Kamis, 19 Februari 2015

memilih menjauh namun tetap berharap ?

2/19/2015 08:36:00 PM 0
selamat malam readinges udah lama buanget ya gak nulis maafin ya hehe berhubung gua nulisn ini malem dan gua lagi sendirian gua mau menggalau ria dulu ya heheh.


oke sambil dengerin lagu nine ball - Hingga akhir waktu dan Maudy Ayunda - Biar kusimpan Rasa Ini

bekhicoott >,<

kuakui jujur saja ada rasa suka pada dirimu , biar ku simpan rasa ku ini walau entah sampai nanti biar kunikmati rasa kutak perlu engkau tau bahwa aku suka padamu.... #jiah malah nyanyi

malam ini gua mencoba untuk benar - benar menjauh dari semua yang pernah deket sama gua.. maaf jika gua hanya deket sekedar hanya memberikan Harapan Palsu pada kalian. bukan maksud gua begitu tapi gua hanya mencari yang terbaik dan satu untuk selamanya maaf jika gua harus mempermainkan perasaan kalian. gak perlu gua sebut semua laki - laki yang deket sama gua disini just you can read and you can feel to it ?
jika kau tak merasa namun membaca jangan pernah mengaggap itu diri kamu.

menjauh akan lebih baik ??

ya memang jalan itu yang akan lebih baik ketika usia menginjak dari 18 menuju 19 itu berarti masa remaja kita hampir habis dan jika kita memasuki ke usia 20 berarti kita harus fokus akan tujuan hidup kita entah ke pekerjaan ke sekolah dan ke ?? ke masalh cinta ?

readingers kalian pernah gak sih merasa bahwa gak ada orang yang mencintai diri kalian sama sekali ? gua punya sahabta dia mungkin lebih beruntung dari gua karena sudah pernah merasakan yang namanya pacaran ? how do you thing about PACARAN? disaat agama berbica itu dilarang namun di jaman seperti ini PACARAN hal yang sudah sering sekali kita dengar dan terdengar aneh jika seseorang belum pernah merasakan PACARAN ? readingers jujur aja sih ya gua mungkin merasa lebih cupu dari mereka semua dan sempet sih terfikir gimana sih rasanya? dan berfikir ingin mencoba TAPIII gua gabener-bener melakukan itu karena alasan bodoh " gak ada tipe yang gua suka" cihh bulshit banget dengan semua itu sebenrnya gua cuma belom bisa moove on dari seseorang . seseorang yang gak akan pernah bisa melihat diri gua ini. walaupun gua berdiri tegak dihadapannya karena dia tak bisa melihat dengan jelas karena terhalang oleh mata rabunnya jika dia tak memakai kacamata maka pandangannya akan rabun dan tak melihat.

entah sejak kapan rasa itu ada tapi ... gua bagaikan mengagumi seseorang yang tak pernah sama sekali melihat ada seseorang yang benar - benar mengagguminya.

semakin gua mencoba untuk menjauh
semakin gua mencoba untuk acuh
semakin pula gua memikirkannya
semakin gua menaruh harapan padanya

ketika gua melihat sosok lain namun sosok itu jauh dan tak berada didekat gua dan kita hanya bisa berinterkasi jika kita mempunya jaringan interet dan pulsa . disaat itu gua sedikit melupakan bintang yang selalu bersinar dihati gua tapi semakin dia bersinar semakin jauh pula sinarnya memancar dan semakin jauh pula gua untuk meraihnya. apakah mugkin gua akan meraihnya?

bintang itu begitu bersinar selalu bersinar dihatiku. ...

seseorang teman berkata ..
menjauh bukan lah hal yang terbaik bahkan kalo lu masih ingin berteman dengannya lebih baik jika lu tetap berkomunikasi walau hanya melalu handphone. percuma juga lu menjauh tapi masih BERHARAP ?

oh god apa ia gua berharap ?

nggak gua gak berharap gua hanya ....

hanya tak ingin memulainya semua duluan.. setelah kepedulian gua yang tak ada artinya ? apa ia gua harus memulainya lagi duluan ?

munafik ? gua emang mengarapkan dia lebih perduli sama gua ..bukan gua terus yang perduli dengannya..

oke ndah ini bukan drama korea atau pun drama thailand ataupun komik ataupun anime yang sering lu tonton dan membuat lu banyak behayal dan menginginkan hal itu terjadi...

ini hidup?? yang harus lu jalanin ya beginilah hidup lu ...

ketika gak ada yabg perduli sama lu ya terima ajaa.. mungkin nasib lu begini ?
tapi gua gak berharap nasib gua begini gua akan terus berharap gua dapat meraih bintang itu. walau sang bintang tak mampu melihat dengan jelas saat siang dan kegelapan. ya saat ini dia belum melihat.

tapi siapakah yang mampu melihat jelas diri gua?
gua rasa gak ada....

hanya kepada tuhan gua berdoa agar bintang itu terus tetap bersinar, dan berharap senyum nya terpancar berkilauaan saat melihat gua nanti.

maaf jika ku menjauh namun ku masih tetap mengarapkan mu.

maaf jika ahkir dari kita harus seperti ini.

maaf

maaf.....

Kamis, 12 Februari 2015

sampai detik terakhir

2/12/2015 12:12:00 PM 0
hay semua aku akan menulis sebuah kisah didalam hidup mungkin kalian menganggap ini tak menarik tapi apa daya ide dan khyalan yang berada di otak ku tak mampu ku pendam.

baiklah langsung saja ^,^

disuatu pagi yang cerah didaerah jogjakarta tepatnya di kota wonosari kota kecil penuh ceria cerita dan cinta. aku terbangun dari pagi ku dan aku melihat secarik sinar mentari menembus jendela kayu ku. ku bangun dan kulangkahkan kaki ku menuju simbok yang sedangberada didapur tua dan usang.
#siMbok dalam bahasa jawa dan berartikan IBU.

simbok lah sang pahlawwan ku pahlawan di kala aku sedih ku ratap muka simbok ku tak tega aku melihatnya. walau aku baru bangun tidur ku sisihkan kayu satu demi satu untuk di bakar aku berusia 8 tahun dan aku masih mendudukin bangku SD. aku bekerja paruh waktu untuk membantu kedua orang tuaku aku mempunyai cita - cota kelak aku ingin menjadi GURU setiap pulang sekolah aku selalu memburuh tani di tanah pak lurah di daerah ku. perharinya aku diberi upah 25 perak ya jaman dulu sekali harga segitu sudah besar kalau jaman sekarang tak ada hargaya lagi mungkin sudah punah hehe..
"udah bangung nduk ?"
"sudah mbok  ..."
"yowes gek mandi"
"engko sek aku arep misahin kayu"
"yowes"
aku angkat kayu satu demi satu ke perapian dengan muka yang meringis karena keberatan
"gek mandi sarapan berangkat sekolah nduk"
"iyo mbok"

kutaruh kayu perlahan dan kutinggalkan pahlawan ku untuk sementara aku melangkah pergi ke kamar mandi dan aku berisiap untuk berangkat sekolah menggapai citaku dan membahagiakan kedua orang tuaku.
tak lama aku sudah selesai dari mandi ku dan memulai sarapan dengan simbok dan bapak.. makanan ku sederhana sekali terkadang tak ada nasi tiwul dan singkong pun jadi. namun kali ini keluarga ku sedang diberi rezeki lebih kami semua bisa memakan nasi dengan lauk ayam yang kami pelihara..
selesai makan aku berbegas pergi menuju sekolah ku sekolah yang tak begitu luas namun sangat berguna untuk penduduk  kami disnini . tak lupa aku berpamitan kepada kedua orang tua ku.

ngatirem telah menunggu ku di jembatan ya kami biasa berangkat berdua dengan seperdanya yang berwarna merah. sekolah ku memang cukup jauh maka dari itu ngatirem selalu menjemputku kita bagaikan sangkar yang tak jauh dari burungnya kemana - mana kita berdua dan kami tak pernah bertengkar. ngatirem dia memang orang yang berada ibu bapaknya GURU dan dia termasuk keluarga mampu didesaku. ngatirem tak malu berteman dengan ku meski aku lebih dibawahnya. aku senang berteman dengan ngatirem dia lebih tua dari ku dia kaka kelasku aku sudah dianggap adik sendiri olehnya. suwaktu aku tak jajan karena tak mempunyai uang ngatirem memberikanku 50 perak dan ku belikan jajanan dan ku berbagi dengannya. indahnya masa - masaku dengan nya. dia sangat baik pada ku dikala aku sedih dia juga yang menenangkanku dan dari situ aku tak akaan lagi berkeluh kesah aku akan berusaha untuk mengejar mimpiku   menjadi GURU.

6 TAHUN BERLALU
aku memasuki SMP jaman dahulu bernama tsanawiah muhamaddiah jogjakarta.
ngatirem tetap menjadi kaka kelas ku dan kami masih bersama sejak dulu dan sampai saat ini
aku belajar dengan sungguh dan setiap pulang sekolah rutinitasku seperti biasa tak kutinggali yaitu menjadi buruh tani .. setiap mendapat upah ku kumpulkan untuk bayaran sekolah selama setahun tak pernah ku ambil hasil upahku aku sengaja mengumpulkannya untuk bayaran sekolah ku. sejak kecil aku tak ingin membuat beban kedua orang tuaku, aku mempunyai kaka laki - laki dan 2 adik laki - laki yang satu berumur 9 tahun dan yang kecil berumu2 tahun. dan aku anak kedua dari tiga bersaudara aku perempuan sendiri di rumah dan tak heran bapak sangat menyayangiku.
si mbok juga menyangiku tapitak seperti bapak yang rela bekerja keras untuk ku.
aku pun sangat menyayangi merka berdua suatu ketika aku mulai memberanikan diriku untuk berterus terang kepada kedua orang tua ku bahwa setelah aku lulus TSANAWIAH MUHAMADIAH aku ingin masuk ke PSGD yaitu sekolah yang berjurusan ke jenjang pendidikan dan menjadi GURU. itulah cita - cita ku dan berharap itu bisa terwujud.
"mbok pak mengko aku lulus aku pengen masuk PSGD"
".........."
tak ada jawaban dari keduanya aku pun bingung dan aku mengerti keadaannya aku mencoba mengalihkan pembicaran dan mengganti topik. mencoba melupakan mungkin belom tepat saat nya untuk bicara.

HARI INI TIBA
hari tia untuk ngatirem karena kelulusan di tsanawiah muhammadiah .. ngatirem melanjutkan sekolahnya di PSGD jogjakarta dan memulai awal barunya..
aku yang melihat dan mendengar ngatirem masuk PSGD membuatku sangat iri dan berkeinginan untuk bisa masuk juga.
sebelum nya ngatirem
"dek kamu setelah lulus arep lanjut kemana toh ?"
"aku arep dadi guru mba... seperti bapak dan ibumu"
"aku juga neng kono dek tak doai semoga kamu bisa masuk PSGD dek baren aku meneh hehe"
"...." aku diam
"kenapa dek ?"
"aku ora ngerti mba iso masuk neng PSGD opo orak ... koe ngarti dewe keluarga ku bukan wong akeh duit seperti awak mu mbak"
"yaallah dek ojo ngono .. koe iso masuk kono aku yakin 100 persen semangat dek "
belai lembut tangan ngatirem dipundakku membuat aku terisak nangis dan makin menjerit saat dia memeluku. aku mengucapkan kelulusan untuknya dan sukses untuk kehiduapnnya. entah bagaimana dengan masadepanku.

kali ini aku sudah memasuki kelas 3 tsanawiah muhamadiah
kegiatan keseharianku berjalan seperti biasa..


hingga akhirnya WAKTU KU TIBA

aku lulus dengan senyum sumringah aku harus berpisah juga dengan teman - teman di tsanawiah
"ojo lupakno aku yoo"
"iyoo"
aku lihat mereka semua berpelukan ria dan bersalam haru
"koe lanjut neng ngendi ?"
"aku arep neng PSGD , koe ?"
"aku neng Smk 2 jogja "
"yowees"
aku mendengar beberapa percakapan teman - temanku yang sudah merencanakan akan kemana mereka selajutnya dan itu membuatku semakin sesak dan iri.


aku pulang dengan wajah cukup musam dan sedih.
"koe wes muleh nduk ?"
"wes mbok .."
"gek dahar kono"
#dahar : makan
"ora laper mbok"
aku duduk di bangku dan diam simbok memperhatikanku heran
"koe kenapa?"
"temen - temen ku wes lanjut ke PSGD mbok aku pingin"
"hemmm" somboh mendesah
"apa aku bisa mbok masuk PSGD?"
"bayarnya piro toh ndok?"
"jarenen orang - orang sekitar 25 ribu mbok"
"yohh itu gede nduk uang dari mana"
".." aku mulai meneteskan air mataku perlahan dan diketahui oleh simbok
simbok yang gak tega melihatku nangis langsung mengucapkan
"yowes nduk si mbokk jual tanah yo buat masuk sekolah kamu"
"beneran mbok ?"
"iyoo"
"makasih mbok"

aku memeluk simbok dan aku cukup tenang sekarang
tanah si mbok mulai banyak yang nanya dan menawar di jual oleh simbok kisaran 30 ribu jaman dahulu itu sangatlah besar ya anggep saja sekarang 30 juta dan uang masuk PSGD ku itu 25 juta.
ketika tanah mulai dijual dan di tawar 25 ribu oleh seorang pengusaha

NASIB KU
kaka ku ternyata minta nikah oleh wanita jakarta kaka ku telah lama merantau kejakarta dan dia lulusan SMA jaman dahulu SMA sudah cukup tinggi dan kaka ku memilih merantau dan menacari pekerjaan di jakarta. setelah lama dijakarta kaka ku mengabarkan ingin kawin karena belum ada biaya tanah hasil jualan si mbok di buat nikahaan kaka ku.

tuhan mengapa nasib ku seperti ini kali ini aku sangat benar - benar sedih uang dari tanah yang aku harapkan kini tak ada lagi harapan uang itu akhirnya diserahkan oleh kaka ku untuk menikah i wanita jakarta itu. aku tidak menyalahkan kaka ku dan aku taidak menyalakan takdir ku tapi aku selalu menerima nasibku kelak aku percaya kebahagiaan akan datang pada ku kelak . entah kapan tapinya...

APAKAH HARAPANKU PUPUS ?

ya aku rasa harapanku pupus untuk bisa bersekolah keguruan itu dan aku masih saja bersedih akan hal itu pernikahan kaka ku digelar di jakarta hanya simbok yang datang kejakarta karena tak cukup ongkos.
aku menangis sendiri dikamar tua ku dan trempat tidur kayu ku.
bapak sepertinya mendengar tangisanku dan bapak turut bersedih karena tak mampu untuk menyekolah kan ku dan memberiku kebahagian dengan apa yang aku mauu.
bapak menghampiriku di kamar dan mengelusku lembut tak pernah aku melihat bapak menangis sebelumnya tapi kali aku melihat dengan dua mataku ia menangis tersedu karena gagal membahagiakan ku, dia merasa gagal walaupun aku tak menganggap bahwa bapak gagal aku justru menganggap bapak telah berjuang sekuat tenanga uintuk bisa menyekolahkanku sampai saat ini.
"nduk maafin bapak urung iso menyokolahkanmu keinginanmu tak bisa bapak turuti kakamu njalok kawin pdahal biaaya itu untuk kamu sekolah maafin bapak nduk"
"mboten pak ... bapak nda usah minta maaf aku wes iklas kalo ora iso masuk PSGD pak "

Aku berfikir tak ada harapan ku di sini aku igin merauntau aku malu dengan teman - teman setelah simbok tiba dari jakarta aku beranikan diriku untuk bilang awal memang aku dilarang namun setelah lama simbok mengerti dan melepaskanku dengan berat hati..

"mbokk aku arep neng jakarta aku arep merantau dan mencari kerja neng kono"
"ojo ndok koe kan anak perempuan satu - satunya koe neng kene tetep sama si mbok"
"tapi neng kene aku arep sekolah mbok"
"---" simbok diem
"temen - temen sekolah aku malu mbok .. siapa tahu aku dijakarta bisa membantu simbok dan adik"
"yowes nduk simbok ijinin kamu kejakarta" tangis mulau membanjiri keadaan rumah dan suasana rumah, air mata mengalir melewati pipi simbok dan aku mulai mempersiapkan diri untuk merantau kejakarta, mengadu nasib entah aku jadi apa disana dan bagaimana aku. simbok melepasku berat aku pun pergi juga begitu berat namun ni yang harus aku lakukan.


MEMULAI HIDUP DI JAKARTA
aku memulai hidup dijakarta aku dibawa oleh budeh jinah dan aku diperbolehkan untuk tinggal dirumahnya aku tak pernah bisa jika aku harus menumpang  tanpa melakukan apa - apa hingga akhirnya aku pun bantu - bantu membereskan rumahnya mencuci pakainnya dan segala macemnya.

hingga suatu saat aku di carikan pekerjaan yaitu memBABU atau menajadi pembantu rumah tangga pada jaman dulu di jakarta masih banyak sekali orang asing dan aku bekerja dengan orang jerman gajinya pun lumayan dan aku bertahan hingga selama 2 tahun lamanya hingga aku berpindah kerja dengan orang prancis biar aku menjadi pembantu namun aku sangat senang karna dari gaji ku kedua adik ku bisa sekolah hingga tamat dan aku cukup lama ikut kerja dengan orang prancis ini selama 4 tahun dan kedua adik ku kini sudah besar setiap bulan tak lupa kukirimkan uang untuk kekampung sekedar uang untuk biaya sekolah atau pun makan sehari - hari.

HINGGA AKU BERTEMU DENGANNYA
persingkat cerita
yang kini telah menjadi suami ku dan aku resmi menjadi istriya sampai detik ini jaman dahulu kami bertemu saat aku sedang les menjahit dan dia terus mempotret ku dengan kamera kodaknya. masa itu sangat membuatku lucu
aku masih bekerja dengan orang asing dengan keadaan hamil dan aku bekerja dengan orang jerman betapa senangnya orang jerman itu padaku karena ia tak memiliki seorangang anak . hingga suatu hari mereka pulang keasalnya dan aku tidak bekerja lagi.
kini anak pertama ku lahir dan kuberi nama Hari prasetyo  berjenis kelamin laki - lakin lahir tanggal 5 november 1984 suami ku bekerja dengan mengunakan sepeda bututnya mencari pekerjaan dijakarta tak segampang yang dikira apalagi untuk tamatan SD kalau tak menjadi Pembantu ya palingan pedagang asongan. namun suamiku mempunyai bakat dan kempuan tersendiri dia cukup pintar. hingga suami ku di PHK dan mencari pekerjaan lain 

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan