Minggu, 17 April 2016

Dia dan Kamu juga Aku dan Temanku?

Dia dan Kamu juga Aku dan Temanku..
Judul yang aneh, bukan?
Biasanya, kan, Aku dan Kamu juga Dia.., tapi mengapa DIA nya menjadi dominan ? Dan Temanku?
Haha… entahlah namanya juga penulis aneh dan hanya menuliskan yang ada di pikirannya haha…

Pertemuan singkat ini membuatku terus tersiksa, aku bahagia saat kudapati kamu datang di sebuah acara yang kita hadiri bersama
Aku bersama temanku yang lain duduk manis menantikan kedatangan yang lain…
Berniat dalam hatiku dan harapku ingin sekali bertemu denganmu…

Lalu beberapa menit kemudian kamu beserta kedua temanmu datang dengan gagahnya
Sempat kulupakan dirimu dan melihat ke arah temanmu
Ya… temanmu yang selalu mengisi hari-hariku di sekolah saat kamu menjauhiku

Senangku menjadi bertambah, di kala kamu dan dia datang bersamaan
Mataku fokus terhadapmu dan dia
Tanganku gemetar saat menatapmu dan dia bergantiaan
Sampai makanan yang ingin kulahap jatuh begitu saja

Lalu temanku tersenyum begitu saja saat menatapku
Ya, rupanya dia sudah peka akan sikapku
Tak lama kalian bersantap dan aku ingin mencoba menghampirimu
Namun...

Saat aku duduk di dekat kedua temanmu
Kamu malah memilih duduk di samping temanku dan bersantap bersamanya
Ahhh... sungguh pemandangan yang tak ingin sekali kulihat
Aku cemburu melihatnya
Namun apa boleh aku cemburu terhadap teman baikku?

Kusekat airmataku diam-diam
Tapi sesekali kulirik kamu dan temanku
Yaa... begitu bahagianya kalian berbincang dan tertawa, seakan dunia hanya milik kalian berdua
Oh... Tuhan... lagi-lagi aku cemburu dibuatnya

Sampai kapan perasaan ini ada untuknya..
Ahh.. kucoba mengalihkan pandanganku ke belakang dan mengobrol dengan dia..
Ya diaa... entah...
Aku tak bermaksud untuk mencari sosok dirimu di dirinya..
Sesungguhnya tak akan ada yang dapat menggantikan posisimu di hati kecil ini

Diaa..
Sosok pria yang pendiam dan memiliki postur tubuh yang sempurna
Hampir tak memiliki cacat di luar
Seandainya saja... dia datang lebih dulu sebelum dirimu
Mungkin aku lebih memilih dia dibanding harus terus berharap yang tak pasti kepadamu

Aku tertawa kencang karena ulah temanku
Dan aku pun tak ingin terlihat cemburu di hadapan sahabatku
Tapi apa daya sahabatku yang sedang duduk bersamaku mengetahui raut tak bersahabat di wajahku
Sahabatku pun mulai mencoba mengirim pesan terhadap temanku

Aku pun menanyakan pada sahabatku untuk apa dia mengirim pesan kepadanya
Dan mengatakan pada sahabatku supaya tak mengkhawatirkanku
Namun dia hanya menjawab bahwa tak ada sesuatu apa pun yang ia kirim

Aku tahu dia bohong dan dia juga tau aku berbohong
Perasaanku saat itu hanya bisa menyeka air mata sedalam-dalamnya
Aku tak ingin terlihat cemburu
Namun hati ini tak bisa berbohong.

Dia...
Dia menangkap raut wajah tak enak dariku...
Diapun memperhatikan kamu dan temanku saat bersama
Rupanya dia mengerti mengapa aku terus menatapnya dan mengalihkan padanganku terhadapmu

Namun...
Sekali lagi aku memperhatikanmu dan temanku
Lagi-lagi pemandangan yang membuatku hanya bisa merasa gerah dan hanya ingin menangis melihatnya
Apakah kamu punya hubungan yang lebih terhadap temanku?
Apakah temanku mulai suka terhadapmu?
Aku tak tahu seberapa dekat kamu dan juga temanku..
Tapi patutkah aku cemburu?
Pantaskah aku cemburu?
Aku rasa tidak...

Aku telah sering berdoa kepada Tuhan dan berharap agar bisa melupakanmu
Tapi apa daya hati ini...
Setiap kali aku bertemu denganmu nyatanya perasaan itu masih ada..
Tuhan, haruskah aku lenyap dari dunia ini?
Atau haruskan aku menghapus semua ingatanku tentang semua teman-temanku yang ada disini?

Aneh memang...
Entah kurasa tak ada satu orang pun yang mengerti perasaanku saat ini
Awalnya aku biasa padamu, tapi saat melihatmu lebih dekat dengan temanku
SUNGGUH…
Itu membuatku tersiksa...
Aku ikhlas jika kamu tak memiliki perasaan yang sama padaku
Aku ikhlas kamu tak membalas cintaku
Aku pun ikhlas jika memang tidak berjodoh denganmu
Atau bahkan tak pernah dekat denganmu
Aku kan bahagia melihatmu berpasangan dengan wanita yang kau cintai

Asal jangan dengan teman baikku
Lebih sakit rasanya daripada kamu tak membalas segala perasaanku
Lebih sakit saat mengetahui kamu ternyata lebih dekat dengan temanku

Kalau pun kalian benar-benar dekat, aku mohon jangan di hadapanku
Bisakah kalian lakukan itu?
Bisakah kalian menjaga sedikit perasaanku?

Tak taukah kamu seberapa lelahnya aku mengarapkanmu?
Berharap agar bisa dekat seperti dulu
Tapi nyatanya kamu lebih dekat dengan temanku..

Tuhan aku tak menyalahkanmu yang menciptakan hati ini untuknya
Tapi aku akan menyalahkan diriku sendiri yang apabila terus mengharapnya

Bahagialah selalu kamu...
Entah dengan siapa hati ini akan berlabuh
Kuyakin suatu saat nanti hati ini akan sembuh darimu
dan kita saling mengucapkan
"Selamat Menempuh Hidup yang Baru"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan