Sabtu, 03 Januari 2015

Never


JUDUL : NEVER
AUTHOR : ENDAH DWIS
KOMIKUS : SAIKOJAE 




Sinopsis :
        Saat seoarang wanita dan pria saling mempunyai kegemaran dan hobi yang sama mereka dipertemukan melalui dunia maya yaitu facebook dan kemudian saling berkomunikasi. awal perjalanan memang wanita yang memulai percakapan dengan pria tersebut , pria itu cukup cuek dan seolah tak perduli namun sang wanita tetap tidak menyerah akan usahannya untuk mendekatin pria itu. sang wanita bukan hanya menyukai karya - karya sang pria tapi ia juga ingin mengenal lebih dalam sifat sang pria itu. sang pria mulai sadar dia telah terpincut akan sang wanita dia pun membalas chat demi chat sang wanita hingga dia pun mengenal lebih dalam sifat dan hoby wanita itu. namun anehnya sampai sekarang kedua insan itu belum saling bertemu atau bertatap muka. mereka lebih nyaman berkomunikasi melalu media sosial atau yang lainnya. sesungguhnya pria itu bukan nya cuek namun dia lebih kepemalu sedangan sang wanita yang hiperaktif, agresif membuat sang pria merasa heran dan mungkin ilfil namun sang pria tetap merasa penasaran pada sang wanita. ia ingin sekali bertemu namun entah kapan pertemuan itu bisa terjadi kemereka?

                                               ****************************

Siang hari disekolah yang cukup membosankan buat melisa. Ya melisa seorang gadis perempuan yang berketurunan jawa tulen dan mempunyai kulit kuning langsat dan mempuyai postur tubuh tinggi dan memiliki rambut sebahu berwarna hitam tebal. Ia memiliki sifat yang unik namun keunikannya terkadang membuat anak laki – laki disekolahnya merasa ilfil dengannya.
“pulang sekolah cus main game di kompi tercinta” kata meli dalam hati
“mell…” panggil seorang anak laki yaitu farhan
Farhan memiliki wajah yang cukup manis diantara cowo lainya di kelas, dia memiliki badan yang cukup tinggi dan berkulit sawo matang, dan memiliki suara yang lembut saat bernyanyi dan berbakat bermain gitar banyak sekali gadis yang mengejar farhan disetiap hariya. Namun farhan tak menggubris wanita yang dekat dengannya itu farhan lebih memilih dekat dengan gadis yang ia kenal selama ini yaitu Melisa. Gadis unik yang membuat hatinya jatuh cinta dan membuat otaknya selalu memikirkannya.
            “eh kenapa han ?” saut meli menengok
            “pulang sekolah ada acara gak? Nonton yuk ” tanya farhan
“yah sory han gua sibuk hehe, lain kali aja gimana ? ya ya ya ” tanya meli bermanja ria
            “sibuk ngapain sih lu ? kan gak ada tugas..”
Melisa mencoba berbicara dan berbisik pelan ke telinga farhan
            “sinih gue bisikin… gue mau mainnn GAMEEE hehe” kata meli tertawa
            “ya tap….” Pembicaraan farhan terpotong
            “yaudah ya gue mau ke kantin dulu hehe” meli berlalu pergi
Dan farhan diam menatap langkah meli hingga lenyap dari pandangannya
            “TAP.I gue udah beli tiketnya …” jawab farhan pelan dan tangan farhan mencoba meraih 2 tiket yang ada disaku celananya. Farhan duduk di bangku halaman dengan pandangan kosong.
“lagi .. lagi lu nolak ajakan gue mel, kenapa sih lu gak pernah ngasih kesempatan buat gua ngomong semua ini, gua gabisa mendem ini semua mel” tanya farhan dalam hati.

SAAT DI KANTIN
Melisa yang sedang berjalan bersama Temannya yaitu Tuti , Tuti memiliki kriteria postrur tubuh yang rada sedikit gemuk dan pendek berambut panjang se pinggang dan berwarna hitam tebal. Memiliki raut muka yang bulat namun bila tersenyum cukup manis dan berkulit putih. Namun kali ini dia tampil dengan haya rambut di urai tanpa ikatan satupun.
            “eh tut tumben gak dikuncir ?” tanya meli kepada tuti
            “tadi dikuncir mel tapi kunicran gue diambil si jaka tadi rese banget..”
            “loh kok bisa diambil buat apaan dia?” tanya meli heran
            “katanya bosen ngeliat gue dikuncir mulu, sekali – kali kek lu tut di reap kan cantik kata jaka gitu masa” tuti mencoba mengulang kata – kata jaka
            “eheemp hahaha …. “ meli tertawa geli
            “kenapa lu ketawa?” tanya tuti heran
            “lucu aja gak biasanya jaka begitu haha”
            “iya gua juga heran..” tanya tuti
            “eh tapi lu emang beneran cantik di reap sih hehe” kata meli kepada tuti
            “ah bohong lumah”
            “sumpah “ tangan kanan meli mencoba meberi isyarat Sumpah
Tuti pun tersipu malu
            “tadi si farhan ngajakin gua nonton masa” kata meli ke tuti
            “masaa??”
            “iyaa”
            “terus lu mau gak?”
            “sebenernya gua mau aja.. tapi gua nolak gua mau main game habis pulang sekolah”
            “bodoh lu” kata tuti ke meli
            “ngapa bodoh?” tanya meli heran
            “harusnya lu mau aja.. kan lumayan kali aja di bayarin hehe” tuti mencela
            “yeee pikiran lu geratisan mulu ahk”
            “hahaha” mereka pun tertawa bersama




DIRUMAH
            “oh god…. Akhirnya sampe rumah juga” kata meliberbibaca sendiri
            “eh emak gue kemana ya?” meli bingung
Meli mencoba mecari ibunya namun hasilnya nihil
            “eh ada kertas..”
Kertas yang ditulis sang ibu untuk meli yang diletakan di meja makan
           “mel .. mama pergi arisan dulu dirumah mpok junet, didaerah Cijengkol harum” isi surat dari ibu meli.
“mpok junet siapa? Baru denger tuh gue, gak ada jam pulangnya lagi.. ah yaudahlah nanti juga pulang” meli berlalu pergi dan menuju computer tercintanya
Meli menyalakan komputernya dan sebelum ia bermain game meli mencoba membuka facebook dan memiliki 10 notifikas. Dibukananya notifikasi itu yang berisikan dari grup gambar dan grup kelasnya. Dibukanya satu persatu dan dilihatnya notif dari grup menggambar. Meli berdecak kagum atas gambar para member di grup itu jika melihat itu semua meli tak ada apa – apanya.
            “GILAK !! gambarnya dewa banget” kata meli berteriak
            “clik – clik” meli melihat satu – persatu gambar yang dikirim tiap member dan meli tak pelit akan jempol menurutnya semua gambar yang dibuat mereka semua itu keren tak ragu meli menklik tombol LIKE yang ada di sisi kiri bawah foto tak jarang meli juga member komentar terkadang meli berkomentar baik terkadang kritis juga. Kritis bukan berate meli sudah jago tapi dia hanya sok pintar saja sebenernya haha
            “komen ah.. eh keren gambarnyaaaa” tulis meli disalah satu foto
            “hmmp kurang greget nih .. warnanya kurang pas” kata meli mengkritik padahal dia tak tahu apa – apa tentang gambar.
Lagi pula meli baru belajar gambar berawal dari keisengan dia menyontek gambar yang ada di buku dan hasilnya pun lumayan, dari situ meli mulai memperdalam soal gambar meli pun mencoba memposting gambarnya ke dalam grup tersebut.
            “perkenalkan saya member baru disini ini hasil coret – coret gak jelas semalaman” tulis meri di dinding grup dan mengupload gambarnya padahal gambarnya sudah dua hari yang lalu.. duh meli meli terlalu banyak berbohjong sepertinya haha. Tak lama ia mengklik tombol POST.

Beberapa saat kemudian
            Satu persatu Likeers menghampiri gambar meli dan betapa senangnya meli mendapatkan respon yang baik, ada juga yang berkomentar baik dan mencoba member saran pada gambar meli.
            “selamat datang … wah lumayan gambarnya hehe” salah satu komentar
“kalau bisa menggambarnya di kertas kosong jangan bergaris .. hargai karya mu hehe SEMANGART !!”
            “ah .. terimakasih saran dan sambutannya .. baiklah akan aku usahakan” kata meli membalas komentar mereka dan tersenyum sumringah.
Meli mulai melihat profil demi profil di grup gambar dan mencoba menambahkan sebagai teman di fecebooknya.

Dilihatnya nama veronica febrianti yang sudah dewa sekali dalam menggambar dan meli pun mencoba menambahkan ka veronica sebagai temannya, tak Cuma ka veronica banyak yang meli tambahkan sebagai teman dari sana hitung –hitung meli dapat belajar dan terus termotivasi.
Meli melihat ada foto profil yang unik menurutnya dan bernamakan Reyhan Raditya dibukanya profil facebook reyhan dan dilihatnya info tentang reyhan dan karya – karya gambar reyhan, sedikit ada rasa kagum akan gambarnya dan tanpa basa-basi meli pun mencoba menambahkan pertemanan reyhan di facebooknya.
Lama meli melihat grup gambar meli pun tak lupa melihat grup kelasnya kali ini ia melihat foto perempuan yang diedit sebagai bahan lelucon dan memang kebetulan foto cewe yang diedit itu tidak tergabung dalam grup kelas. Kalo tau fotonya di edit seperti gimana perasaannya ? sakit pasti
            “idih gapenting banget dah … pada jahat – jahat banget ngedit potonya” kata meli dalam hati
Meli yang melihat segera menulis komentar pada foto itu
            “weh .. jahat – jahat banget deh lu”
            “hahahahhaha biarin kek mel dia gak gabung grup ini” kata salah satu anak laki
“iya tapi lu mikir kek .. coba foto lu digiiniin dan lu jadi dia yang dibully sakit gak lu?” tulis meli marah
“ye meli marah – marah selow aja sih mel… apa foto lu sini yang mau gue editin hahah”
“oh lu berani ? lu begitu gua juga lakuin begitu lah emang gue takut?” kata meli membalas
Meli mencoba menutup akun facebooknya dan focus pada tujuannya yaitu bermain game.
            “ahh dasar madesu tuh bocah… beraninya lewat facebook” dumel meli
            “mending gue main game”
Meli mecoba membuka salah satu game favoritnya yaitu zombie dan asik akan keseruan pada gamenya. tiba – tiba saja handphonenya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Dibukanya pesan itu dan ternyata dari farhan.
            “mel..”
            “iya..”
            “udah sampe rumah?”
            “udah”
            “oh yaudah .. lagi ngapain ?”
            “main game hehe”
            “gila lu udah stay aja di computer…”
            “yakan tadi gue bilang.. ada apaan ?”
            “nggak BT aja.. eh gue mau bikin video nanti gue upload youtube lu harus liat ya”
            “video apan?”
            “vido gua cover lagunya Christian Bautista – The way you look at me”
            “ngooohh.. siap lah hehe yang bagus ya kalo udah di uploat bilang gue aja dah ye”
            “sippp…”
            “sambil main gitar apa vocal aja?”
            “sama gitar gue lah hehe diakan solmet gue”
            “oh jadi lu solmetan sama gitar? Hak gak nyangka gue lu selama ini haha”
            “eett bukan gitu maksudnya tetep ada seseoarang kok dihati gue” balas farhan
            “Siapa siapa kepo nih hee”
            “eh eh bukan siapa – siapa ehehe”
            “gitu lu ya sama gue gak cerita yaudah yak gue mau lanjut game nih”
            “yaudah gidah … jangan lupa solat + makan”
            “siappp kapten !!”
            “hahaha”
Tak ada balasan dari meli karena farhan tahu meli sedang asik dengan permainannya.
Farhan membaca ulang sms demi sms yang masuk dari meli..
            “mel.. apa lu gak merasakan hal yang beda dari kita?” kata farhan sendirian
            “ah… lagian mana mungkin meli tau kan dia anggepannya kita sahabatan”  kata farhan lagi dan menutup mukannya dengan bantal.

Meli melirik jam yang ada di kamarnya dilihatnya jam 2 :30
            “what ?? hampir ketinggalan zuhur.. gaswat gaswaat !!!”
Meli berlari meninggalkan Pc komputernya dan game yang masih hidup.
Meli mulai membasuh kedua tangannya , berkumur 3 x dan memulai wudhunya. Tak lupa dalam solatnya ia mendoakan kedua orangtuanya walau terkadang kedua orang tua meli mengekang keinginan meli. Meminta kepada Tuhan agar diberikan kelancaran dalam pelajaran dan mendapatkan pengetahuan ilmu tak lupa juga selalu memohon agar mendapat peringkat walau tak bisa mendapatkan peringakat 1 cita cita meli saat ini disekolah kelak disaat lulus – lulusan nanti nama nya disebutkan dalam 3 terbaik tiap kelasnya. Seperti kaka kelasnya sebelumnya. Banyak doa yang meli panjatkan dalam solatnya salah satunya juga masalah percintaan nya memang meli hanya gadis remaja yang tak tahu apa – apa soal cinta, tapi mamahnya pernah berkata
“kalo solat mama dulu selalu minta sama ALLAH agar diberi suami atau pasangan hidup yang sayang sama mama, keluarga, dan menerima apa adanya dan banyak lagi” ingat meli dalam bayangnya
Meli pun mulai mengucapkan kata demi kata dalam doanya
            “Ya Allah kelak aku dewasa aku ingin mempunyai pria yang setia, mapan , dewasa, mencintai hamba apa adanya dan juga keluarga hamba masalah ganteng jika engkau memberi kan kelebihan pada priaku, aku sangat berterimakasih pada mu jika ia tak ganteng aku pun tak masalah mendapatkan pria yang jelek asal jangan jelek hati ya ALLLAH , Robana Atina Fidunya Hasanah Wafil Akhiroti Khasanah Wakina Adzabanar AMIN Yarobal Alamin”
Meli meutup doa nya dan mulai membenahi pakaian sholatnya dan merapihkannya.
Tak lama meli mulai bergegas kembali ke komputernya dan kali ini ia menutup gamenya karena telah kalah, dan mencoba membuka akun facebooknya ada 3 notif  di facebooknya dan di bukalah itu notif ternyata permintaan pertemaan sudah di konfirmasi oleh seseorang yang meli dapat dari grup menggambar. Dilihatnya nama yang telah mengkonfirmasi itu.
            “Davit Ajja telah menerima permintaan pertemanan anda”
Meli terbelalak senang melihat seseorang yang ia incar telah mengkonfirmasi pertemanannya itu yaitu
“Reyhan Raditya !! huaaaaaaa dia mengkonfirmasi pertemanan gue? Asik dah ah ah “ kata meli kegirangan
Meli mulai melihat isi album reyhan raditya tak banyak foto aslinya hanya sekitar 1 – 3 foto di albumnya dan sisanya karya gambar nya.
            “gak ada fotonya apa yak?” kata meli heran
“eh ada deh … tapi kok kaya anak kecil ya… eh masih SMA haha bisa lah kenalan mah” kata meli mulai ganjen
Tapi meli bingung harus memulai dari mana ia masih saja diam dan memikirkan cara berkomunikasi dengan radit.
            “mel………”
Meli kenal suara itu dan dia mulai keluar dari ruang kamar nya dan pergi menghampiri sumber suara.
            “udah pulang mak? Bawa makanan gak?” tanya meli secepat kilat
            “makanan mah cepet huuu… nih bawa” kata mama meli
            “ini apan? haha laper mak, lagian kaga ninggalin makanan” meli mencooba merampas makanan yang di bawakan dengan kantong kresek hitam
            “yaudah makan tuh.. mama beliin martabak”
            “asik dah “


Meli mulai melahap satu persatu martabaknya baru gigitan ke 2 mama meli berteriak.
            “melllll…….”
            “apaan mak…..”
            “computer kalo gak di mainin di matiin aja !!”
            “iya ntar dulu…..”
Meli ingat komputernya belum dimatikan dan meli segera mematikan computer dan menutup akun facebook juga game nya.
Sebelum menutup meli melihat sebuah updaten status oleh Reyhan yang bertuliskan.
            “ada yang minat di gambarin sketsa wajah?”
Meli yang melihat hanya tersenyum kagum
            “shit kalo deket gua mau banget di gambarin beneran dah”
Kemudian meli menutup akun facebooknya dan mencoba beristirahat di kasurnya. Terlelap lah meli dalam tidur siangnya. Tak biasanya meli tidur siang kalau meli tidur siang malam hari meli tak bisa tidur terkadang ketika tidur siang yang ada ia malah mengiggau.
Karena hal yang membuat meli tak lupa sampe sekarang ia merasa tubuhnya sangat berat dan tak bisa bangun karena tidur siang entah dia lupa baca doa atau ada hal ghaib lainnya.
            “tumben tidur” kata mama meli melihat
Mama meli mulai menutup pintu kamar meli dan merapihkan makanan yang berantakan di meja akibat meli.
            “bocah cewe sih kelakuannya jorok amat yak nurun siapa itu” kata mama meli merongos sendirian.




Sore Hari
            Sore hari dikamar meli yang cukup berantakan dengan bermacam buku komik dan juga novelnya buku pelajarannya dan juga sepatu serta pakaian sekolahnya yang belum dibereskan sejak pulang sekolah.
Meli bangun akan tidurnya dan membuka matanya namun belum beranjak dari kasurnya yang berantakan itu.
“huaaaahhhh” nguap meli dengan menutup mulut dengan tangan kirirnya.
“jam berapa nih?” meli menengokan kepalanya
“aaaahh baru jam 5 .. tidur lagi ah…” kata meli bernada malas
Tiba – tiba ada suara langkah kaki menuju kamar nya yaitu ibu meli
“MELL !! bangun udah sore mandi kek sanah, nyapu ngepel kek tuh males banget sih jadi cewee !!”
“maleeeeesssssssss makkk !!” teriak meli
“buruan gak bilangin ayah nih !!”
“yaampun maaakk.. yaudah dah tapi makan dulu yak haha”
“tuh iler elap !! jorok banget !!” kata emak ketus
Meli mengelap bibirnya yang banyak iler dan tertawa
“hehehe .. masak apan mak?”
“ki kil kecap”
“ah kikil lagi mana doyan gue” hati meli berbicara
Walau tak doyan meli tetap menyantap makanannya dengan nasi yang setengah porsi dan lauk yang banyak  memang sudah jadi kebiasaan meli mengambil lauk lebih banyak dari pada nasi nya.
            “eh tinggalin yang lain lauknya rakus amat sih” kata emak yang melihat tingkah meli
            “ini udah dikit mak…” kata meli
            “ndas mu dikit !!” emak berkata
            “hahahaha” meli kabur dan meninggalkan mamanya sendirian
Tak lama handphonenya berbunyi dan meli secepat kilat melihat hp nya
 “eh dari farhan hehehe” meli girang mendapat sms dari sahabatnya itu namanya dikontak handphonenya nama Farhan ditambah menjadi Farhan Macho

Farhan Macho: “mel…”
Meli: “apa han?”
Farhan Macho: “lagi ngapain? Udah makan?”
 Meli: “baru bangun tidur dan langsung makan .. nih lagi makan haha” balas meli menjijikan
Farhan Macho: “Ya Ampun deh... jorok banget lu pasti belom mandi”
Meli: “belom.. kok lu tau..”
Farhan Macho: “baunya sampe kesini haha”
Meli: “Kurang ajar lu haha”
Farhan Macho: “makan pake apaan?”
Meli: “pake dedek hahaha” balas meli
Farhan Macho: “yee haha serius gua mel”
Meli: “pake nasi lauk nya kikil sebenernya gua gasuka nih sama kikil tapi gua makan aja laper haha”
Farhan Macho: “yaudah makan diluar yuk sama gue..” ajak farhan
Meli: “gimana ya? Terus nasi yang udah gue ambil gimana dong nih? Lagian juga sayang kalo gue buang nasinya”
Farhan Macho: “yaudah lu pindahin ke tempat makan lu nanti gue yang makan hehe”
Meli: “beneran?”
Farhan Macho: “iyaaa ayo kita ketemuan di tempat biasa ya”
Meli: “oke”
Farhan Macho: “jangan lupa MANDI lu !!”
Meli: “yeelah selow gue kan mandi gak mandi tetep jelek haha”
Farhan Macho: “lu gak jelek kok lu tuh manis #eaak”
Meli: “NAJIS LU GOMBAL”
Farhan Macho: “serius gue hahaha “
Meli: “ya ya yaudah jadi kaga nih?  kaga mandi – mandi dah gue nih”
Farhan Macho: “iya jadi – jadi gue tunggu jam 7 ya hehe jangan lupa solat magrib”
Meli: “iyee farhan ganteng..”
Farhan Macho: “emang ganteng dari dulu gue haha”
Meli: Orzzz PD banget....

Mama meli yang melihat meli lari terburu – buru menuju kamar mandi pun heran.
            “maaaak siapain baju meli mak, levis sama kaos polo merah yak !!” teriak meli dari kamar mandinya
            “mau kemana emangnya?” tanya mama meli
            “mau main sama farhan…”
            “main kemana? Malem – malem juga”
            “waduhh alesan apaa ya gue” kata meli dalem hati
            “anuan nganterin farhan beli alat music” teriak meli bohong
            “ah ambil sendiri males mama” kata mama meli
            “yeelah mak sekali aja dah buru – buru nih”
            “….”
            “MAK !!”
            “iyaaa bawel makanya perawan tuh mandi jangan malem – malem”
Tak lama meli pun segera keluar dari kamar mandi
“haha tengkyu maakk emuaachh” meli mencoba mencium pipi mamanya yang agak keriput
            “udah selesai mandinya ?”
            “udah lah haha” meli tertawa
            “loh cepeet banget ? Gak sabunan ya !!”
            “enak aja sabunan lah tapi sedikit haha”
            “ihhh”
            “kenapa sih mak? Udah biarin aja... lagi buru–buru nih heeem”
Meli pun siap dengan memakai baju yang menurutnya simple itu dan meli pun tak lupa membawa nasi berlaukan kikil yang meli makan tadi untuk dimakan oleh farhan.
            “macem kucing aja lu han makan bekas gue” kata meli dalem hati dan menatapi bungkusan hitam yang berisikan nasi dan juga lauknya.


Pukul 06 : 30
“what?? Setengah 7 .. mana belom magriban lagi , magrib nggak magrib nggak magrib? Nggak ?” meli mencoba membolak – balikan jarinya.
“belom jalan?” kata mama meli menghampiri
“solat dulu dah mak….” Meli berlalu pergi mengambil wudhu
“yaampun huhh!!” mama meli menggelengkan kepala

ketika meli terburu – buru sholat meli pun menjadi tidak khusuk … tak sampai lebih dari 5 menit meli sudah selesai dan meli merapihkan mukenanya.
 “udah solat kamu?” tanya mama meli
 “udah”
“cepet banget…”
“yah yaudah mak meli mau mau jalan dulu…” meli berlalu pergi dan menicum tangan mamanya.
Tak lama meli berteriak
            “maakk .. liat sepatu sandal meli gak ??”
            “Apaaaaaaan?” teriak mama meli
            “sandal meli mak !! liat gak?”
            “Di rak coba liat tadi mama taro lagian naro sandal sembarangan aja”
            “Oh iyaa ada mak… yaudah mak meli jalan Asalamualaikum”
            “ada kan? Yaudah Wa’alaikumsalam” kepala mama meli pun menggeleng heran.

Pukul 7 :30
Farhan sudah menunggu setengah jam di tempat biasanya ia dan meli bertemu namun biarpun meli telat farhan tetap sabar menunggu dan farhan tak akan pernah marah akan hal ini.
Suara langkah gaduh menghampiri farhan yang sedang berdiri bersandarkan tembok.
            “Huuuhhh …”
Dilihatnya farhan dan melipun merunduk serasa mengatur nafasnya yang sedang terengah – engah
            “lu gak kenapa – kenapa mel?” tanya farhan panik
            “nggak … gak apa kok gue huhh haah hemp”
            “jangan nunduk lu nya, nanti malah susah nafas tegak gini nih” farhan mulai menunjukan badannya yang busung dan tegak terlihat sedikit bidang di bagian dadanya ya memang dia rajin sekali berolahraga pantas saja badannya berbentuk layaknya atlet.
Meli pun menirunya dan mencoba meminta maaf kepada farhan karena telat.
“OKE !! huhh.. farhan maafin gue ya gara-gara gue lu nunggu lama”
            “hahahaha” farhan tertawa geli
Meli merengut heran
            “malah ketawa lagi?”
            “jadi lu lari – lari karena takut gue nunggu lama?” tanya balik farhan
            “iyaaaa” meli merunduk malu
            “santai aja lagi .. gue juga baru dateng kok” farhan berbohong
            “bohong !!”
“yaudah lah ya .. yang pentingkan sekarang lu udah dateng .. jadi gak nih kita makan? Udah laper nih gue”
“dasar lu perut gentong haha.. ayaya jadi dong”
“mau makan dimana kita?” tanya farhan
“gue tau tempat yang enak dan murah..” teriak meli dengan ceria
            “serius?” tanya farhan tersenyum dan menatap kedua bola mata meli
            “yaapp serius hehe” meli membalas senyum farhan


Deg Deg Deg Deg Deg Deg Deg Deg Deg Deg
Jantung farhan berdegup begitu kencang seraya menangkap senyuman dari putri khayangan dan kali ini ia bisa jalan dengan putri khayangan itu ? sebuah mimpi bagi farhan ketika meli mau diajak jalan walau hanya sekedar makan malam. Namun ini bukannlah mimpi ini nyata, farhan yang focus pada kemudi motornya tak ingin memikirkan hal – hal yang membuat fikirannya buyar tapi perasaan senang farhan tak mampu ditahan dan farhan mencoba melihat wajah meli dari balik kaca sepion motornya.
Rambutrnya yang berterbangan terhembuskan oleh angin malam wajah manis nya tetap terlihat walaupun gelapnya malam dan hanya tersinari oleh lampu jalanan. Farhan tersenyum diam – diam melihatnya.
“habis ini kita belok ke kiri” bisik kencang meli kepada farhan
“apaa belok kiri ???” tanya farhan
“iyaaa..”
 “oke deh.. “
Farhan melaju kencang motornya namun farhan malah melewati dan akhirnya luruss begitu saja. Meli yang merasa melewati pun berteriak
“ehhh ehhh kelewatann !!”
hah? Seriusan lu”
“iyaaa belok lagi belok, berhenti dulu deh berhenti”
“tapi disini gak bisa puter balik harus lurus terus dulu baru diujung sana ada belokan” farhan mencoba menghentikan laju motornya dan menerangkan bahwa tak ada jalan puter balik.
“ah lu mah gimana sih kan tadi gue suruh belok kiri”
“gue lupa hehehe”
“terus gimana dong?”
“yaudah ayo naik maaf deh yak”
“he’eh” meli merengut manja
“hahahaha”
“ketawa lagi lu”
PLAK meli mencoba memukul helm yang dipake farhan
“aduh”
“Haha gue sengaja mel gue Cuma mau berduaan lama aja sama lu jarang – jarang kan kita begini. maafin gue mel”  hati farhan berbicara. Dan kembali memandangi wajah manisnya dari kaca sepion. Dilihatnya meli yang sedang memandangi alam sekitar.
Motor farhan masih melaju kali ini dengan kecepatan sedang karena meli tak mau lagi melewati rumah makan itu untuk yang kedua kalinya. Farhan pun memulai pembicaraan saat–saat bersama meli walau dengan nada yang cukup keras karena sedang berada di perjalanan.
 “mel …” tanya farhan”
“Hah?”
 “gak jadi deh hehehe”
 “et dah”

 Beberapa Saat kemudian

            “yap kita udah sampe”
 “ini tempatnya?” tanya farhan sembari melihat keliling
 “iya .. gimana menurut lu ?”
 “heem lumayan hehe, oke masuk yuk” ajak farhan dan menggandeng tangan meli.
 “eh…” meli tak  bisa menolak gandengan tangan farhan dan meli pun melangkah pelan dibelakangnya.
            “duduk disitu aja” meli menujuk bangku yang berada didekat jendela dan tersedia 2 bangku. 

Saat mereka memulai duduk kedua mata mereka tak sengaja menatap dan tangan farhan masih saja menggenggam tangan meli. Meli yang sadarpun mencoba melepaskan dan ada kecanggungan diantara mereka berdua. Kecanggungan meli tampaknya dirasakan oleh farhan dan farhan mencoba mencairkan suasana dengan obrolan yang membuat meli suka dan tidak canggung lagi. Dan farhan memutuskan berbicara soal music.

Ya meli sangat menyukai music walau ia tidak bisa bermain alat music. Meli pernah bermimpi kalo meli punya pacar nanti meli ingin sekali pria itu bisa bermain alat music yaitu gitar atau piano. Meli juga suka mengugah suaranya di soundcloud yaitu media untuk menampung music dan juga hasil suara kita atau music yang kita biat sendiri. Tak banyak yang tahu meli bisa menyanyi namun farhan tahu bahwa meli menyanyi dengan cukup piawai dan merdu. Farhan tak pernah ketinggalan setiap kali meli mengunggah suaranya ke soundcloud dan farhan diam – diam mendengarkan layaknya pengaggum rahasia atau fans rahasia. 
Yang farhan dengarkan setiap sebelum tidur. Lagu yang meli unggah memang acap kali lagu mellow dan sedih. Farhan tahu bahwa meli bersikap ceria dengan semua orang karena tidak ingin diketahui jika meli sebenarnya anak yang cengeng. Sudah kelihatan jelas sekali buat farhan saat meli mengunggah lagu dan ia nyanyikan dengan air mata. Entah sebab apa meli menagis acap kali menyanyikan lagu cinta dan mellow lainnya. Apa karena dia terlalu menghayati atau ada sesuatu yang mengganggunya. 

            “mel inget gak yang gue sms mau ngecover lagu ?”
“oh.. yang siapa itu ? yang judulnya THE WAY .. the way apa sih hehe”
“the way you look at me.. hahaha”
 “nah iya itu .. inget kok kenapa emang?”
 “gue belom bisa ngecover itu..”
 “loh kenapa?”
 “ya gimana ya .. gak gampang lagunya soalnya harus menghayati”
 “hah ? haha… jadi Cuma gara-gara gak menghayati lu belom ngecover?”
            “iyaa..” farhan tertunduk lesu
 “menyanyikan lagu itu emang harus dari hati sih percuma juga suara bagus tapi gak dihayatin.. tapi terkadang orang – orang hanya melihat bagusnya aja tanpa bisa merasakannya hehe, gue percaya lu bisa kok semangat !!”
Farhan mentap dalam meli dan senyuman meli yang tulus.
Meli yang sadar akan bengongnya farhan dan mencoba menyadarkannya
“weh weh …” tangan meli mecoba mengkibas – kibaskan pandangan mata farhan
“ehh.. hhehe” farhan sadar dan menjadi kikuk
“bengong ajaa dengerin gak tadi gue ngomong? Pasti gak dengerin”
“eh dengerin kok gue hehe makasih ya gue bakal berusaha kok , eh by the way kita belom mesen makanan tau hahaha” farhan tertawa ngakak
“oh iya hahaha” melipun sama
Mereka berdua lupa saking asiknya ngobrol dan kecanggungan yang mencekek keadaan membuat lupa dan merasa menjadi tak lapar.
“huehh rasanya gue udah gak laper deh hehe” meli berbicara
“hahaha yakin lu ? terus kita ngapain kesini? Gak lucu lah gak mesen makanan”
“iya juga sih yaudah deh pesen , mbak mbak “ meli mencoba memanggil pelayan rumah makan itu dan pelayan itu mencatat pesanan keduanya.
“aku mau pecel ayam ya terus minumnya teh manis dingin.”
“mas nya pesen apa?” saut pelayan dan meli menoleh ke farhan
“aku ? samain deh kaya dia hehe”
“baiklah ditunggu ya mbak mas”
“oh oke” saut farhan
“lu gamau makan yang lain han?” tanya meli bingung
“nggak emang kenapa?”
“oh enggak hehe heran aja kok mau samaan makannya emang lu doyan pecel ?”
“heeh cucurut gue ini demen apaa aja asalakan itu halal hehe”
“yeh suek dikata curut.. oh gitu toh kalo tau gitu tadi gue pesen bakso tanpa bakso ya hehe”
“hah tanpa bakso ? jadi maksud lu nanti kita makan kuah baksonya aja gitu ? hahaha”
“hahaha bukan kita tapi LU AJA “ meli tertawa ngakak dan membuat orang – orang disikatarnya menoleh.
“eh .. “ meli malu dan diam seketika
“sukur lu diliatin ahahahahah” farhan tertawa bergiliran
Orang – orang disekelilingnya makin memperhatikan sambil berbisik , bisikan mereka cukup keras hinga membuat meli mendengarnya
            “pasangan itu hoboh banget sih..”
            “iya kayaknya bahagia banget..”
            “WHAT !! pasangan ????” meli berbsiik dalam hati dan menatap farhan aneh.
Langkah kaki pelayan memecahkan keributan kami dan kami sadar bahwa makanan yang di pesan sudah datang dan siap di santap.
            “permisi ..”
            “eh iya..”
            “silahkan …"
            “makasih ya mbak” saut meli kepada pelayan dan pelayan berlalu pergi 
“hueeh nyicip dulu ah sambelnya” kata meli dan mencolek tangannya ke sambal.
            “hehhh buset cuci tangan dulu neng” farhan kaget
            “oh iya yaudah gua mau cuci tangan dulu tungguin yak”
          “he’eh” farham memperhatikan langkah meli dan terceguk melihat tingkahnya kemudian farhan tertawa kecil
            “tuh cewe.. alami banget joroknya haha tapi baru kali ini gue liat cewe sembrono kaya dia.. dia bakal ngelakuin hal yang sama gak ya kalo didepan cowo yang baru dikenal ? haha” kepala farhan menggelang pelan. Tak lama meli datang dan duduk kembali.
            “udah ? yaudah gentian gue ya.. ” tanya farhan dan berlalu pergi meli mengangguk.
“eh !! jangan makan duluan tanpa gue !” farhan mundur setelah beberapa langkah maju dan hanya berkata seperti itu kepada meli.
            “heh? Iya–iya nggak”
            “sip…”
            “aneh ..” meli menatap pecel tak sadar mulutnya telah tergoda akan bau ayam serta sambal trasinya. Tangannya mencoba mengambil potongan kulit ayam. Namun saat akan mengambil tangan itu terhenti dan tertahan. Ternyata farhan sudah kembali dari mencuci tangannya. Terlihat tangan farhan memegang tangan meli yang akan memotong ayam.
            “upss hehe” meli menoleh
            “tadi gue bilang apa?” tanya farhan menatap meli
            “jangan makan duluan hehe maaf.. tapi gue belom makan kok suwer”
            “nah itu tau.. yaudah sekarang kiat makan”
            “iya lagian gue udah tergoda hehe”
            “dasar lu”
            “maaf hehe yaudah ah tancaaaaap !!!”
Farhan menatap meli lagi kini meli makan dengan lahap dan farhan kini berhasil membuat meli tersenyum. Sesekali farhan ingin mengetahui kenapa meli selalu menangis saat menyayikan lagu mellow? Entah nangis sungguh tapi terdengar lirih namun tidak menutupi suara merdunya.
dan farhanpun kembali menyantap pecel ayam nya.
            “oh iya mel .. lagu favorite lu apa?”
            “gue ? hemm sebenernya gak punya favorite sih tapi kalo lagu yang sering diputer banyak hehe tapi paling suka…”
            “ya sama ajaa !! emang apa?”
            “gak tau deh apa hehehe”
            “yeh cucurut gimana sih ..”
            “kalo gue sih lagu apa aja asalkan itu enak didenger dan sesuai perasaan hati dan keadaan hehe, tapi gue suka sama maudy ayunda dia penyanyi berbakat banget udah bisa main gitar , cantik, pinter punya segalanya haduh bikir iri setiap kaum hawa”
            “ohh maudy.. kalo gue raisa”
            “hissh kenapa sih setiap cowo demen raisa emang dia bagus apa?”
            “idih dia gak tau aja.. raisa tuh cantik buanget mel buanget lu belom liat dia sih ya.. suaranya juga merdu banget, sama JKT 48”
            “duh ilah JKT lagi…”
            “hahaha kenapa lu cemburu gue suka JKT ama Raisa?”
            “Aiihh apa lu kata? Gue cemburu eh gue Cuma heran aja sama semua cowo didunia ini eh bukan didunia pokoknya disetiap gue kenal dia pasti demen JKT sama Raisa.”
 “kok lu jadi malah sinis haha.. gue tau karena lu gak secantik mereka kan?? Hahaha”
 “kurang ajar lu huh iya emang gue gak cantik kaya mereka tapi emang mereka punya sifat yang unik dan langka kaya guee??” meli nyolot
 “haha oh iya ya , banyak wanita cantik namun tak seunik dirimu“ farhan gombal dan merayu
“ish apan sih lu tadi lu jelek-jelekin gue , gue mau pulang ah” meli beranjak pergi
 “haha eh cucurut kalo lu pulang mau naik apan gak ada angkutan didaerah sini..”
 “oh iya ya… yaudah gua pulang bareng lu deh” meli mengubah pikirannya untuk pulang sendiri dan duduk kembali.
 “hahahaha kan tadi emang kita berangkat bareng pulang juga harus bareng dong . ada–ada aja lu mel haduh ngakak gua”
            “gue lupa..” meli menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
            “yaudah ayo kita puang.. “ jawab farhan
            “yaudah gue mau bayar ini dulu” kata meli
            “ngapain ?”
            “bayar…”
            “udeh gue yang bayar aja”
            “jangan ah …, mbak mbak” saut meli dan pelayan pun datang
            “nih berapa semua ?”
            “20 ribu mbak”
            “nih.. mba udah sanah mba buru” kata farhan memberi uang 50 ribuan
            “ayo pulang” tanya farhan dan meli menatap farhan heran
            “kembalinya mas..” tanya pelayan
            “udah ambil aja” farhan dan meli berlalu pergi
 “ih lu mah !!.. kan tadi gue ma…” meli berhenti berbicara karena tangan farhan menyentuh bibir meli menyuruhnya untuk diam.
 “udah jangan berisik .. ayo lu mau pulang gak ?”
            “i.. i.. ia mau ..”
            “yaudah ayo”
Meli terbengong seketika dan
            “sssttt naik..” alis mata farhan terangkat dan mengisyaratkan meli untuk segera naik motornya.
            “eh iya ..”
            “udah ?”
            “udah…”
            “han …”
            “iya kenapa?”
            “makasih … “
            “buat apa?”
 “yang tadi dibayarin.. eh iya tadi kan masih ada kembalinya kenapa gak diambil? Tau gitu gue aja yang ngambil hehe” ledek meli
 “dasar lu ye .. masih aja hahaha”
            “bercanda kok hehe habis tadi lumayan han masih ada 30 ribu lagi buat beli bensin.. oh apa mau gua gantiin pake duit gue?”
            “ah apaan sih lu nggak gue gak mau.. gue turunin lu disini”
            “eh eh jangan dong. Ini gatau dimana lu tega?”
            “ya makanya gak usah ganti – ganti uang lagian uang gue masih ada kok hehe, gue iklas kok buat ini , ya walaupun makanannya cukup sederhana”
            “padahal gue sengaja pilih tempat yang murah dan enak eh lu bayar mahal juga sama aja boong deh tau gitu tadi kita kerestoran mahal aja hehe”
            “buset dah hahaha… jadi lu sengaja ke tempat makan itu biar gak mahal pas bayar ? tapi gak apa apa sih,  lagian 50 ribu juga murah kok coba lu bayangin kalo di kfc or lain lain 50 rb sendiri ini kita 50 rb berdua hehe”
            “jadi lu gak papa nih duit lu gak dikembaliin?”
            “ya gapapa lah emang gue minta ganti itu semua?, lu mau jalan sama gue aja gue udah bersyukur”
            “hah ? apaa?” meli mencoba meminta farhan mengulang kata – katanya karena meli tak mendengarkan akibat bisingnya suara kendaraan di malam hari.
            “eh nggak maksudnya ya gak usah diganti emang gue tukang ojek di bayar – bayar lagi”
            “Oh gitu yaudah deh…”
            “kapan – kapan kesitu lagi oke dan lu harus gentian yang teraktir gue ?” saut farhan
            “Ohh.. okeee kalo begitu !!”
            “Sip gue tunggu hehehe”



Saat Dirumah

" Udah sampe nih mel..."
            "meli..." farhan melihat meli tertidur dibelakang tubuh farhan, farhan mencoba menggapai dan berusaha membangunkan dengan mengoyahkan pelan tangan meli yang memeluk erat pinggang farhan. saat hendak membangunkan meli farhan menyentuh halus jari jemari meli dan menggengam erat tangan meli. seketika meli sadar akan tidurnya, farhan dibuat kaget akan itu.
"Umm... eh dimana nih?" meli sadar bahawa ia ketiduran saat menaiki motor farhan dan tidur di belakang pundak farhan.
             "Di depan rumah lu mel.. tadi lu tidur jadi gue gak enak mau bangunin lu mau gendong juga gak enak sama bokap nyokap lu" farhan menjelasakan
"Apaa??? berati dari tadi gue tidur ?
"iya yaudah sana lu masuk !"
"Ummm yaudah deh, gue masuk ya.."
"iya buruan!”
"Eh han... makasih atas traktirannya dan juga maaf banget udah ketiduran"
            "Iya gak apa kok mel hehe.. , maaf juga ya tadi keterusan waktu mau mau berangkat, jadi puter 2 x deh hehe" farhan mengaruk kepala yang tidak gatal
"Hahaha ya ya udah gue maafin, yaudah gih lu pulang udah malem..”
"Jadi lu ngusir gue?" kata farhan
"Dih oneng bukan gitu maksud gue... Tapi..."
"iya - iya gue paham kok.. yaudah gue balik ya.. makasih loh atas malem ini udah mau nemenin gue makan”
"Iyaa yaudah hati - hati...”
"Yap.. Asalamualaikum..."
"Walaikum salam"
Dari sudut jendela mama meli melihat meli yang baru pulang dan kemudian mendatangi meli yang berjalan masuk kedalam.
            “baru pulang?”
            “iya heheh”
            “heheh lagi .. sampe malem gini? Besok kan sekolah..”
            “yee besok minggu mak …”
            “oh iya ya.. kok farhan gak diajak masuk?”
            “Oh.. ta tadi dia buru - buru , Iya dia buru - buru hehehe” jawab meli bohong
            “ohh .. yaudah, kamu udah makan ? ”
            “eh .. udah mak hehe”
            “loh tumben ?”
            “iya tadi diteraktir farhan hehehe”
            "yaudah meli kekamar dulu mak"
            "iya jangan lupa sholat isya"
            "ho'oh" meli pun berlalu pergi menuju kamarnya 

sementara itu farhan 
brum brum brum suara motor farhan terhenti di halaman rumahnya, lampu sorotnya tampak padam dan rumahnya pun tampak sepi sepertinya keluarganya sudah pada tertidur. farhan bergegas masuk kerumah dan  meninggalkan motor Honda CBR 250 R di halaman rumahnya. 
farhan mencoba membuka pintu tapi sepertinya pintu rumah farhan sudah dikunci. untung saja farhan membawa kunci rumah candangan. 
"Ceklek"
farhan berhasil masuk dan sekarang ia menuju kamarnya yang melewati pintu kamar adiknya yaitu Syiren.
terdengar suara buka pintu dan jelas aja syiren yang keluar dengan berpakaian piyama tidurnya sambil mengucek matanya, syiren terbangun dan ingin mengambil air dilihatnya sang kaka yang baru pulang syiren melihat dengan mata sayu.
“dari mana lu ka ?” tanya syiren
"jalan lah hahaha" jawab farhan girang
"jalan sama siapa? " tanya syiren lagi sambil membuka kulkas
"yang jelas sama cewe lah hahaha" jawab farhan berbisik sambil menepuk pundak syiren yang sedang minum
"UHUK !!!" syiren pun tersedak dan melongo 
"ngapa lu haha" farhan tertawa melihat adiknya tersedak dan berlalu pergi
"eh kak .. emang ada cewe yang mau jalan sama lu ??!!" teriak syiren
"banyaak gua mah idola para cewe - cewe haha" farhan bergaya layaknya model 90 han dengan tangan yang mengusap hidungnya dan juga merapihkan kerah bajunya.
 "idihhh hooeek hoeek, soganteng ... " syiren pun geli melihat kakanya yang sedang kasmaran dan berlalu pergi kekamarnya.




Kamar Farhan

farhan menjatuhkan tubuhnya kekasur seketika dilihatnya guling dan dipeluknya begitu eraat sambil berkata.
 "mell... makasih untuk malam ini yaaa" dipeluknya lagi guling itu semakin erat seakan guling itu adalah meli
            "ih gue kenapa sih ..." farhan pun sadar , dilihatnya guling itu kembali
"ahh bodo amat pokoknya gue seneng malem ini makasih mel ..." dipeluk eratnya guling itu kembali.

hingga farhan pun terlalut akan mimpi indahnya bersama meli


hey kau yang berdiri disana
taukah aku disini penuh tanya
oh mengapa begitu sempurna ?
hingga detak jantungku berdebar - debar begitu hebatnya...
Andaikan dirimu dapat ku miliki sepenuhnya seutuhnya
Ku ‘kan selalu ada ‘tuk dirimu selamanya
Mengapa mulutku membisu (ku membisu)
Setiap saat ku ada di dekatmu
Inikah arti cinta bagiku (bagiku)
Yang selalu merasuki setiap malam dan mimpi-mimpi indahku
Song : Hivi - indahnya dirimmu




To be continued ..........



LANJUTAN ---------------------




Tangerang 3 desember 2012
Reyhan Andriyanto
Profil facebook Reyhan terpampang jelas dan diaktifkannya chat massangger pada tampilan facebook




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan