Minggu, 14 Juni 2015

Penyesalan Dan Perubahan


Penyesalan Dan Perubahan
Desa kumbang harum terkenal dengan gadis - gadis yang berparas cantik dan rupawan semua nya gadis - gadis disana mendekati sempurna namun kebanyakan dari gadis  disana berprilaku tidak baik bahkan senonoh.
sedangkan didesa kumbang sari terdapat gadis - gadis yang berparas biasa saja namun luar biasa akhlaknya di dalam desa kumbang sari setiap perempuan diwajibkan memakai jilbab dan diadakannya komunitas remaja islami didesda tersebut yang rata - rata usianya meliputi 15 tahun - 23 tahun merea para remaja rutin mengadakan kegiatan yang postitif seperti baksos untuk orang yang tidak mampu dan lansia juga anak yatim piatu , pengajian juga diikuti dengan lomba - lomba menghafal surat al-quran, lomba adzan untuk para anak laki - laki yang berusia 6-10 tahun dan masih banyak lagi..

dua orang gadis cantik bernama Latifah dan Hanafi dari desa kumbang sari mengundang para remaja di desa kumbang harum , latifah yang memakai kerudung serta baju syari nya berwanya biru muda tampak anggun dan sangat lembut sedangkan hanafi yang menggunak pakaian muslim dan rok yang dipadu padankan antara warna coklat dan pink juga nampak anggun mereka berdua perempuan yang sholehah dan juga baik hati . latifah juga hanafi menemui ketua RT Desa kumbang harum disana ia menjelaskan maksud dan tujuan mereka datang. setelah mereka berdua menjelaskan ke pada pak RT mereka berdua segera pulang di perjalanan mereka bertemu Ani dan Tuti sedang duduk santai didepan teras Rumah Tuti saat itu Hanafi sontak berucap
"Astagfirullah" kata hanafi spontan
dan membuat latifah juga ikut menggeleng kaget dilihatnya Tati dan juga Ani bersama dua cowonya yang sedang duduk berpasangan di teras itu hendak saling berciuman niat mereka jadi terganggu saat mereka tahu bahwa ada yang melihat mereka hendak berbuat yang tidak - tidak saat Ani tahu bahwa Latifah dan Hanafi yang datang Ani segera mendatangi layaknya marah karena sudah diganggu.

"Ngapain lo berdua kesini?" Tanya Ani dengan menekukan tangan kepinggang

"Maaf sebelumnya telah menggangu tapi disini kami melihat kejadian yang tidak baik jadi maaf jika saya kaget karena tadi
 " Jawab Hanafi

"Yaudah gausah banyak basa - basi mau lu pada ngapain disini?" Tanta Tuti sewot

"Kami berdua ingin mengundang kalian para remaja disini untuk mengikuti pengajian di Mushola Al-Kautsar" Jawab Latifah

"Oh pengajian.. Kapan - kapan aje dah ye gue datengnya gua gak ada waktu" Jawab Ani
"Sama Gue juga gak sempet tuh" Jawab Tuti kemudian

"Astagfirullahhaladzim.. hmm yasudah kalau begitu kita pamit pulang dulu Assalamualaikum" jawab latifah dan hanafi berbarengan

"iyaudeh gih dah pulang  ganggu aja !!!" Tanpa menjawab ucapan salam keduanya


saat diperjalanan Hanafi tak habis fikir dengan gadis yang ada di Desa Kumbang Harum
"Aku gak habis fikir deh fah ..." Hanafi memulai percakapan

"Kenapa? kamu masih mikirin kejadian yang tadi ya?" Jawab Latifah 

"Iya.. terutama gadis - gadis disana seakan tak tahu kesopanan dan tak punya tata krama apa mereka tidak diajari agama oleh orangtuanya?"

"Mereka diajari kok fi .. cuma nya aja mereka itu Salah Pergaullan.. Itu akibat jika mereka sudah bergaul dengan laki - laki yang tak jelas juntrungannya dan ya kamu tau sendiri mereka kebanyakan mereka dari keluarga broken home"

"Tapi tak seharusnya biarpun orang tua mereka Broken Home tak seharusnya mereka begitu" 
"Aku sendiri juga gak ngerti .. menurutku mereka hanya kurang perhatian dan mungkin dengan cara NAKAL mereka bisa mendapat perhatian dari orang disekitarnya"

"Naudzubillah ya Fah semoga kita dijauhkan dari hal - hal yang buruk diluar sana AMIN"
"AMIN ALLAH HUMAAMIN "

Hnafi dan latifah telah sampai di desa nya mereka berdua menceritakan keadaan Gadis di Desa Kumbang Harum itu Kepada Ibu ustadzah

"iya bu seperti itu ceritanyaa.." Hanafi menjelaskan secara rinci
"Astagfirullahhaladzim"
"Jadi gimana bu ustadzah apa kita tetap mengundang gadis - gadis di desa itu?" Tanya latifah
"Sudah terlanjur mengundang mau diapakan? kalau ada yang datang ya berbuatlah baik terhadap mereka yaa.. anggap saja kejadian tadi kalian tak pernah melihatnnya" Jawab Bu Ustadzah 
"Baik bu .. kalau begitu saya pamit pulang ya bu" Jawab Latifah
"Saya juga bu.. " Jawab Hanafi
"Asallamualaikum"
"Wa'alaikum Salam warahmatullah"

Acara dilaksanakan Pukul 19:00 s/d 21:00 WIB di mushola sudah tertata rapih yaitu karpet berwana hijau menggelar di sepanjang jalan mushola tampak remaja laki - laki mengangkat karpet dan membuka karpet sedangkan remaja putri menyapu karpet yang terlihat kotor sebagian ada yang menyiapkan manisan dan air teh hangat untuk anggota pengajian yang berjumlah kurang lebih 50 remaja.

latifah mulai mengingat kejadian tadi pagi saat bersama hanafi apakah para remaja di Desa Kumbang Harum akan datang?

tak selang beberapa menit muncul beberapa remaja laki - laki 4 orang datang dengan pakaian yang bersih 2 orang memakai baju koko panjang dan 2 orang lagi memakai baju koko pendek. sebersit senyuman muncul dari raut wajah latifah karena ada remaja dari Desa Kumbang Harum yang datang ya walau tidak banyak setidaknya merka menghargai undangan itu.
Latifah segera menghampiri dan diikutin oleh Nabil dibelakangannya

"Nab tuh ada remaja dari desa sebelah .. samperin yuk..."

"Mana?"
 Nabil melihat sekeliling

"Ituh" Tunjuk latifah

"Oh yaudah ayo.." Jawab Nabil

dan 4 remaja itu mengucap salam terlebih dahulu

"Asalamualaikum..."

"Wa'alaikum salam..." 

"Alhamdulillah ada yang datang juga"
 Latifah bersuara

"Hehehe iya kita dateng diberi tahu pak RT saat dimushola" jawab riko

"Alhamdulillah kalo begitu ... perempuannya mana?"

"Wah maaf kalo itu kita gak tahu hehe"
 Jawab Isa

"Ah yasudah tak apa hehe ayo silahkan masuk ke mushola"
"Iya terimakasih"

"Fah..." tangan latifah segera ditarik oleh hanafi

"YaAllah kenapa Fi ?" kaget latifah

"Itu Remaja Desa sebelah kan?"
 tanya hanafi

"Iya Fi .. Alhamdulillah mereka dateng..." 

"Umm... iya Alhamdulillah hehe tapi perempuannya?"

"Gatau biarin aja kalo perempuannya gak dateng juga hehe"

"Iyaaa malu - maluin "
 jawab hanafi

"Hushh.. gaboleh gitu"

"Keceplosan Fah hehe"

"Yaudah sekarang ayo kita rapihin acara segera mulai "

"Oke ukhti Latifah"




Aacara pun mulai ... yang dipimpin oleh Bapak Ustad Baharudin yaitu suaminya Bu ustadzah yanah sendiri hingga akhinya pun selesai yang dipimpin doa langsung oleh Remaja Desa Kumbang Sari Yaitu Nabil nama kempanjangannya adalah Mohamad Nabil Pratama sosok remaja laki yang gagah berhidung mancung berkulit bersih dan pintar mengaji serta rajin ibadah, tutur lemut terucap saat berbicara kepada Remaja Putri. Subhhanallah #AdaYangKayaGiniGakYa? SISAIN AUTHOR 1 YaALLAH hehe LANJUT !!!


Sedangkan Remaja putri di Desa Kumbang Harum semakin hari semakin tidak benar saja terutama Ani dan juga Tuti keseharian mereka berdua yaitu membawa pulang laki - laki kerumah Tuti namun setiap harinya berbeda lelaki antara lelaki yang kemarin dan sekarang pasti beda.

kecurigaan Pak Rt pun kepada Tuti dan Ani Pak Rt mencoba memergoki kelakuan 2 Remaja tersebut hingga pada akhirnya. Ketahuan lah mereka.

"ASTAGFRULLAH" saut Pak Rt kencang membuat dua remaja tersebut kaget bukanm kepayang dengan muka yang nampak malu Tati mencoba mengalihkan muka dengan seraya meraih pakaiannya yang jauh dari posisinya saat ini, Ani pun sama mencoba bangun dan segera menutupi badan nya yang hampir bugil.

"PAK RT !!" kaget Ani

"Bapaak ini bukan seperti yang bapak lihat !!" Saut Tuti

"Apa-apaan kalian ini hah !!! bermaksiat sebelum mukhrimnya mau jadi apa kalian ini !!!" Saut Pak Rt marah

"Maafin kita Pak Rt kita hanyaa..." jawab Ani merintih nangis

"Gak bisa dibiarin Remaja kaya kalian disini .. dimana orang tua kalian ?!" Tanya Pak Rt marah

"Orang tua saya sudah dua minggu tidak pulang Pak" jawab Tuti

"Keterlaluan !! sekarang ikut saya dan kalian boleh menginjakan kaki dari desa ini"

"Tapi paakk..." 
Ani menyaut kaget



Desa Kumbang Harum di hebohkan oleh remaja yang berbuat maksiat yang mana diketahui oleh Bapak Rt setempat wargapun menolak jika dua remaja tersebut tetap tinggal di sana akan membuat nama desa semakin tercemar jelek tidak seperti Desa Kembang Sari para gadis disana sangat sopan dan menjunjung nilai agama juga tata krama.

"Asalammualaikum" jawab Hanafi kepada 2 orang temannya yang sedang duduk

"Wa'alaikum sallam" jawab latifah dan rose

"Kalian udah tahu belum?" tanya hanafi

"Tau apa fi?" jawab rose

"Di desa kumbang harum ada yang berbuat maksiat..." dengan mimik muka yang heboh

"Astagfirullah.. siapa itu?"

"Katanya sih si Ani dan Tuti" 

"Astagfirullahhaladzim"  seru Latifah

"YAALLAH , Naudzubilah"

"Terus sekarang gimana mereka?"  Tanya Rose

"Ya aku gatau rose" 

"Yaudah jangan gosipin orang ganti topik aja yuk"

"Ini gak Gosip fah tapi kenyataan"

"Iya tau tapi ini sama aja Aib dan kita gak boleh membicarakan Aib oranglain.. paham kamu fi ?" Latifah menerangkan

"Iya fah Maaf"


SATU BULAN KEMUDIAN 

"USIR MEREKA BERDUA DARI KAMPUNG INI !!!"
suara amarah para warga tak bisa di tahan lagi.. warga sudah muak dengan tingkah remaja yang semakin hari semakin menjadi bahkan kabarnya remaja itu tengah berbadan dua

"IYA USIIIRR MEREKAAA !!!!!"

"Sabar ibu - ibu dan Bapak - bapak" pak Rt menenangkan

"Tidak bisa Pak mereka itu pelacur jadi harus di keluarkan dari kampung ini yang ada kampung ini menjadi kotor akibat ulah mereka !!" Saut salah satu ibu - ibu

"Astagfirullah .. iya iya saya akan usir mereka dari sini tapi ibu dan bapak tolong tenang dulu"


Pak Rt dan warga pun mendatangi rumah Tuti
keadaan rumah yang sangat amat kotor, botol minuman miras tampak dimana - mana , bau dan pengapnya ruah itu tanpa udara, pakaian yang berserakan dimana - mana. dengan penuh amarah warga Pak Rt sendiri pun harus melakukan pengusiran terhadap kedua  remaja tersebut. dari muka Tuti dan Ani tampak kebingungan dan memohon juga meneteskan air mata. Namun Tuti dan Ani tak mampu berbuat banyak karena sudah diamuk warga.


Setelah mereka diusir dari kampung mereka berdua pergi dan lontang lantung di jalan.
"Ani kita mau tidur dimana lagi?" tanya tuti kepada Ani

"Gue gak tau ..."

"Ueekk... " tuti merasakan mual yang sangat hebat

"Kenape lu ?" tanya ani

"Gue gatau ..."

"Jangan - Jangan Lo !!!" Ani menyangkal jikalau Tuti tengah Hamil

"...."

"Lu hamil tut !! Shittt lu kenapa bisa hamil sih hah?" Ani marah

"...." Tuti masih diam

"Sekarang lu telfon cowo lu dan suruh tanggung jawab !!!"

"Gue udah coba hubungin dia tapi nomornya gak aktiv"

"Begoo Lu Bego !!!" Ani marah dan menyalahkan tuti

"Lu jangan cuma bisanya Marahin gue lu gak ngerasain apa yang gue rasain kan liat nanti lu bakal ngerasain !!"

"Gak bakal gue kaya lu !!!"

"Eh kita ini sama - sama ya jadi gausah Munafik !!!"

"Sekarang gue bingung mau gedein anak ini gimana" kata Tuti lagi

"Ya lu urus lah sendiri .." Ani berlalu pergi dan meninggalkan Tuti sendiri

"Lu mau kemana !!!"

"Bukan urusan lo !!!"

"Cewe kaya lu gak pantes dipanggil SAHABAT !!! SHIT !!!"

"Serah lo ...."

"Setelah gue Hancur lu ninggalin gue gak lebih lu kaya cowo brengsek !!!"

Tuti menangis sendiri di pinggiran jalan yang kumuh dan becek meringis dan menyesal akan perbuatannya selama ini .. tuti mulai mengingat semua kejadian yang dulu ia pernah lakukan gadis yang malang yang diharapkan bapak dan ibunya dulu tidaklah seperti ini. namun ketika keluarganya broken home tuti terbawa menjadi gadis yang nakal dan salah pergaulan dari yang meminum minuman keras, menganja, melakukan sex bebas hingga ia kini tengah berbadan dua. Tuti sekarang tidak mempunyai tempat tinggal ia merasa sebgai makhluk yang paling hina. tak pantas lagi hidup dan tak berguna didunia hanya membuat dosa tak jelas akan hidupnya. tuti berfikiran untuk meloncat dari atas jembatan ke sungai namun saat tuti hendak berdiri diatas jempatan itu lagi - lagi nyawa tuti diselamatkan oleh latifah , latifah yang hendak berpulang dari pasar itu melihat tuti yang enggan bunuh diri disungai.

"YaAllah Sungguh Hinanya diri ku tak pantas aku hidup di dunia ini aku lelaah !!!" Tuti berteriak kencang diatas jembatan

"Sekarang waktunya buat mengakhiri hidup didunia yang penuh dengan orang - orang yang pendusta seperti aku ini ya ALLAH"

"Tunggguu Stopppp !!!!" Latifah berlari kencang dengan penuh ketakutan

Tuti menghentikan langkah kaki nya untuk melompat tuti pun melihat latifah berlarian menuju tuti dan tuti segera mengurungkan niatnnya dan segera turun

"Astagfirullah YaAllah Tutiii.. alhamdulillah kamu gajadi loncat huuhh huhh huhh" latifah berbicara dengan terengah - engah

"hiks hiks " Tuti memeluk Latifah erat dengan pakaian dan muka kusam juga bau yang sangat menyengat itu

'Tut.. gak begini cara menyelesaikan masalah kamu ... bukan gini caranya"

"Aku orang yang berdosaaa fah.. aku orang hinaaa maafin kesalahan ku fah..."

"Aku udah maafin segala kesalahan kamu .."

"Aku sekarang udah gak punya siapa - siapa jalan hidupku tak tahu arah aku hamil tidak ada yang mau bertanggung jawab dan juga Ani pergi meninggalkan ku begitu sajaaa aku merasaa aku begitu hina didunia ini ... aku telah mengecewakan kedua orang tua ku aku ... ak... hiks hiks"

"Tut... semua orang punya masala lalu yang lalu biarlah berlalu .. sekarang kamu mau janji gak sama aku?"

"Apa.."

"Kamu berubah yaa.. kamu BERHIJRAH DIRI menjadi yang lebih baik dari sebelumnya"

"Apa pengampunanku masih diterima oleh ALLAH.."

"Allah akan mengampuni segala dosa umatnya apabila mereka benar - benar dan berusungguh tobat dijalan yang benar"

"Tapi bagaimana caranya?"

"Ikut aku kedesa yah "

"Aku gak mau fah.. aku bakal dikucilkan disana dan apa yang mereka katakan tentang mu jika kamu membawa ku kemabali kedesa"

"Aku akan berdiskusi dengan Pak Rt setempatku.. kamu akan tinggal dirumahku hanya ada aku dan ibuku dirumah"

"Trimakasih latifaah.. maaf soal kejadian waktu kamu ngajak aku ngaji dan aku marah - marah"

"Iya gak apa tuti.. yaudah yuk"

"Iyaa.."






SAMPAI DI RUMAH

"Aslamualaikum bu.."

"Walaikum salamm... lohhh kamu !!! " kaget ibu karena latifah pulang membawa seseorang yang tidak lain adalah tuti yang dikenal sudah membuat masalah.

"kenapa kamu bawa dia latifah ?"
 tanya ibu kembali

"Ibu .. begini sebentar kita duduk dulu karena tadi latifah melihat tuti ingin bunuh diri disungai dekat pasar dan latifah pun sontak berteriak jangaan .. latifah tak tega bu latifah hanya ingin menolong"

ibu melihat mata kejujuran yang tersirat dari latifah ibunya pun menahan amarahnya dan mulai berbicara meredam

"Tapi kamu tahu kan nak .. para waga disana saja sudah tak suka dengan tuti gimana dengan para warga disini ?"

"Aku tahu ibu .. biarkan saja mereka bicarea apa tapi aku yakin Tuti bisa berubah" 

"Tuti sedang ahmil bu latifah hanya kasian terhadap bayinya" 
jawab latifah dan membuat tuti menangis sendu

"Itu anak dari hasil perzinahan fah kamu tidak seharusnya emnolong sampai sejauh inii " ibu latifah mulai pusing dan bingung

"Anak tidak lah salah bu jika saja tadi tuti bunuh diri mungkin bayinya pun tak akan selamat bu kasian"

"Ibu bingung sama kamu fah.. terserah kamu sekarang ibu masuk kamar dulu ibu pusing"

"Fah... apa sebaiknay kamu gak pikirin kata ibu kamu? apa yang terjadi nantinya?"

"Inshaallah aku udah siap tut aku cuma gamau anak kamu itu kenapa - napa"

"terimakasih sekali fah aku telah salah menilai kamu selama ini.. maafin aku faah hiks hiks" 

"yaudah iya iya.. sekarang kamu bisa membersihkan diri kamu ya"



Seminggu kemudian 
Latifah membuat para warga setempat tercengang latifah mengaji dengan membawa seorang gadis yang mereka semua ketahui yaitu Tuti .. kabar yang didengar warga tuti adalah wanita murahan yang hanya membuat masalah dan malu di desanya. saat sampai di mushola

"Aslamualaikum..." jawab latifah kemudian disusul salam Tuti
"Asalmualaikum "

mereka yang ada dimushola sempat kaget juga beraut muka marah

"Walaikum salalam... loh latifah kamu bawa siapa?" tanya bu ustadzah

"Maaf sebelumnya membuat Bu ustadzah kaget juga teman - teman lainnya ... kalian sudah mengenal dia kan dia tuti dari desa sebelah saya membawa pulang tuti dalam keadaan yang sangat deperesi waktu itu , tuti sempat ingin bunuh diri di sungai dekat pasar dan saya kebetulan lewat dan berteriak Jangan"

"Astgafirullaaah" kata teman - teman pengajian

"Kenapa sih lagian kamu pake nolongin orang kaya begitu biarin aja dia loncat harusnnya" Kata salah satu teman pengajian yang tidak suka

"Miaa astagfirullah gak boleh gitu !!!" seru bu ustadzah

"Terimakasih bu.." saut Tuti

"Nah sekarang maksud dan tujuan ifah bawa tuti kesini mau membuat tuti menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya bu"

"Subhanallah" kata bu ustadzah

"alangkah baiknya kamu ifah... untuk tuti silahkan beradaptasi dengan teman yang lain yaa sekarang pengajian hampir dimulai.. mari kita semua membaca Al-Fatihah terlebih dahulu.. Audzubilahh Himinasyaitonirojim BismilahiiRahmanirahiim...."

Pengajian telah usai fi akhir masih ada latifah dan juga tuti dengan bu ustadzah ..
Selesai sudah latifah mengaji kini waktunya bu ustadzah bertanya banyak tentang kejadian yang dialami tuti dan tuti pun diberikan pencerahan.. tuti menangis tak hentinya dia sekan manusia yang paling hina didunia ini..

"Sekarang masih ada waktu berubah buat kamu nak.. gunakan waktu kamu ini" kata bu ustadah kepada tuti

"Baik bu.. saya akan berubah sayaa malu buuu"

"Beruntung kamu bertemu dengan latifah nak.."

"Fahh.. makasih banyak yaaa maafin aku"

"iyaa tut..."


Usia kehamilan tuti menginjaki 7 bulan orang - orang disekitar latifah jadi membicarakan latifah dan tuti , namun latifah tak perah memperdulikan omongan orang. kali ini tuti sudah banyak perubahnnya tuti sudah mulai rajin solat dan mengaji dia juga keluarpun menutup aurat yaitu memakai kerudung seperti latifah sikapnya juga makin hari makin membaik selalu membanmtu dan meringankan beban ibu latifah yaitu mencuci piring dan menyapu. walau itu bukan kemaun latifah tapi tuti tahu diri.
orang orang disekitar mulai lelah sendirinya mereka sudah tak jarang membicarakan soal tuti lagi.

Hingga pada suatu hari Tuti mengalami keguguran janin Tuti terpeleset di kamar mandi dan dilarikan kerumah sakit namun saat dilarikan di ruang UGD janin yang ada didalam kandungan tuti tidak tertolong dan tuti pun menjalani oprasi caesar namun alangkah malang nasib tuti dia pun tidak ikut tertolong akibat tekan darah yang tinggi pada saat oprasi. 

Latifah sangat sedih atas kepergian tuti tapi latifah senang karena tuti meninggal dalam keadan suci dan tobatnya ...

"Tenang disana ya tuti.."

Mungkin bila Tuti tidak bertemu latifah saat itu tuti mungkin menyesal karena Bunuh Diri bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah.. Mungkin ... masalah didunia akan selesai Tapi TIDAK DI AKHERAT..


WALLAHUALAM NAUDZUBILLAHIMINDZALIK ...
Allah akan mengampui segala kesalahan umatnya jika ia benar – benar bersungguh –sungguh dalam tobatnya..

Firman Allah

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri 

mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. 

Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya 

Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(QS: Az-Zumar Ayat: 53)

Semoga kita semua dijauh kan dari sifat putus asa, kedzoliman, dan kejahatan yang ada diluar sana Amin Amin Allah Huma Amin....



thanks for reading ^,^



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan