Senin, 30 Maret 2015

Kisah si Alay ( Anak Layangan) dan permaian nya.

Asslamualaikum Warahmatullahhi Wabaraokatuh

Kisah si Alay ( Anak Layangan) dan permaian nya.
Siapa yang tidak tahu layangan ? sejak aku kecil aku senang bermain layangan tidak hanya itu saat bermain layangan aku selalu membayangkan aku bisa terbang tinggi seperti layangan. Namun ada kekurangan layangan yaitu mudah putus saat kita adu benangnya dengan layangan lain dan benang yang lebih tajam.
Layangan yang terbuat dari beberapa bilah bambu dan di tipiskan serta dihaluskan dan diukur sama panjang.. layangan pun memiliki sebuah lagu, pernah kah kalian mendengar lagu itu ? kira kira begini
Kuambil bulu sebatang kupotong sama panjang kuraut dan kutimbang dengan benang kujadikan layang – laying. Bermain berlari bermain layang – layang berlari ku bawa ke tanah lapang hatiku riang dan senang.
Lagunya seperti itu dan acap kali aku nyanyikan saat sedang membuat layangan. Biarpun aku wanita aku senang bermain layangan ku kumpulkan uang untuk membeli layangan yang sudah jadi seharga 500 rupiah dank u pasangkan benang gelasan yang kata teman – temanku itu cukup tajam dan kuat saat aku mengadukan layangan ku dengan layangan teman ku.
Ku ulurkan panjang benang ku dan meminta bantuan kepada temanku untuk mengulurkan dan aku yang menaikan layanganku.. namun aku tak jago dalam hal menaikan layangan setiap sudah naik setengah lantas layangan tersebut turun kembali karena kurang angin. Aku memutuskan untuk meminta bantuan temanku kembali untuk menaikan layangku.
Saat layangan sudah naik tinggi barulah aku yang mengendalikan layangan itu. tak jarangan layanganku nyungsruk entah kemana. Mungkin ke genteng rumah orang dan nyangkut di pohon pernah juga nyangkut di tiang listrik. Tak mau ambil pusing aku bebet benang layangan ku dan putuslah layanganku.
Masa kecil ku amat bahagia. Saat setelah layangan ku putus keesokan harinya aku membelinya kembali dan meminta bantuan kepada anak yang lebih dewasa dari ku untuk memainkan layangan ku. Jelas saja dia sudah jago dari pada diriku. Dia memodifikasi layanganku ia memotong beberapa helai Koran untuk dipasangkan di bagian sayap kanan dan kiri serta bawah.
Guna memasangkan beberapa helai Koran yang telah di robek dan dipasangkan adalah untuk menjaga keseimbangan layangan terhadap angin jelas nya padaku.aku memperhatikannya bermain dan sesekali mencoba mengendalikan layanganku yang ku lihat telah jauh terbang tinggi di langit. Aku senang melihat layanganku terbang tinggi seperti itu.
Banyak teman ku yang membeli benang cukup panjang hanya agar layangannya pergi , terbang jauh di langit. Mereka mencamupurkan segala macem benang entah benang gelasan benang biasa , benang kenur. Mereka mengikat dan menggulung dan dijadikan satu pada sebuah kaleng bekas oli atau botol yang diisikan pasir.
Saat terbang tinggi layanganku beraudu dengan layangan temanku. Aku panic tak bisa mengendalikannya kucoba mengulur tarikan agar layangan temanku yang putus namun kenyataannya. Layanganku lah yang putus. Dan jatuh begitu saja teman – temanku yang mengetahui layanganku “KETEL” atau putus langsung mengejar dan berbut layangan ku.
Ya siapapun yang berhasil mendapatkan layangan ketel itu menjadi miliknya dan mereka harus berebut dan yang mendapatkan pertama ialah yang berhak. Layangan juga bermacam – macam bentuknya kalian tahu layangan KOANG? Aku menyebutnya layanan hiu karena bentuknya yang besar dan berlubang di bagian tengahnya serta ada senar karet atau tali di atasnya saat terkena angin layangan itu akan berbunyi ngueeeng ngueeeng layaknya motor.
Aku memang tak pernah memilik layangan seperti itu.. namun aku menyukai layangan itu karena dahulu anak dari sebelah rumahku mempunyai layangan seperti itu. dia 5 tahun diatas ku karena saat itu usia ku sekitar 7-9  tahun dan kebanyakan dari mereka adalah laki – laki. Saat kecil aku memang sudah bermain layaknya laki – laki.
Banyak permainya kecil yang ingin kuceritakan selain bermain layangan aku juga bermain batu 7 yaitu permainan yang tersusun dari 7 batu lalu kita semua gambreng dan yang kalah haruslah mencari. Jika 7 batu itu dipukul oleh pemukul pertama dan belum juga jatuh semua dan memencar masih bisa dilanjutkan oleh pemukul kedua jika sampai pemukul terakhir batu juga belum jatuh dan memencar di berikan 3 x kesempatan jika ke 3 nya gagal maka pemukul terakhir yang jaga.
Saat batu jatuh dan memencar kemana-mana penjaga harus menyusul kembali seperti semula hingga 7 batu dan diletkan batu sejajar untuk diinjak dan jika ia menemukan musuhnya akan di injak dan dikatakan “HONG” artinya ketemu contoh saja “HONG ENDAH” artinya “Endah Ketemu” sungguh menarik bukan? Permainan ini sama halnya dengan petak umpet hanya bedanya petak umpet menutup muka dan menghitung lalu mencari. Namun batu tujuh hitungan waktu tidak ditemukan ia tergantung si penjaga seberapa cepat ia menyusun batunya kembali.
Permainan kecil yang paling kusuka selain layangan dan juga batu tujuh ada juga bermain kasti. Kalian tahu kasti ? permainan bola tangan dan di pukul oleh kayu dan jenis pukulan lainnya. Ada pelempar dan juga ada pemukul ia terdiri dari 5 – 5 bisa lebih juga jadi saat tim A menang untuk memukul dan tim B kalah untuk menjadi penjaga dan mematikan sang lawan.
Teknik pemukulannya yaitu memikul dan mengarahkan bola agar melambung tinggi saat sudah berhasil memukul akupun meletakan pukulan itu di bawah dan aku berlalri menuju ruang I terus bergantian seperti itu dan hingga menuju ruang II , III IV sampe ke ruang bebas.
Aku kangen masa itu .. masa dimana gak ada fikiran dan beban sedikitpun. Masa yang hanya inginnya main dan main saja bersama teman – teman juga sahabat. Masa kecilku sangat lah bahagia. Ku habiskan waktu ku untuk bersenang – senang dan membuat kenangan disaat aku dewasa seperti ini.
Setiap kali pulang kerumah pakainaku tak ada yang bersih selalu saja kotor entah terkana tanah ataupun oli apapun itu. aku tidak perduli aku sangat senang mengabiskan masa kecilku bersama temanku setiap pagi hari aku berlari pagi dan setelah berlalri aku juga bermain basket kemudian makan nasi uduk budeh yang orek nya bikin ketagihan.
Menyalakan petasan saat awal puasa dan di tahun baru berkeliling rumah untuk membangunkan saur warga. Dan juga memnajat pohon cery dan membuat rumah pohon diatasnya. Tak jarang aku juga suka terjatuh dari atas pohon namun aku tak pernah nangis aku justru tertawa bersama teman temaku.
Namun sekarang semuanya telah berbeda jaman semakin berkembang dan tak ada lagi permainan jaman dulu dan tradisional seperti dulu. Anak jaman sekarang lebih mementingkan gadget dan internet memang jaman sekarang benar-benar beda dari jaman ku dahulu.
Jika aku melihat anak SD dan SMP diangkot berbicaraa soal cowo yang ia sukai di sekolahnya dan juga tentang handphone yang di pegangnya aku sungguh miris dan hanya tersenyum miris. Aku tak mampu berkata saat mendengar dan melihat itu bahkan aku pun tak segaul anak SD dan SMP itu handphone ku baru beberapa bulan ini saja canggih sebelumnya handphone ku juga hanya bisa untuk sms dan telefon tidak ada BBM atau Line Watsapp dan semacamnya.
Namun kenyataannya saat diangkot ku lihat ank SMP sudah bermain BBM dan Instagram Line dan semacamnya. Jujur saat SMP pun aku belum memilik handphone dan masih sungguh polosnya.
Aku tidaklah menyalahkan jaman aku hanya miris melihat para orang tua yang terlalu bebas member segala nya kepada sang anak. Banyak sekali kejadian penculikan pemerkosaan dan lainnya yang di timbulkan dari media social seperti facebook dan bbm dan lainnya.
Semakin canggih jaman semakin terlupakan pula permainan tradisional ini. Entah apa yang terjadi dengan Negara kita ini 10 – 20 tahun kedepannya. Bahagiannya masa kecil tanpa GADGET dan INTERNET

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan