Minggu, 16 April 2017

Ngerasa paling "Bego" liat IPK paling kecil

4/16/2017 12:41:00 AM 0
I know i'm not perfect..
IPK Oh IPK..
God, terkadang sedih juga plus miris liat nilai IPK semakin lama makin nurun.. Bukan menyalahkan dosen yang pelit nilai sih eh tapi itu juga termasuk deng hehe.. gue tau kelemahan gue, gue lemah di hitung-menghitung. Bukan berarti gue gak bisa ngitung cuma gue gak pinter ngitung. Dan selalu nilai standart gue itu 7 memang angka keberuntungan sih. Tapi masalah nilai sebenarnya gue pengen banget bisa dapet 8.  Otak gue emang diciptakan untuk standart kali ya wkwk.

Ya, tanpa standart motor pun gak akan berdiri. #Eaaa 
gimana ya, gue ini tipe orang yang mudah terpengaruh sebenarnya. Kalau gue tau nilai temen gue lebih besar kadang pengen bisa dapet kaya dia. Udah dicoba tapi tetep aja haha.

IPK Kecil? patutkah gue untuk berkecil hati?
IPK Kecil? patutkah gue untuk iri?
IPK apakah di pakai untuk melamar kerja nanti?
IPK adalah tolak ukur kemampuan mahasiswa dalam belajar?

Mungkin keberuntungan sedang tidak berpihak pada gue disaat nilai IPK turun drastis. dan apa emang gue beneran bego ya?

Terkadang gue butuh motivasi dari merka yang mendapatkan nilai IPK kecil, tapi sebenernya mereka bisa. Tapi kenapa nilainya kecil gitu? Yakan? Bisa dalam artian di sini adalah bahwa semua nilai IPK kecil itu kita gak perlu berkecil hati dan harus tetap semangat dan menerima ikhlas apa adanya itu semua.

Gue percaya bahwa IPK gak menjamin semuanya, so, dulu pikiran gue selalu gini "Gue gak boleh dapaetin C paling ngga A dan B. Tapi ternyata JRENG JRENG gue dapet nilai C juga sedih banget emang gue akuin.. karena apa rencana gue gagal. Gue teralalu berambisi dan gue tau kemampuan gue gimana, kalau misalkan gue dapet C yaudah. Tapi sebenernya gue dapet C itu karena apa ya, disatu sisi kesel juga udah nurutin apa kata maunya dosen tapi entah kenapa dikasih C. Gak pernah absen, tugas on time. UTS, UAS on time. tapi yaudahlah, mau puasa mending gue maapin deh tuh dosen-desen kaya gitu. 

duh sebenrnya ini curhatan gajelas gue sih.. karena gue gak bisa tidur haha, Btw gue selalu salut sama orang-orang pinter. Semoga pinter juga ya ngatur sikap dan prilaku Aamiin

Jumat, 14 April 2017

Mengapa Setting Brightness tidak ada di Windows 7?

4/14/2017 07:20:00 PM 0
Loha, Haloooo Readingers.... Gue mau curhat nih..
"Curhat mulu lu Ndah, Gak bosen?"
"Ye! kali ini curhat masalah Leptop ye"
"Oh kirain.."

Jadi, gini.. Gue kan punya leptop cuma kadang-kadang. Nih, leptop latar cahayanya tajem buanget. Mata gue kadang suka puyeng, Pas gue mau check dan nurunin presentase cahayanya tapi koook?? gak ada??? haha ini leptop gue kenapa??? Bingung lah gue tapi masa ia masalah kaya gini aja gak bisa gue selesein dan masa ia gue harus bawa ketukang service leptop OMG.

Dengan keSokTahuan gue, gue mengotak-atik lah nih leptop (sambilSearchingSih hehe) dan ternyata gue tau penyebabnya.

Oke jadi untuk menampilkan settingan cahaya latar pada leptop seperti ini:

Klik Strart > Contol Panel > Display (Ini tergantung Leptopnya) ada yang di Hardware and sound dll. Bisa juga Klik Start lalu ketik di Pencarian Tulis aja "Adujst Brightness" Nah kalau sudah akan terlihat seperti tanda di bawah ini. Kalian bisa menurunkan dan menaikan berapa latar cahaya yang kalian inginkan. Tapi bagaimana kalau Settingan di bawah ini tidak ada???



So.. terkadang driver monitorlah yang menyebabkan settingan ini hilang. Driver monitar yang terkadang eror. Maka kalian harus melalukan:

1. Buka device manager, buat readingers yang gak tahu bisa klik kanan pada My Computer atau pada desktop di star menu atau pun di windows explorer. Tapi saya lebih preference ke Klik kanan My Computer. Hehe. Lalu pilih Properties, Disebelah kiri atas ada menu Device Manager.
2. Klik tanda bagian "Monitor" pada jendela Device Manager
3. Klik tanda Plus dan keluarlah "Generic PnP MoNITOR", lalu klik kanan dan pilih uninstall


Lalu setelah sudah ter-Uninstall kita pilih > Scan for Hardware Changes. Kemudian check kembali pengaturan layar kalian di leptop. ^^



Selamat Mencobaa guys ..

Selasa, 11 April 2017

Kangen kelas 613

4/11/2017 09:34:00 AM 0
Entah pagi ini gue ngerasa baru kehilangan haha..
padahal. sebelum-sebelumnya gue bahagia banget bisa pisah kelas karena selama kurang lebih dua tahun bareng dari semester satu sampai tiga haha..

Gue kadang kangen suasana rusuh yang dibuat sama cowo pea di kelas, pea sifatnya pea kelakuaannya dan konyol buat ngakak kalo inget. Anak cowo itu bukan lain adalah: Ridiek, isma, bang Edwin, Budi, Ilham, Septian, itu nama-nama yang kadang ngebuat hati gue kadang kesel setengah mati, tapi kadang lucu. Bercandaan mereka kadang kelewatan tapi setelah pisah kini gue ngerasa kok kaya kehilangan ya hahaa..

Kalau anak cewenya sendiri juga ada mba Azizah, si ibu yang ramah tamah dan gak pernah pelit, Sri yang imut-imut tapi pait hehe. Ayu kadang yang cerewet tapi pernah sekali gue liat dia nangis gara-gara cowo #Ups hehe. Novi yang baik suka nganterin gue kemana aja. dan Ratna temen diskusi yang asik menurut gue. So banyak yang nganggep ratna itu sombong tapi sebenernya dia emg sombong sih EH enggak deng. maksudnya kalo nampak luar emang iya tp kalo udah kenal mah enggak kok. Heheh

dan masih banyak lagi yang gak bisa gue sebutin... jangan iri yaaaa, cium dulu sini #emuuuach haha

Jujur gue lebih banyak temen cowo dibanding temen cewe, temen cewe sih banyak juga tapi itu juga temen yang dulu-dulu istilahnya temen nya itu-itu aja haha. Jarang bisa nerima temen baru, kaya dikelas gue sekarang 604. Gue emang temenan sama siapa aja jadi. tapi, di kelas ini gue masih duduk bareng di barisan temen sekelas kaya bareng si Budi, Ridik, Hendro, Ilham, Ibnu gitu. Dan lu tau kan mereka cowo? tapi gue lebih milih duduk bareng mereka, dibanding gabung sama anak cewe di kelas. Bukan gue gamau gaul sama mereka. Tapi gue butuh penyesuaian dan ngeliat karakter tiap anak cewe sih ya hehe.. Toh udah PW juga duduk di situ.

Yang buat gue kangen saat ini adalah kita udah semester 4 mungkin waktunya kita sekarang udah harus serius, gak main-main terus.. setelah semster 4 naik ke semester 5 dan penjurursan. Mungkin di semster 5 nanti ini apa benar-benar akan pisah? karena kan setiap anak punya pihan masing-masing hehe,

semakin lama pasti semakin sibuk, toh sekrang aja walaupun cuma beda ruang 604 dan 605 tapi jarang bisa kumpul (Eh gue doang deng yang jarang bisa) dan gue baru ngerasa sekarang haha. SIAL!

kemaren si isma ngirimin video dan ngeliat senyuman mereka, ketawa lepas merka di poto itu sesuatu banget, ternyata waktu itu berharga ya, kita bisa nuntut ilmu setinggi-tingginya tapi waktu untuk persahabatan dan pertemanan itu gak akan pernah kembali terulang. Pilihlah teman yang mampu membawa kebahagiaan untuk dirimu, pilihlah teman yang mampu memberikan artinya makna hidup didunia maka kalian akan benar-benar merasa beruntung.

So. i miss u so bad friend :') semoga lulus dari Unpam kita menjadi orang yang sukses, dan berhasil meraih apapun yang kita inginkan. Aamiin. God Bless 

Senin, 10 April 2017

Ridho Ibu, Ridho Tuhan Juga.

4/10/2017 11:10:00 PM 0
Ridho Ibu, Ridho Tuhan Juga.
By: Endah Dwis
Fabel Anak



Indonesia Adalah negeri yang kaya. Beragam mahluk hidup ada di dalamnya banyak kita jumpai [m1] di tanah lembab maupun di jalanan. Salahsatu mahluk hidup yang ada di negeri ini adalah Semut. Semut adalah sekelompok hewan pekerja setiap harinya mengangkut makanan dan manisan yang ada disekitaran hutan. Semut[m2]  amat rajin mengais rezeki demi kebutuhan hidup sehari-hari. Semut memiliki ciri berkulit coklat pekat. Di hutan selain semut binatang[m3]  lain yang tak kalah menariknya adalah Belalang hijau. Belalang Hijau juga dikenal dengan Walang Kekek. Walang memiliki ciri bertubuh hijau dan memiliki mata yang lebar yang dapat menlihat target dengan jarak jauh dan masih banyak lagi binatang lainnya.
Walang dan semut adalah dua kawan yang berbeda karakter. Semut Anak baik, penurut dan patuh kepada orang tua. Berbeda jauh dengan si Walang. Ia suka membantah perintah kedua orangtuanya. Seringkali ibunya memintanya untuk membantu pekerjaan rumah, tapi walang selalu menolak. Selalu ada saja alasan yang dibuatnya.
Seekor semut kecil bernama BigAnt dan banyak hewan mengagumi sifat keramahan BigAnt. Walau kecil ia amatlah gesit dan tidak malas bekerja. Saat di jalan BigAnt bertemu dengan Walang.
Walang terlihat sedang duduk santai dibawah pohon, melihat BigAnt kesulitan membawa makanan, ia bukannya membantu malah  mentertawai keras BigAnt.
“Hei, BigAnt rajin sekali kau ini haha...” Tawa Walang keras, sehingga membuat langkah kaki BigAnt berhenti.
“Oh, Iya.. aku harus membawa ini untuk persediaan makanan di rumah nanti”
“Kasihan sekali kau ini! sudah kecil mencari makan sendiri. Memang, kemana orang tua mu?  Lihat aku.. santai menikmati semilir angin”
“Hm.. tapi maaf aku gak bisa bersantai seperti kau, Walang.”
“Iyalah.. Kau inikah miskin dan harus bekerja keras sekali untuk mencari makan, ngomong-ngomong apa itu yang kau bawa?”
“Oh ini sari madu, Walang.. maaf aku tak bisa lama-lama dan harus segera membawa ini ke rumah”
“Baik, pergilah” Tangan Walang melambai-lambai malas, Walang tak sadar bahwa perkataannya telah menyakiti hati BigAnt. Sesampai di rumah BigAnt pun lebih memilih untuk diam dan menyimpan ceritanya rapat-rapat sekan tak terjadi apa-apa.


Berbeda dengan keluarga Walang yang kehidupannya jauh serba berkecukupan. Ditambah Belalang adalah makhluk yang ditakuti oleh para binatang kecil seperti Semut. Walang Kekek ialah belalang yang dikenal memiliki sifat nakal bahkan terhadap sesamanya si Walang kekek ini tidak mau kalah, ingin menang sendiri juga ego serta sombong.
Kehidupan berkucupan membuat Walang Kekek ini menjadi lupa diri, Ibu dan Bapak Walang sudah sering mengingatkan tapi tetap tak digubris oleh sang anak. Bukan hanya sesama teman walang juga terkadang melawan kedua orang tuanya, membentak bahkan membengkang. Tak jarang ibu menangis karena malu memiliki anak seperti Walang. Barulah walang sadar bahwa perlakuannya kelewatan tapi setelah sadar walang pun berbuat itu kembali.
Suatu ketika Wangsit, Wangsit adalah Ibu Walang ia sedang kesulitan membawa air dari sungai untuk diangkut menggunakan ember. Sang ibu mencoba memanggil Walang untuk sekadar membantu. Tapi kenyataannya Walang malah asyik bermain Taplak Batu bersama Belalang lain.
“Walang, bisa bantu Ibu sebentar?” Walang yang sedang asyik bermain pura-pura tak mendengar seruan sang ibu. Lalu ibunya memanggilnya sekali lagi, bahkan dua kali, sampai yang ketiga kalinya. Sang walang ettap pura-pura tidak mendengar. Sampai akhirnya Kumbang, teman walang berkata padanya.
“Lang, dipanggil sama Ibu kamu tuh..”
“Ah! Biarin aja.. paling juga suruh angkat air, males aku”
“Walang, gak boleh gitu! itukan Ibu kamu wajar dia minta tolong kamu”
“Eh! Kamu ini gak usah sok nyeramahin aku! Iya, aku tau dia Ibuku, emang kamu pikir? Ku anggap dia apa?! Udah, akhiri saja permaianan ini, males aku sama kamu!”
“Loh.. yaudah”
Walang merasa kesal terhadap ibunya yang telah mengganggu kesenangannya bermain bersama temannya. Dan membuat keduanya harus adu mulut untuk mengehentikan permainan yang sedari awal baik-baik saja. Walang menuju suara sang Ibu dengan raut muka tidak ramah. Walang terlihat sangat kesal dan dipikirannya saat ini adalah semua salah Ibu.
“Duh nak..., kamu ibu panggil-panggil dari tadi”
“Iya, ada apa sih Bu?! Menggangu saja bisanya! Ibu gak tau aku lagi asyik main sama temen tadi?!”
“Ibu cuma minta tolong angkatin air ini Walang.. Maaf ibu gak tau kalau kamu sedang bermain. Sekarang bisa bantu ibu kan?”
“Ah, gak mau. Ibu bawa ajalah sendiri kan masih bisa!”
“Walang... tapii...” Wangsit mengusap air mata yang tak sengaja jatuh. Bening air mata itu. Bening sema seperti kasih ibu ke Walang tapi kini apa yang terjadi? Perlakuan Walang sudah keterlaluan tapi, ibu walang masih sabar menghadapi sikap anak semata wayangnya itu. Ia tak ingin sumpah serapah keluar dari mulutnya.
Wangsit dan Wangso sedang makan berdua di ruang tamu, mereka adalah Ibu dan Bapak Walang. Mereka makan menggunakan bahan yang didapat Wangso selama di hutan. Wangsit selalu bersyukur atas apa yang telah Wangso berikan untuk keluarga. Tak lama kemudian datanglah Walang  sambil mengusap-usap perutnya yang lapar.
“Bu.. masak apa?”
“Hanya sayur daun yang biasa kita makan nak..”
“Sayur aja? Gak ada jagung? Gak ada sari madu bunga?”
“Gak ada nak.. sudahlah makan seadanya, Bapak hanya dapat itu” Saut Wangso menasehati, namun Walang tidak peduli dan tidak mau memakan-makanan seperti itu. Dipikirnya itu makanan yang membosankan, sekali-kali ia ingin merasakan daging.
“Kamu sekarang mulai membantah kami nak! Apa mau kamu sebenarnya?!” Tanya Wangsit geram.
“Aku hanya ingin makan selain dedaunan! Aku bosan Bu, setiap hari makannya sayur, aku tidak suka masakan ibu tiap hari begitu saja. Aku bosan!” Bentak Walang kepada sang ibu.
Walang melihat jelas air mata ibunya mengalir deras. Sang ibu sudah tak tahan lagi dengan tingkah walang seraya mengucapkan. “Kalau begitu, kau carilah makan sendiri! pergi sana dari rumah ini! Ibu tak sudi punya anak yang tak bersyukur sepertimu!!”
Walang kaget bukan kepalang, bukannya takut dan sedih Walang malah menantang sang ibu. Dengan dada membusung. “Baik, aku akan pergi dari rumah ini, aku ingin hidup bebas dan memakan apapun yang aku mau diluar sana!”.
  Walang pergi tanpa pamit, dalam keadaan amat tersulut emosi dan percaya bahwa ia bisa hidup tanpa kedua orang tuanya.
Lima tahun pun sudah kejadian itu berlalu. Disuatu desa terlihat seekor binatang berjalan dengan tertatih menahan sakit, ia adalah Walang. Walang hidup berpindah tempat. Terkadang untuk makan saja Walang harus memilahnya terlebih dahulu. Pernah suatu hari Walang kercunan daun yang ia makan. Akibat ketidaktahuannya pada tumbuhan beracun. Alhasil ia muntah-muntah dan merasakan sakit perut luar biasa.
Cuaca di hutan memang tidak bisa diprediksi, membuat Walang mau tidak mau berlalu lalang dari satu tempat ketempat lain. Dan saat ini terlihat langit teramat mendung.
Walang mencoba untuk meminta bantuan pada binatang yang lewat, tapi apa balasan mereka? Mereka para binantang melihat Walang bukan merasa iba malah merasa jijik. Karena Walang memiliki luka di kakinya dan kini tengah membusuk.
“Pak, tolongin saya pak... Izinkan saya untuk tinggal di rumah bapak”
“Ih.. saya gak sudi, kau ini siapa? Lihatlah! itu kakimu memiliki luka menjijikan.”
Lebih dari satu atau dua binatang yang lewat Walang mengiba dan meminta tolong tapi, hasilnya nihil kini Walang harus menahan sakit serta pedih. Walang baru menyadari bahwa kesalahannya dulu berimbas kepada kehidupannya kali ini, sering melawan kedua orangtuanya dan membentak-bentak Ibunya. Kini walang bagai menerima hasil dari apa yang telah ia perbuat.
Kedurhakaannya pada sang Ibu membuat hidup Walang semakin menyedihkan. Jauh dari lubuk hati Walang ia amat menyesal, tapi ia tau kembali kerumah saat ini bukanlah hal yang tepat. Apalagi sang ibu kini membencinya.
“Ibu.. aku ingin pulang.. maafkan aku Ibu..” Suara Walang beradu dengan gemercik air hujan melebur dan menjadi satu tumpah bersama kesedihan. “Ibu, Walang  ini anak yang amat sangat durhaka, Walang sadar tanpa Ibu dan Bapak Walang tak bisa apa-apa. Ibu.. Maafkan kesalahan Walang.”
Namun Tuhan telah murka kepada makhluknya yang menentang dan menyakiti hati kedua orangtuanya, terutama kepada ibu. Gelegar petir membuat tubuh renta Walang semakin mengenaskan. Ia berbaring di pojok dedaunan rindang. Menahan sakit yang tak tertahankan. Tanpa teman, tanpa seorang pun menemani Walang.
Tanpa diduga Petir menyambar pohon tinggi dan membuat aliran listrik itu menyebar dan mengenai tubuh Walang. Ia tersambar petir, dan mati seketika. Mati bersama dengan hamparan sesal dan ketidak ridho-an sang ibu. Ia mati sia-sia. Penuh penyesalan dan penuh dosa.
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita diatas dan jadilah anak yang berbakti kepada kedua orangtua. Maka hidup pun akan terasa mudah apa yang menjadi cita-cita kita Insyallah dikabulkan karena Ridha Allah adalah Ridha kedua orangtua terutama Ridho Ibu.



Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan