Senin, 27 Maret 2017

Ketika sahabat satu persatu pergi

3/27/2017 09:35:00 AM 0
Ketika satu persatu sahabat pergi meninggalkan kita sendiri, bukan pergi untuk selamanya dari dunia ini. Hanya saja terpisah ruang, jarak dan waktu. Terpisah antara kota dan budaya. Sahabat sejujurnya aku tak mampu menahan tangis ku saat aku benar-benar mengingatmu, mengingat masa-masa kita bercanda dan lalui semua. Marah, Tangis, Tawa, Cemooh sudah menjadi makanan hari-hari kita. Tak akan mungkin satu dari itu sanggup aku lupakan.

Sahabat, kini aku sadar bahwa kehidupan kita tak mungkin selalu bersama, kita tak harus sama ku tahu kita berbeda tapi ternyata perbedaan karakter kita, itu semua membuat kehidupan ini menjadi lebih berwarna.

Sahabat.. mungkin tak banyak kata maaf dari ku dahulu, mungkin aku tak banyak berbuat baik padamu, mungkin malah banyak sekali kesalahanku padamu kesalahan yang sengaja ataupun tidak kusengaja telah menggores luka dihatimu. Tapi apa? kau memaklumiku.. dengan tetap bersikap ramah padaku tetap bersikap sabar padaku, munkin.. ada saat-saat kau kesal padaku hingga terkadang kata sumpah serapah keluar dari mulutmu. Tak apa buatku sahabat, asalkan itu membuat hatimu baik..

Tetap sadarkan aku sahabat ketika aku mulai jauh dari kata Ramah, ketika aku mulai dekat dengan kata Angkuh dan sombong. Tegurlah aku sahabat.. sejujurnya kehidupan ini memanglah seperti ini. Ketika ku mulai menyangai orang-orang yang ku sayang mereka pergi dan percayalah sahabat, doa ini tak akan putus walau kita terpisah jarak.

Kenanglah aku dan ingatlah aku selalu sahabat, akupun tak akan pernah melupakan orang-orang yang hadir dan membuat hari-hariku lebih indah.
Kelak kita kan melihat suatu saat kamu dengan keluagamu yaitu suami dan anak-anakmu, aku dan keluarga ku. Mengunjungi rumahmu, berpelukan denganmu meneteskan air mata bahagia karena bahagia memiliki sahabat seperti dirimu.

Terima kasihh..
Terima kasihh..
Karena telah hadir didalam hidupku dan membuat hari-hari ku menjadi lebih kuat disaat aku jatuh, menjadikan ku tak lagi cengeng disaat aku menangis..Untuk sahabatku di mana pun kau berada.. ingatlah kelak, sahabat sholihah ialah sahabat yang mampu mengantarnya hingga ke akhirat.

Semoga kelak kita dapat bertemu kembali di dunia maupun di akhirat. Aamiin Allahhuma Aamiin

Rabu, 15 Maret 2017

Hal terkonyol yang pernah gue lakuin

3/15/2017 11:39:00 AM 0
Jujur aja gengs.. entah kenapa gue menjadi makhluk yang penuh dengan tingkah absurd dan berujung menjadi bahan bully-an. Gue gak ngerti sama diri gue ini sebenarnya gimana dan kenapa dan ada apa haha..
Gue udah sangat-sangat hati-hati dalam bertingkah tapi tetap aja kebodohan yang ada di diri gue ini memang patut dirukiyah sepertinya.

Mungkin gue akan jujur di sini, dan it's ok, because this is funny
Gengs kalian jangan heran ya.. mana kala tulisan gue suka berubah-ubah gaya, berubah kata, berubah makna dan berubah warna. (Kayak Bunglon) haha

Sebenernya banyak banget sih tingkah konyol gue cuma ini udah beberapa kali dalam dua minggu. Cobak bayangkan dua minggu haha..

Oke hal terkonyol yang pertama adalah..

Minggu lalu gue ke kampus dengan menggunakan pakaian yang simple, yaitu baju dress merah, dress pendek sih gak panjang kaya kemeja gitu tp bukan kemeja apa ya itu namanya ya gitu deh entahlah dan memakai kerudung warna hitam. Di kampus dengan kelas baru, suasana dan teman baru otomatis semangat juga baru dong? nah, pas mata kuliah SDM itu si dosen nyuruh para kaum adam untuk berdiri karena memang belum dibentuk ketua kelas. Jadilah yang cowok pada suruh berdiri. Kata dosen begini kurang lebih "Coba, Nak, yang laki-laki berdiri... masak belum ada pembentukan pengurus kelas" Lalu semua diam dan saling memperhatikan, gue yang sedang bengong entah memikirkan apa waktu itu, tanpa sadar ikut-ikutan untuk berdiri juga. Tanpa merasa berdosa muka gue yang teramat flat itu baru sadar saat seorang teman laki-laki berkata "Ndah, lu ngapain berdiri? Hahaha..." katanya sambil tetawa geli, "Wah jiwa ke Laki-lakiannya mucul kan tuh ahaha" Kata temen gue yang satu lagi. Entah butuh beberapa detik untuk mencerna kata-kata mereka yang pasti gak ada satu menit pun gue duduk dan salah tingkah akibat tingkah konyol gue sendiri, Gue malu bukan main dan gue mengeluhkan tingah gue dan mentertawakan diri sendiri seakan Image yang udah gue bangun selama pertemuan kelas baru menjadi hancur gara-gara tingkah absurd gue sendiri.
"Loh iyaa.." Gue duduk seketika dan "What the fff...." gue mendongkol dalam diri, mengutuk dan rasanya ingin menutup muka dengan karung goni.
"Hahahaha... endah, endah"
"Ahhhh.. pea banget sih gue.."
"Iya emang pea.."

Teringat akan tugas kelompok sepulang dari kampus gue membuat group di WA dan rata-rata dari kami memang belom saling mengenal, hingga pada suatu hari #Yeelah hahaha, hingga pada saat itu munvullah #AHapaansih haha..., sampai ketika ada anak laki-laki mengirim pesan pribadi ke gue dengan emotion Tangan jempol, alias OK.  Alis mata gue berjingkat satu #padahalGueGakPunyaAlis haha. Agak lama gue memikirkan untuk membalas dan akhirnya gue berkata "Mohon kerja samanya ya :)". Dia yang sadar akan balasan chat gue itu secara cepat mengklarivikasi "Eh Maaf, tadinya mau chat digroup malah kesini hehe" dan tiba-tiba alis gue naik lagi, dalam hati gue berkata "Hah?, perasaan kalau cahat di group tinggal ngirim deh, lah kalau dia ngirim ke gue kan berarti sempet liat profil WA gue dong? walaupun kita belum saling men-Save Nomor telephone? bener gak?" hahaha ada rasa ke-PD-an muncul didalam diri gue. Ya Allah Amit-amit dah yak guemah hahaha...gak lama gue bales
"Hehe ia selooww.."
"Btw, endah yang mana yak? gue belum engeh soalnya hehe"
"Itu loh yang kemaren pakek baju Merah kerudung hitam."
Dan kalian tau apa balasannya?
Oke dia ingat gue ingat banget malahan
Makasih loh...
"Oh itu.... yang kata Dosen yang merasa laki-laki berdiri tapi lu malah ikutan berdiri ya? hahaha *Emot Ngakak Banyak*
"Sadis nih orang emotnya banyak banget bahagia banget keliatannya lagi. Sial!" hati gue merongos, dan seketika gue balas secepat kilat "Eh, sial haha.. itu gue gak sadar tau kalau yang disuruh diri cowo doang, Ya Allah malu pisann"
"Hahaha untung yang lain pada kaga liat, gue doang yang liat.. Mau ngetawain gak ada temen haha"
Makin sadis lah ini mah .. dengan termelas gue membalas "Jangan gituuu sihhh ya Allah.. Jahat :("
"Hahah udah jangan diperpanjang ah.. kasian yang punya hajat"
"Iya , yaudah please cukup lu dan tuhan yang tau ya pleasee....." kata gue memohon
"Huahah iya yowes, yowes.. ngenes dengernya *emot ngakak lagi*

Kedua. Ini saat di kantor dan ...
Ceritanya gue dapet naskah Quanta dan disuruh melayoutnya. Gue lihat ini editornya editor baru. Ya, memang beberapa minggu ini banyak sekali orang baru hehe, dan gue menchat editor itu dengan sopan awalnya. Karena ingin meminta file untuk dijadikan pdf setelah mendapatkan file pdf. Gue lihat file wordnya, tapi gak bisa dibuka akhirnya niat gue tadinya itu mau minta Convert-in sama temen gue namannya Marchya tanpa lihat dengan jelas gue kirim file itu ke Chat yang gue rasa Marchya itu. Seperti ini "Buk, tulung convert-in dong buk, kaya biasa ya..." tanpa melihat lagi gue ngirim kesiapa karena gue yakin ngirim ke Marchya dan gak lama ada balasan "Convert ke PDF?" katanya dan gue pun terheran sambil berkata dalam hati "lah masa si marchya gak tau sih maksud gue."

Ternyataaa..... hahah
gue salah chat, di komputer tertulis nama Hendiputra bukannya Marchya.
Ya ALLAH pantesaaaaan aja dia kaga mudeng  dan gue juga gak mudeng haha.. secepat kilat gue meminta maaf dan ngerasa tengsin abis gilak, subhanallah ndah, tobatlah kauuuuu!!! sadarlah!!!

Hahaha.. udahs egitu dulu yak.. mau makan nih


Selasa, 14 Maret 2017

Quote for muslimah

3/14/2017 01:58:00 PM 0
Ini catatan yang mungkin saja bisa mengetuk isi hatiku, dan berharap bisa mengetuk hati kalian semua. Mungkin ini sebagai catatan pribadi ku. Tapi terimakasih karena kalian telah menemukan catatan ini.

"Ada saatnya masa di mana kita benar-benar disibukan oleh kegiatan dan tak mungkin sempat memikirkan perasaan tak terbalaskan dari cinta yang kita harapkan."

"Tak ada salahnya menceritakan kesedihan atas kesakit hati-an mu pada Bulan.
Lihatlah ia walau dikelilingi oleh awan hitam ia tetap bersinar terang.
Jadilah kuat wahai teman, biarlah cinta semu itu Kau tinggalkan.
Karena, Tuhan telah menggariskan takdir kehidupan untuk saling hidup berpasang-pasangan.
Tak usah galau berkepanjangan karena Tuhan telah menyiapkan apa yang selama ini menjadi harapan"

"Salah satu cara terbaik untuk menghindari rasa kecewa adalah dengan tidak berharap apapun dan dari siapapun"

"Jika kamu jatuh cinta, katakan padanya:
Maaf karena saat ini aku memilih menjauhimu. Meski karenanya, aku harus membakar diri dengan api kerinduan. Saat Ini, aku memilih melepaskanmu. Meski karenanya, aku harus menusuk diri dari duri kesepian.

Aku takut hal yang mungkin akan terjadi pada kita nanti diluar batas kemampuan kita. Menjauhi mu adalah alasan terbaik bagiku. Meski begitu aku kan selalu mendoakanmu, dan mencintai mu dengan menjaga jarak kita. Mencintai secara diam bahkan lebih mulia dari pada harus selalu berdekatan.

Mari menjauhi sementara. Mari saling menghormati dengan cara menjaga jarak pandang kita, Mari berpisah sementara, agar nanti besama selamanya. Mari melepas sementara, agar lusa bersatu selamanya."

"Ayah.. untuk segala lelah semoga Allah swt. Menghadiahkanmu Surga di akhirat kelak.

"Dear Allah.. Thanks For Everything I Have"

"Tidak masalah bila kita belum berhasil dalam menggapai impian setidaknya kita sudah berjuang dan Allah tidaklah tidur"

"Sesungguhnya teman banyak sekali kau temui tapi tak dapat kau temui satupun sahabat yang benar-benar menyayangimu seperti ini, maka itu bersyukurlah memiliki sahabat shalih yang mempu menuntunmu hingga ke akhirat kelak"

"Jika kau temui aku dalam keadaan asing tak seperti biasanya, jangan kau pertanyakan mengapa aku berubah. Karena aku hanya ingin hijrah"


Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan