Selasa, 13 Desember 2016

Mengenang mu

Bulan benderang menyinari malam, namun tak lama tertutup oleh kabut awan. Namun ku pandangi bulan dan sedikit mengharapkan kau datang. Ku ceritkan kejadian hari ini berharap bulan kan menyapaikan sebuah perasaan. Ya perasaan ku padamu. Selalu membelenggu tak tahu waktu dan semakin kelu. Aku sudah lama berjanji tak akan seperti ini lagi. Namun nyatanya aku tak mampu. Perasaan ku kian merau berteriak memanggil nama-mu ku yakin engkau sadar itu tapi kau diam dan pergi tinggalkan ku.

            Sejak kejadian malam itu berlalu, ku pandangi sebuah album foto yang terletak tak jauh dari mejaku. Ku buka selembar demi selembar album itu. Melihat begitu banyak foto kenangan ku padamu, ingin rasanya ku buang semua itu.. Tapi apa ? Aku tak mampu!! Kamu tahu? Aku tak mampu walau hanya membakar satu lembar foto kenangan itu. Kurang ajarnya adalah air mata ku yang jatuh tanpa permisi dulu padaku. Aku tersedu, kian tersedu. Tak mengerti apa yang terjadi, tapi yang ku tahu dan kurasa saat ini hanya sesak-sesak di dada, kurasakan teramat sakit di dada.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan