang, karena kebanyakan baju pendek ribet juga kalau musti acap kali pake baju sekolah menggunakan manset, gerah plus ketat gitu kan gak enak. Akhirnya aku memutuskan untuk membuka. Niat pake kerudung biar apa deh tau ga? "Biar gak item hahaha" tapi nyatanya toh item juga.

Lulus smk, hatiku masih belum terketuk juga. Aku memantapkan hati saat aku bekerja di Kompas. Mungkin kalian semua sudah tau? atau mungkin ada yang belum tahu? Hmmm, kalau gitu cari tau sendiri ya hehe. Alasan aku memakai hijab karena memang kewajiban, karena memang perintah dan ada hadist yang menyuruh.

"Hai, Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri orang mukmin "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya [1232] ke seluruh tubuh mereka." yang demikian itu mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu merka tidak di ganggu. Dan Allah lagi maha pengampun lagi maha penyang.QS (Al-Ahzab.59)

"Selangkah anak perempuan keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya hampir ke neraka! 
(HR. Tirmidzi & hakim)

“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian utk menutup auratmu & pakaian indah utk perhiasan. & pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” 
(QS. Al-A’raaf: 26)

Yup,  Mungkin itu hadist-hadist yang bisa kalian lihat sendiri dan cari di buku atau di internet. Yang membuat hati semakin tergugah saat membaca hadist dari Tirmizi, Meski yang patut di hormati pertama adalah Ibumu, ibumu, ibumu lalu Ayahmu. Tapi ayah sangat berperan penting didalam kehidupan terutama ia adalah pemimpin keluarga. Bayangkan kalau ia gagal mendidik kita wahai anak perempuannya. Berapa banyak dosa yang akan ditangguhnya? Meski anak perempuan itu sudah Baliq, tanggung jawab sepenuhnya adalah Ayahnya. Mungkin kita sebagai anak tidak pernah menyadari atas pakaian yang kita kenakan, semakin mata lelaki memandang semakin banyak dosa yang kita tanggung. Akibatnya anak perempuannya jatuh kedalam lubang kesesatan dengan berpacaran, berpegang tangan , berduaan lalu, bercumbu bermesraan. Kita gak ada yang tahu meski banyak mereka yang memiliki iman tapi percayalah Setan bisa menyesatkan siapa saja yang lemah. 

Teman-teman ku, terkususnya perempuan. Aku tak akan mampu bisa mengajak kalian untuk berubah, semua itu tergantung pada diri kalian sendiri. Aku hanya ingin menyapaikan dakwah yang mungkin terjadi dengan diriku sendiri. Biarlah banyak orang di sana berkata bahwa "Gak usah banyak dakwah, gak usah banyak sok ceramah, gak usah sok suci" Ketahuilah teman-temanku. Saat aku mulai hijrah menggunakan jilbab panjang banyak hinaan dan pujian datang menghampiriku.

Tatkala mereka berkata
"Bu, haji mau kemana?"
"Ndah, lu salah kostum ya. Mau solat lu kerudung panjang banget"
"Ndah, gue suka lu begini.. cantik tau"

Tak jarang sang ikhwan pun memuji, tapi ketahuilah aku takut akan pujian para ikhwan sesungguhnya.
"Subhanallah, adem liatnya" kata temen kampus 
"...ngibrit lari sambil senyum malu-malu" hueek haha

"Ya, Allah.. Endah anggun banget" kata temen kampus juga

"Endah sekarang berubah, tuh, lu kaya gitu dong neng" nunjuk temen cewe yang lain
"Hehehe" kami tertawa bersama

Jujur sebenernya bukan maksud untuk cari perhatian atau apa-pun dari ikhwan. Bepenampilan kaya syari mungkin terlihat sedikit aneh bagi sebagian orang-orang yang mengenal ku. Tapi percayalah sulit rasanya untuk 'better' antara prilaku dan penampilan yang mungkin sudah tertutup meski aku tahu itu belum sempurna. 

"Ini bukan cuma masalah anggun saat berpenampilan syar'i ini maslah peraturan dalam berpakaian selayaknya muslimah sejati, aku sendiri memang tak langsung menanggapi adat berpakaian syar'i, perlahan tapi pasti. Setidaknya ada progres untuk menjadi lebih baik, bukan untuk orang lain, bukan untuk teman, bahkan bukan untuk orang tua tapi untuk diri kita sendiri otomatis kalau kita baik orang tua pun mendapatkan pahalanya, bener kan?"

Yang selalu aku ingat adalah ketika kita menjadi pribadi yang baik dan memilih untuk menjadi lebih baik InsyaAllah jodoh kita pun akan baik nantinya.

Jadi teman-teman mau pilih jadi orang apa? hehehe 
#Orang-orangan? hahaha


Okelah sekian curhatan gaje ini. Mohon maaf apabila banyak terdap kesalahan dalam penulisan, ke typoan dan kelebihan, ketidak benaran tanda baca dan lain sebagainya haha. Mari kita tutup dengan salam

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan