Kamis, 24 November 2016

Don't be sad.. Allah with you

Pagi dini hari sekali handphone ku berbunyi, aku mengerti bahwa tanda ada Chat yang masuk ke aplikasi Bbm ku. Ku buka chat itu dan ku dapati nama yang tak asing bagi ku yaitu sahabat kecilku. Namanya Tami ku anggap ia sahabat karena ia telah mengerti betul seluk busuknya diriku. Kami berteman sudah hampir 16 tahun lamanya, memang sebelumnya ia bukan warga asli daerah ku, ia pindahan dari jakarta ke tangerang. Kami masuk SD yang berbeda hanya berbeda angka, aku sendiri di SDN 01 sedangkan dia di SDN 03. Menjeleng UN SD saat itu, niat kami adalah bisa bersokal SMP yang sama di daerah kami. Tapi apa daya kami terpisah. Aku sendiri memilih sekolah SMP Swasta, dan ia bersekolah di SMP Jakarta.
Kami menjalani kehidupan kami apa adanya, dengan keterbatasan dan juga kesederhanaan yang kami punya.

Ku buka Pesan dengan menggunakan tangan kiriku,  karena tangan kanan sedang memegang sendok makan. Ku baca dengan raut muka heran.
"Ndah, help me please.."
"Apaa?" Balesku singkat
"Aku boleh pinjem uang kamu dulu?, Please ndah aku gak ada uang buat jalan kerja hari ini.. Aku pinjem 100 aja. Tapi aku gantinya pas aku gajian ."
"Tapi kemaren aku udah ambil segitu dan sekarang sisa segini .. " sambil mengirim saldo di M-Banking
"Kamu gak ada juga ya?"
"aku musti gimana ini, bingung duit ku tinggal ceban didompet, bingung minjem siapa juga"
"Nyokap gak ada juga emang?"
"Gak ada dia, bener-bener bulan ini pengeluarannya... :("

Sengaja ku abaikan dan berpikir sejenak, "kasian juga sih, dia kan naik angkutan umum.. mmm gimana uang yang ada di dompet buat dia aja ya? aku kan kerja naik motor ini, yang penting ada bensin udah tenang deh." batinku berbelas kasih.

"Kalau RPxx segini cukup gak?" gak sampai 50 ribu sih aku memberi tapi setidaknya ada ongkos dia untuk sehari ini.
"Mau ngasih Cash?, katanya uang kamu juga tinggal segitu di dompet?"
"Tenang aja sih kan aku kerja naik motor, asalkan ada bensin mah udah tenang deh..., lagian kenapa sampe abis banget tumben?"
"Yaudah aku lagi di gang XX mau jalan kerja, ketemuan ya di depan rumah Pak Kijo"
"Iya sebentar abis makan"

Setibanya di tempat ku lihat dia dibonceng oleh lelaki, ya siapa lagi kalau bukan adiknya yang nomor 2 heemm pertamakalinya aku lihat ia menangis, setahu ku sebesar-besarnya masalah yang ada di kehidupannya ia berusaha untuk tetap tegar dan tak menangis tersedu-sedu seperti itu. Menyesakan sekali melihat teman yang kita sayang menangis hanya takut tak bisa berangkat kerja dan pulang kerja akibat tak memiliki uang. Menyesakan sekali apabila jadinya akupun tak memberikannya uang untuk pegangan nantinya.

Aku sendiri juga sering membiarkan isi dompet ku kosong walau memang aku berkendara motor, tapi sebenarnya itu memang tidak baik, yang dikhawatirkan nanti adalah saat tidak membawa uang cash entah ban bocor, dan tidak ada atm di sekitar.

Memberikan sedikit uang yang ku punya tanpa menghawatirkan diri ku sendiri. Hahah itu memang sifatku dari dulu, teman-teman dekatku lah yang merasakannya. Bukan aku menyombongkan diri, tapi ketahuilah saat kita membantu sesama dan orang yang kita bantu benar-benar butuh itu rasanya hati bahagia banget.. entah apa yang membuat bahagia, karena aku tahu jika kita ingin ditolong seseorang maka dari itu sebaiknya berbaiklah dan banyak menolong orang. Karena kita tidak bisa hidup seorang diri di muka bumi ini.

So for my best friend.. Don't be sad.. Allah with you and i'm with you..
You can call on me for one two three all be there...
Do you remember? when we played together as a child, and you all know how my shortcomings?

So ... Keep Moving On, Stornger, and Don't give up

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan