Jumat, 20 Januari 2017

Teluh

Monika menangis saat jatuh tersandung batu di taman. Dari jauh nampak seorang wanita berlari dengan muka tampak ketakutan. Dilihat anaknya jatuh saat bermain bola bersama temannya. Sang ibu buru-buru memegang tangan dan terilihat sedikit memar juga darah segar yang keluar dari tangan sang buah hati. Namanya Monika. Ia lahir dan memiliki tanggal dan tahun yang dirahasiakan oleh keluarga, Monika memiliki keluarga yang sangat menyayanginya walau kenyataannya Monika adalah anak yang kurang mampu. Namun kasih sayang tak pernah tak ia dapat sedikitpun dari kedua orangtuanya. Beda dengan teman-teman sebayanya yang otomatis selalu ditinggal orangtuanya kerja. Monika hidup dengan sederhana dan bahagia bersama kedua orangtuanya, semakin besar ia tumbuh dan semakin besar harapan orangtua kepadanya. Biar Monika bukan lahir di keluarga yang kaya raya Monika selalu mempunyai harapan masa depan yang baik Cita-citanya simple ia ingin sekali membuat keluarganya bahagia dan bangga kepada dirinya.

*Sebentar lagi ujian tengah semester, dan aku harus mempersiapkannya mulai dari sekarang. Pikiriku. Aku selalu bersungguh-sungguh dalam pendidikanku. Kini aku duduk dibangku kelas 2 SMA Negri di jakarta. Dari kecil aku selalu memipikan dan membayangkan aku bisa duduk dibangku perkuliahan yang aku impikan. Aku memang bukan anak orang kaya. Maka itu aku kan terus berusaha untuk mewujudkan impianku. Hari ini aku belajar sudah cukup lama sekitar 5 jam dan aku benar-benar lapar saat ini. Ku coba keluar kamar dan menuju ruang makan. Tapi tak kudapatkan sedikitpun makanan di sana. Bahkan nasi pun hanya cukup dimakan 1 orang saja.
"Yah nasinya tinggal segini ini sih culup buat makan emak doang” Aku berlalu pergi meninggalakan meja makan dan kembali ke kamar. Tanganku mencoba meraih beberapa buku tak perlu berpikir panjang aku membuka buku fiksi karangan penulis favorite ku. Tapi entah tiba-tiba mataku berat dan akupun terlelap akan mimpi.

**Di dalam rumah kontrakan berpetak ini saya tinggal, nama saya Anjani mungkin biasa dipanggil Ani oleh para tetangga. Saya tinggal dengan suami yang tak resmi. Kami hanya menikah diatas kertas., ya kami menikah sirih semenjak, suami saya meninggalakan istri lamanya.  Sebenarnya ia tidak bermaksud meninggalakan istri lamanya. Hanya saya pikir ia sudah bosan berumah tangga dengan istri lamanya, karena yang saya dengar Mantan istrinya itu sering meminta duit yang tak disangupi oleh suami saya. Sebenarnya mereka belum ber-Cerai. Sang mantan istri dua bulan yang lalu mendatangi kontrakan saya pagi buta sekali mungkin agar para tetangga tak mendengarya.
“Woii Buka !!”
“Kamu... ngapain kesini?”
“Dasar lo keluarga Anjing!, Bangsat! Biadap! Lo ngerebut semuami gue Cewe murahan! Lonte!”
Ia terus saja mengherdik saya, mencaci maki saya, sungguh saya malu karena takut-takut didengar oleh tetangga. Tak lama suami saya datang dengan muka maram karena heran pagi-pagi sudah membuat keributan. Apalagi ini masalah antara suami saya dengan mantan istrinya itu. Saya melangkah mundur, keributan tak tertahan lagi, terlihat sebuah pukulan keras di pipi suami saya yang diakibatkan oleh mantan istrinya itu. SAIKO TUH CEWE kata saya dalam hati. Suami saya hampir saja membalas tamparan itu namun tertahan karena teriakan dari gadis yang dibawa sang mantan istri.
“Ayah Jangan!!!” kurang lebih teriakannya seperti itu
“...”
“Apaa? Kenapa gak jadi mukul muka gue?, takut lo? Karena gue bawa karin sekarang?”
“lo masih punya rasa kasihan sama gue?, setelah semua yang lo lakuin terhadap gue dan karin? Dia anak lo! Hasil buah cinta kita berdua! Kenapa lo tega ngelakuin ini semua sama gue?!”
“gue pikir kita akan hidup bahagia berdua, tapi apa kenyataannya? Semenjak lo kenal si Lonte ini keluarga yang kita impikan hancur sudah!”

“eh lonte!!! Puas lo udah ngerusah kehidupan rumah tangga gue?!”

To be Continue.. sebenernya gue masih bingung ngasih judul yang pas untuk cerita ini hahaha maafkuen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan