Kamis, 26 Januari 2017

Hai.. Apa Kabar Kamu?

         Ingat kah kamu.. dahulu selalu saja kau kirirm kan puisi indah untuk ku. Wahai bunga yang mewarnai hariku, Maafkan aku yang dahulu tak menyadari warna ini berasal darimu. Selalu ku abaikan kamu dan menganggapmu bagai bunga yang hanya tumbuh tak berguna.

Ini aku senja yang setiap sore kamu kagumi dari bawah sana. Dan aku terus saja diatas tanpa benar-benar melihatmu dengan jelas. Maafkan aku bunga yang selalu saja menyinari hari ku. Aku terlalu sibuk pada mereka yang begitu menyukai ku, sibuk pada mereka yang mengaggumiku, bahkan melebihi kagummu kepadaku. Maafkan aku mencampakanmu, dan tak pernah melihatmu. Kini aku menyadari.. Ya .. aku benar-benar menyadari bahwa warna ini semua dari mu. Awal memang terasa dekat saat bersama mereka tapi entah mengapa lagi-lagi aku gagal dalam mempertahankan hubungan dengan mereka. Aku tahu kamu menyukaiku wahai bungaku. Walau kau hanya memiliki dua daun di batang mu, dan meredup saat Aku (Senja) mulai datang. Sesungguhnya kamu selalu memperhatikan aku bukan?

"Wahai bunga.. boleh kah aku bertanya satu hal padamu?"

"Mengapa kini kau tampak layu? apa aku terlalu membuatmu sakit hingga kini kau layu tak berdaya?"

Kau bilang "Tidak, Tidak apa.. ini semua bukan salahmu"

"Lantas apa?"

"Aku hanya sedang berusaha untuk melupakanmu... mengertilah kau wahai senja, aku bahagia ketika melihatmu bahagia walau aku tak pernah bisa memilikimu. Tapi saat kau luka seperti ini.. kau lihat aku? aku pun ikut terluka, berbahagialah wahai senja, bersama angin yang mungkin selalu bisa menemanimu. atau bersama burung yang tiap sore rajin menghampirimu."

"Maafkan aku.. yang tak pernah menyadari ketulusan cintamu wahai bunga ku"

"Aku akan baik-baik saja percayalah" itu kata-mu padaku.

"Lalu bagaimana kabarmu, apakah aku sudah tergantikan dihatimu?"

"Kabar ku baik, ya untuk saat ini kumbang sedang rajin menghampiriku, ia ingin lebih dekat padaku"

"Oh.." Tak mampu ku berkata dan jujur aku terluka bungaku

"kelihatannya kalian berdua, memang sudah saling dekat ya, sudah lama kah?"

"Belum baru beberapa bulan ini.. karena kumbang juga pernah sakit hati oleh bunga yang kini mati begitu saja akibat racun yang dihisapnya"

"Oh begitu.. kalau begitu.."

"Kalau begitu.. sebaiknya kita tidak usah membicarakan hal ini lagi wahai senja.."

"Apa? oh.. iya tapi kenapa?"

"Senja aku ingin jujur kepadamu.. Kita bagaikan Langit dan bumi yang tak akan pernah bisa menyatu walau kita memiliki perasaan yang sama. Dulu memang aku menyukaimu, mencintaimu bahkan aku hampir putus asa dibuat olehmu. Tapi Senja berdamailah pada hidup ini. Kau lebih pantas bersama Angin yang mampu menemani hari-harimi nantinya, dan lihatlah aku membutuhkan kumbang dan kumbang membutuhkan aku. Kita sama-sama saling membutuhkan. Jadi sudah lupakan semua perasaan ku pada-mu"

"O.. O.. okee. baiklah kalau itu maumu, maafkan wahai bunga yang terlambat untuk kusadari bahwa kau lah yang begitu mewarnai hidupku."

"Iya .. Maafkan aku juga yang telah jatuh cinta pada-mu. Wahai senja yang selalu aku nanti dan ku rindukan."

Hai teman-teman thank you so much udah mau baca filosofi absurd ini. Maaf kalau kalian gak menegerti.

Senja ini adalah sosok lelaki yang amat dirindukan oleh Bunga(perempuan) yang pernah jatuh hati padanya. Tapi karena perbedaan pendapat dan hati bunga yang sudah tak lagi meyukai senja mereka memeilih untuk saling melupakan dan hidup bahagia bersama pasangannya masing-masing.

so.. siapa yaaa laki-laki dan perempuan yang dimaksud kali ini? Huahaahahahahah

gatau deeeh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan