Sabtu, 29 November 2014

KECERIAANMU MEMBAWA KEPOSITIFAN UNTUK KU

LOMBA MENULIS
TEMA : KENANGAN MASA KECIL
JUDUL : KECERIAANMU MEMBAWA KEPOSITIFAN UNTUK KU
      
Sinopsis :

Fitri sebutan untuk seorang gadis kecil yang periang ia 
mempunyai keluarga kecil yang menyayanginya. Fitri amatlah ceria dan periang ia tak pernah malu mempunyai keluarga kecil asalkan buat fitri adalah kebahagiaan serta kebersaaman dengan sang keluarga yaitu ayah , ibu , Fitiri anak yang sangat pandai dari kecil hingga besar tak pernah menyusahkan kedua orang tuanya ketika ia bertemu dengan ARIF ? teman SD yang kemudian hilang selama 10 tahun lalu mereka dipertemukan di suatu daerah yang cukup ternama yaitu SEMARANG.
















Pagi ini begitu cerah matahari menyambut pagiku begitu hangat dan juga kicauan burung seraya bernyanyi kepadaku. Ku coba gantungkan Hordeng yang menutupi jendela kamarku, ya jendela kamar yang terbuat dari kayu bekas dan seng yang ayah buat kan untukku juga hordeng dari kain bekas yang ku gantungkan. kutarik nafasku dalam – dalam dan kubuang kembali “ahh betapa segarnya pagi ini” jawabku dalam hati. Saat ini aku berusia 10 tahun. Aku duduk dibangku kelas 5 SD, aku hidup di keluarga yang sangat sederhana ayahku hanyalah seorang buruh yang mempunyai gaji tidak menetap terkadang seminggu sekali ayah mendapatkan uang sebesar 100.000 dan bisa dibayangkan seharinya itu tidak lah lebih dari 15 ribu perhari. Namun aku dan ibu tetaplah bersyukur meski ayah mendapatkan gaji yang tidaklah terlalu besar. Ibuku dialaah yang membuatku bertahan dan mempunyai cita –cita tinggi berkatnya aku bisa sekolah di SD ini. Memang sekarang biaya untuk sekolah dasar geratis namun tidak untuk smp dan smk jika aku kelak mendapatkan sekolah swsta. Aku akan giat belajar membahagian ibu dan juga ayah aku akan mencoba meringankan beban mereka semua. Semampu yang aku bisa
Kini waktunya aku untuk siap – siap berangkat kesekolah dan segera berpamitan kepada ibu.. sang ayah memang sedang tidak ada dirumah .. ayah memang jarang pulang bukan karena ayah nakal tapi karena lokasi kerjanya dengan rumah terlampau jauh ayah memilih menetap disana terkadang seminggu sekali ayah pulang untuk mengirimkan uang
“bu … aku berangkat kesekolah dulu”
“yaudah .. hati – hati di jalan ya jangan lupa berdoa seblum belajar dan perhatikan guru jika sedang menerangkan” jawab ibu seraya measehatiku dan mendoakanku
“iya bu.. Assalammualaikum” kucium tangannya dan berlalu pergi
“wa’alaikumsalam warahmatullah” ibu masih memperhatikan langkah putrinya hingga dia lihat tak ada lagi bayang sang puti yang hilang saat melewati tikungan gang. Sang ibu kembali masuk kerumah dan mempersiapkan diri untuk bekerja bukan hanya mempersiapkan diri namun juga sang ibu harus mempersiapakan tubuh yang kuat karena ia hanyalah seorang buruh cuci keliling rumah tetangganya.
Sang ibu menawarkan diri ke setiap rumah siapa tahu ada yang berminat dicucikan baju olehnya pekerjaan ini baru saja dilakukan oleh sang ibu karena mengetahui biaya yang tak tercukupi dan semakin hari semakin tidak mencukupi. Sang ibu memburuh tanpa diketahui oleh suami dan juga anak – anaknya.

“Asalammualaikum bu….”
wa’alaikum salam .. loh bu fitri ada apa?” jawab pemilik rumah dengan ramah
“apa ada pakaian kotor yang bisa saya cucikan? Jika ada saya bisa mencucikannya bu winda.. “
Melihat bu fitri bu winda pun iba.. dan memang rezeki tak kemana bu winda menyerahkan beberapa pakaian kotor miliknya
“ini bu fitri .. tidak terlalu banayak kok maaf ya bu jadi merepotkan ..” jawab bu winda tidak enak
“tidak apa bu justru saya berterimakasih dengan ini saya bisa mendaptkan uang ya walaupun tidak besar namun saya bersyukur, kalau begitu saya pamit ya bu saya ingin berkeliling kerumah – rumah” jawaban bu fitri begitu mengetuk hati bu winda ia mampu bersyukur dengan penghasilan yang ia dapatkan walau hanya sedikit demi mencukupi kesehariannya dan demi sang putri tunggalnya. Semua demi putri tunggalnya hanya ia harapan sang ibu disetiap langakah dan disetiap kata sang ibu selalu saja berdoa didalam hati “kelak kau akan membahagiakan ku nak .. karna ibu yakin kamu bisa.. maafkan ibu tak bisa meberimu kebahagian yang seperti kamu inginkan” hati ibu menangis disaat ibu memikirkan sang putri tunggalnya. Ia merasa tidak mampu dan ia merasa mengecewakan sang anak karena fitri tak seperti anak – anak lain yang memiliki segalannya beruntung sang ibu memiliki fitri yang tak pernah merengek minta di belikan sesuatu karena fitri tahu keadaan ekonomi keluarganya.

DISEKOLAH
Aku mulai memasuki ruangan kelasku , aku berjalan pelan namun pasti memperhatikan teman – teman yang begitu ceria nya entah mereka ceria karena kaya atau memang sifatnya ceria aku pun melihat ada sebagian anak yang merenung ia memelilih untuk diam dan tidak ikut bermain bersama teman – temannya. Aku coba untuk mendekatinya dan aku Tanya siapa namanya dia laki – laki dan aku sama sekali belum pernah melihatnya di sekolah ini
“hai…” sapaku kepadanya
eeummm” kepalanya bergerak seakan mendandakan jawaban YA
“kenapa?” jawabku penasaran
“-----“ diam tak menjawab
“hey kamu anak baru ya?”
“iyaa ..” jawabnya singkat
“oh pantas saja aku tak pernah melihatmu, sebelumnya kamu sekolah dimana?”
“------“ anak laki – laki itu tetap diam sementara aku belum mengetahui namanya , namun aku tetap tidak menyerah ku Tanya lagi dan terus kutanya
“kenalin nama aku fitri…” jawabku sembari melontarkan tangan kanan ku kepadanya
“aku arif…” dan menjabat tanganku
Kini aku dan arif sudah menjadi teman namun aku dan arif berbeda kelas aku kelas A dan arif kelas B aku tak menyangka aku sudah menaklukan seseorang yang pendiam seperti arif seiring berjalannya waktu aku yakin arif akan mulai terbuka dengan keadaan disekitar dan tidak menjadi penutup seperti itu lagi. “Dan aku yakin keceriaan ku bisa menular kepadanya hehehehe” jawab fitri yang mulai berkhayal tentang arif
TENGNONG suara bel berbunyi kencang menadakan akan dimulainya pelajaran dan hayalan ku pun seketika lebur akan bunyi bel itu.
“udah masuk ya? Aduh” jawab ku berlalu pergi meninggalkan arif sendiri
GEDEBUUUGG , fitri jatoh ketika akan berlari menuju kelas. Arif yang memperhatian ternyata diam – diam tertawa geli melihat tingkah fitri yang petakilan. Baru saja mendapat teman baru sudah membuat malu diri sendiri saja. Fitri masuk kekelas dan arif pun ikut masuk kekelas namun kelas yang berbeda.



MELIHAT IBU YANG MENJADI BURUH
Sesampainya dirumah fitri ingin sekali bercerita kepada ibu kalau ia mendapatkan teman baru disekolahnya dan betapa anehnya teman barunya itu.
“asalamualaikuuuummmm… ibuuu… buuu” teriak ku seraya memanggil ibu
Aku masuk namun ibu tetap saja belum menjawab salamku dimana dia? Aku menuju kamar madni karena ku dengar ada seuara air menyala juga sikat seperti seseorang yang sedang mencuci pakaian.
“buu..??” panggil ku kepada ibu yang sedang mencuci banayk sekali pakaian kotor
“eh kamu udah pulang kok gak salam dulu?” kata ibu sembari mengelap air yang berada diwajanya
 kulihat mata nya mulai sayu apa mungkin ibu kelelahan bajunya yang basah dan pakaaian yang begitu banyak .. pakaian siapa aja itu ?
“sudah tadi bu .. aku berteriak cukup keras namun ibu tidak menjawab kufikir tidak ada orang dirumah tapi ku dengar ada usara air menyala dan itu ? pakaian siapa saja bu? Banyak sekali? Kenapa ibu yang mencuci?” jawabku heran
Ibu mendekatiku ibu memeluku amat erat dan erat ibu mulai tak bisa menhan tangisnnya dihadapanku, akupun heran aku tak mengerti mengapa ibu menangis? Dan ibupun menjelasakan
“naakkk.. ibu ini mencoba menjadi buruh cuci, memcuci pakaian kotor dari para tetangga dan dibayar seiklasnya”
“tapi untuk apa bu?” aku mulai tak bisa menahan air mataku
“ini semua untuk kamu .. ibu akan sekuat tenaga mengumpulkan uang untuk kamu sekolah nak makanya kamu belajar yang bener yah…” ibu kembali memeluk ku erat
Isak tangisku makin pecah entah apa yang membuatku menangis aku tak bisa berhenbti menangis aku .. akuu tak dapat berbuat banyak apa yang harus aku lakukan? Aku hanya tak ingin ibuku menjadi pembatu aku kasian melihat perjuangannya untukku, aku ingin berbuat sesuatu tapi apa yang aku bisa? Aku belum mampu untuk itu semua lagi pula kalau ibu tau aku bekerja aku pasti akan dimarahi.
“bu .. apa ayah tau?” tanyaku kepada ibu
“belumm nak… makanya ibu tak ingin teralalu membebani ayah dengan ini ibu bisa membantu ayah dan meringankan biaya sekolah kamu dengan ibu seperti ini
Aku sudah lupa jika aku ngin menceritakan bahwa aku mempunyai teman baru, aku lupa kalau aku mendapatkan nilai 100 di sekolah saat pelajaarn mtk semua hal yang baik yang aku ingin beritahu ibu tak sempat aku ceritakan. Aku lupa akan semua itu aku sudah lupa.
Seketika kepalaku pusing dan ibu menyuruhku untuk beristirahat dikamar aku menuruti kata ibu dan aku mencoba untuk memejamkan mata ku. Namun tak bisa aku terus saja kefikiran ibu yang memilih menjadi tukang cuci untuk menghidupi keluarga dan juga demi aku. Disatu sisi aku berusaha dan aku bertekat kelak aku akan menjadi orang yang sukses dan membahagiakan ibu dan ayah dan cita – citaku untuk bia masuk ke  SMP SMA bahkan mungkin perguruan tinggi negri. Aku mengerti kelebihanku aku yakin di setiap kekurangan ekonomi keluarga ku aku memiliki kelebihan yang Tuhan beri padaku. Semasa kecil aku amat rajin belajar aku juga selalu menjadi peringkat pertama di kelas ku. Walaupun ketidakmampuannya orangtuaku aku bangga bisa menjadi anak yang lebih dari teman – teman ku aku tidaklah malu akan hal itu. Aku justru bangga dan selalu bersyukur kepada yang maha esa. Semoga apa yang aku cita-citakan ini terkabul walau kekurangan aku akan berusaha bagaimana pun caranya.

ARIF DAN FITRI
            Hari demi hari aku dan arif sangatlah dekat hingga semua anak – anak heran akan kedekatan ku dangan arif. Arif terlahir dari keluarga yang cukup  berada ayahnya seorang polisi dengan berpangkatkan jendral ibunya lulusan Sarjana dan memiliki gelar Doctor. Betapa bahagiannya kehidupan arif ia memiliki segalanya dibandingkan aku. tapi ada satu yang tidak dimiliki arif yaitu kebersamaan dengan sang keluarga beda dengan ku walau kami keluarga kecil aku bersama ayah dan ibu selalu bahagia walau kami hanya makan sepiring nasi putih untuk bertiga namun arif ia selalu sendiri ia selalu ditemani oleh supir dan pembantunya dirumahnya jadilah mungkin arif pendiam dan tak ingin bergaul seperti anak – anak lain. Kemudian aku datang dan akan merubah arif yang pendiam menjadi ceria sepertiku hehe.
“ heyyy… “ jawab ku kepada arif
eh kamu fit..” katanya
“ikut aku yuk…” kataku mengajak
“gamau ah..” tolak arif
“kenapa sih ? udah ayo ikuutttt” paksaku dan menggandeng tangannya dan ia pun menuruti ku
“mau kemana sih? Mau ngapain kesini ? inikan pohon mangga” kata arif heran
“iyaaa ayo kita manjat eheheh aku mau ngambil mangga yang ono nohh” kata ku menujuk mangga itu
“yaampun kamu kan cewe petakilan banget sih” kata arif
“udah gapapa, nih ya liat aku naik duluan .. tuh gapapa kan.. ayooo naik kamu !! ” kata ku teriak pada arif
Tak lama ia menuruti dan ikut memanjat selangkah demi langkah aku tertawa geli melihat arif yang kaku karena belum pernah sama sekali memanjat pohon
“hahaha” aku tertawa geli
“kenapa kamu tertawa?” Tanya arif heran
“kamu lucu .. kamu takut ya? Hahaha” Tanya ku
“nnngg nngg nggak Cuma aku belum sama sekali pernah manjat pohon, baru kali ini aku manjat”
Aku menganggukan kepala seakan mengerti dan aku tak berheti tertawa , kami memanjat pohon yang berada dekat dengan sekolah tepatnya di belakang sekolah. Tak ada yang pernah tau kalo ditempat ini ada pohon mangga hanya aku yang sering kemari untuk memanjat dan menghabisakan waktu diatas pohon dan kini aku mempunyai teman yang aku bisa ajak bercanda yaitu Arif. Latar belakang ku dan arif memang lah berbeda tapi aku yakin kami berdua bisa menjadi sahabat yang saling mengisi kebahagian satu sama lain.
Lama menghabiskan waktu diatas pohon arif pun mengajak turun karena takut kalau kelas sudah masuk. Akupun menuruti dan aku mulai turun duluan ketika aku mencoba menjejaki ranting di sebelah kiri aku tak menyangka jika rok yang kupakai tersangut batang pohon mangga yang bercabang
SSSSRRRRTTTT terdengar suara robekan kain, ya itu kain rok yang kupakai kain yang ku kenakan pendek selutut namun aku memakai dobelan celana olahraga karena memang hari ini ada pelajaran olahraga celana olahraga ku tepat se lutut. Aku malu akan arif rok ku sobek tepat di garis belakang untung saja aku memakai celana tambahan haha
“yaaah sobeeeek aduuhh…” kataku malu dan menutuoi sobekan itu
“wahahaha” arif seketika tertawa lepas , “arif tertawa?  baru kali ini aku melihat arif tertawa begitu lepas segitu senangnya melihat kederitaan ku dia huuhh” kata ku dalam hati
“resee ngapain kamu ketawa.. buruan turun” kata ku seakan marah padanya
Aku lihat arif mulai menuruni sertiap langkah batang pohon mangga dan ia berkata
“kamu itu lucu haha baru kali ini aku berteman sama cewe model kamu hehe” kata arif
“Apaahh? Aku dibilang lucu kamu seneng kan ngeliat penderitaan orang lain .. dasar kamu bisanya tertawa diatas penderitaan orang huuh” kataku pura – pura marah dan berlalu pergi dan memasabodokan rok ku yang robek dilihat oleh arif, aku pake celana olahraga ini.

AYAH TAHU
“kenapa sih kamu pake jadi buruh cuci segala ?”
“aku hanya ingin mencukupi kebutuhan keluarga kita mas…”
“tapi kan masih ada aku.. aku masih bisa member kalian makan dan menyekolahkan fitri”
Kudengar suara pertengkaran ayah dan ibu aku mendengar dari balik pintu aku sengaja menguping pembicaraan mereka. Tiba- tiba air mata ku menetes seraya aku kehilangan sesuatu , aku kehilangan kebahgiaan ku memang tak selamanya aku tertawa bersama mereka terkadang merek pun bertengkar akan hal spele
“ya Tuhan … apa yang harus aku lakukan ?” aku terus bertanya pada diriku apa ini semua salah ku?

            Pagi ini ayah berada dirumah dan aku berusaha tersenyum seakan tidak mengetahui apa yang telahterjadi kepada kedua orang tuaku semalam. Aku izin untuk pamit berangkat kesekolah kali ini aku sedang tidak ingin sarapan aku beralasan bahwa aku sedang berpuasa.
“ayah ibu fitri jalan sekolah dulu ya…”
“kamu gak sarapan dulu” kata ayah menyodorkan piring berisikan nasi dan lauk telur ceplok
“tidak yah aku sedang berpuasa” tuturku halus
“ohh.. yaudah” kata ayah menaruh piring kembali
“tapi kamu kan gak saur?” kata ibu yang sedang membawa segelas the untuk ayah
“iya bu tidak apa – apa aku kuat hehehe” kata ku tetawa
“ah kamu sok kuat hehe , yaudah hati – hati dijalan ya perhatikan guru jika sedang menerangkan” nasehat ibu yang tak pernah berubah seraya mendoakan ku
“iya buu.. asalamualaikum”ku cium lembut satu persatu tangan ayah dan ibu , dan kurasa agak sedikit kekasaran ditangan mereka maklum saja merek keras untuk membiayai keluarga dan saling mencukupin.
“waalikum salam” kata ayah ibu berbarengan
Aku mulai hidup prihatin sejak kecil aku mengerti keadaan keluarga ku maka dari itu aku tidak pernah menutut sesuatu kepada mereka seperti anak – anak lain.

DISEKOLAH SAKIT
            Aku jadi tidak konsentrasi belajar , perutku sangatlah lapar aku keringetan dan entah mengapa kepalaku pusing sekali aku tidak bisa konsentrasi apa yang guru terangi, aku tak bisa menangkapnya kenapa aku hari ini. Apa karna aku tidak sarapan pagi ternyata aku tidak sekuat perkataan ku aku lemah ibu benar aku tidak kuat aku hanya sok kuat dihadapan mereka  dan baru berasa sekarang. “aduuuh yaTuhan” kataku dalam hati
“eh fitri muka kamu pucet” kata fira teman sebelahku
“masa fir?”
“iya .. aku ambilkan obat ya di UKS” tawarnya kepadaku
“gausah fir..  aku puasa” kataku menjelaskan
“ya ampun kamu puasa? Ngapai?” katanya heran
“Aku memamang terbiasa puasa seni dan kamis dan entah kenapa puasa ku kali ini seperti ini.. aku pusing sekali aku hanya butuh istirahat”
“ohhh… yaudah deh kamu istrirahat aja tapi tunggu pelajarn bu mela 10 menit lagi selesai ko”
“iya fir .. makasih ya kamu udah perhatiin aku” kataku kepada fira
“iya sama – sama”

BEL ISTIRAHAT
            Biasanya arif dan fitri bertemu dan menunggu di bangku ini bangku yang sudah rapuh dan tua dimakan usia. Namun kali ini arif tidak melihat anak perempuan yang petakilan itu
“dia kemana? Dari pagi aku belum bertemu dengannya?”
“Eh.. itu dia .. mau kemana ya ? ikutin ah”
Dilihatnya fitri yang berjalan menuju kamar mandi arif lebih memilih utnuk menunggu didepan hingga fitri keluar. Tak lama fitri keluar dan arif pun
DOOORRR
“eh kamu rif..” kataku pelan dan menyipitkan mata
kamu kenapa fit?” Tanya arif kepadaku
“aku … aku gapapa” kata ku
“bohong .. kamu gak seperti biasa , kamu sakit?”
“ya sedikit.. arif kita ke bawah pohon mangga yuk” ajakku sambil memijat kepalaku yang pusing
“tapi kan kamu lagi sakit?” Tanya nya khawatir
“iya aku hanya bosan dikelas kali ini kita nggak usah manjat dulu ya heheh” tawa ku pelan
“ya emang gak usah , kamu fit sakit masih aja sempet ngelucu hehe”
“riff aku mau cerita .. aku bingung mau cerita kesiapa rif”
“ya cerita aja fit kita kan temen” jawab arif “temen fit tapi kamu temen special buat ku, kelak dewasa nanti kamu akan aku miliki” hati arif bicara dan menjadi senyum tidak jelas
“kamu harus tau rif.. aku bukanlah orang kaya seperti kamu yang punya banyak uang dan harta yang melimpah aku hanya anak seorang tukang buruh cuci ibuku hanyalah tukang cuci ayah ku buruh serabutan yang tidak memiliki gaji tetap, semalam ibu dan ayah ku terlibat pertengkaran aku sedih rif .. mengapa semua ini terjadi pada ku aku masih merasa kurang dengan apa yang aku miliki dengan kecerdasanku ini dan lain – lain jika kedua orang tua ku saja masih bertengkar akan hal kecil, apa kamu gak malu rif berteman denganku ?” aku tak dapat menahan isak tangis ku dihadapan arif .. aku lelah akan ini dan yang aku bisa lakukan kini hanyalah menangis entahlah aku dikata cengeng oleh arif aku tidak perduli saat ini aku butuh teman untuk berbagi dan memberiku semangat.
Arif yang mendengar cerita fitri merasa iba dan arif pun kembali berfikir betapa beruntungnya ia memiliki seorang ayah berpangkatkan jendral dan ibu dengan title doctor.
“aku malu punya temen kaya kamu?? Malahan aku bersyukur di pertemukan temen seperti kamu fit.. aku gak perduli status kamu status keluarga kamu dari golongan orang kaya ataupun miskin, soal keluarga biarkan mereka orang dewasa yang menyelesaikan.. dan kamu kamu harus focus sama pelajaran disekolah dan cita – cita kamu” Arif memberi support
Dan betapa kagetnya aku ketika arif mengaku tidaklah malu mempunyai teman seperti ku
“sungguh ? kamu nggak malu punya temen seperti aku?” jawabku dengan menyeka air mataku
“iyalah .. kenapa aku malu? Kamu orang yang buat aku terbuka dan bisa beradaptasi di lingkungan sekolah terutama sama kamu” katanya tersenyum kepada ku
“kamu tau nggak rif? Kelak aku dewasa nanti setelah SD , SMP atau bahkan SMA aku ingin sekali masuk ke perguruan tinggi negri aku ingin membawa nama baik kedua orang tua ku.. oh iya kapan – kapan kamu aku kasih unjuk mendali – mendali dan sertifikat ku mengikuti cerdas cermat tingkat SD hehe” kata ku kembali tertawa dan menghapus air mataku
“AMIINN semoga cita – cita kamu terkabul ya , aku sih masih belom tau mau jadi apa aku hehehe … wah boleh banget kapan aku diajak kerumah kamu ?” serunya bersemangat
“hmm besok pulang sekolah gimana? Mau?” kataku tersenyum lebar
Aku sudah tak lagi merasakan sedih , kali ini sedih ku berkurang karena support dari arif, dan aku lega bisa menceritakan semua kepadanya dan dia menerima ku apa adanya sebagai temannya.   


KEDATANGAN ARIF KERUMAH
Kali ini aku sengaja pulang lebih terakhir menunggu teman –teman yang lain pulang terlebih dahulu. Karena aku ingin mengajak arif kerumah untuk melihat mendali dan sertifikat yang kudapat dari cerdas cermat. Ya pihak sekolah selalu mengirim aku dan beberapa teman lainnya untuk di lombakan di cerdas cermat antar SD dari tingkat Daerah , Kota dan pernah juga antar Provinsi. Aku cukup bangga akan diriku yang diberi kelebihan ilmu oleh Tuhan tanpa tuhan aku tidaklah apa – apa dan juga orang tua ku yang cukup bangga kepada ku. Banyak ibu – ibu yang memberi pujian pada ku terutama orang – orang yang dekat dengan rumah ku.
Aku masih menunggu arif yang keluar dari kelas dan tak lama aku melihat rambut yang berwarna hitam pekat agak ikal dan juga manis menuurut ku
“kamu udah dari tadi nunggu aku?” Tanya arif kepadaku
“gak lama kok hehe” kataku nyengir
“oh yaudah ayo..” arif bersemangat dan berlalu pergi
“heeemmm tunggu emang kamu tau rumah aku? haha main jalan aja “ kata ku tertawa ngakak
“eh iya ya.. yaudah kamu duluan silahkan nona cantik” arif menggombal
“ih arif udah bisa ngegombal haha yang awalnya pendiem bagaikan batu sekarang jadi cerewet dan pinter gombal” seru ku sambil berjalan di sampingya
“yah haha arif gitu loh”

SAMPAI
“ini rumah aku.. maaf ya kamu aku bawa ke rumah yang kaya kandang kambing ini” kataku merunduk sedih
“eeh ehh gak apa kok yang terpenting adalah layak untuk ditiduri dan terhindar dari sengatan matahari dan hujan” kata arif  mensupport ku kembali
Aku melihat arif yang sedang berbicara seraya menasehatiku.. arif walaupun ia dari kalangan orang yang berada namun ia tak malu untuk berteman sdengan orang sepertiku. Aku beruntung mengenal arif dia anak yang baik dan juga tidaklah sombong seperti anak lainnya. Kini aku berharap memilih teman yang tepat.

Arif masih memperhatikan tiap sudut rumah fitri dan dilihatnnya seorang perempuan dewasa tak lain adalah ibunya fitri yang sedang menjemur pakaian milik orang lain di halaman belakangnya
Rumah yang didirikan oleh batu bata merah namun dicampur dengan bata hitam dan putih arif berfikir apa rumahnya terbuat dari puing – puing bangunan yang sudah tak terpakai? Makanya banyak sekali batu – bati yang tidak sama rata dan bahkan yang telah hancur pun dipergunakan untuk sebuah penyanggah. Arif hanya bisa bertanya dalam hati karena tak ingin menyakiti hati fitri.
“asalamualaikum bu..”
“waalikumsalaam .. loh itu siapa?” Tanya ibu pada ku
“oh ini bu anak baru di sekolah, belum sempat aku bercerita pada ibu soal anak baru ini hehe maaf ya bu” kata ku saat mencium tangannya yang basah
“ah tidak apa nak..”
“asalamualaikum bu” kata arif
“walaikumsalam” jawab ibu kembali
“namanya siapa?” Tanya ibu
“oh aku arif bu.. hehe aku kesini mau di perlihatkan mendali dan sertifikat oleh fitri” jawab arif jujur
“yaampun tapi rumah nya seperti ini apa nggak kotor buat kamu?” kata ibu merendah
“jangan begitu bu.. aku gak masalah kok dengan keadaan seperti ini aku sudah biasa di kampong hehehe” jawab arif berbohong , arif mana punya kampong dia asli orang Jakarta bahkan rumahnya pun tingkat 3 dan bermobil
“alhamdulilah kalo begitu.. ibu hanya tidak ingin teman – teman fitri menjelekan fitri karena keadaan seperti ini” kata ibu sedih
“sudah lah bu.. arif ini orangnya tidak seperti teman – teman ku yang lain .. dia baik kok bu ehehe yakan rif?” Tanya ku kepada arif sembari meyakini ibu
“yaudah kalo begitu kamu ajak masuk gih”
“iya bu”
“rif kamu tunggu sini ya aku mau mengambil mendali ku hehe, oh iya kamu mau minum apa ? air putih atau the hangat? Hanya minuman yang kami punya disitu maklum kami bukanlah….” kataku belum sempat meneruskan arif menjawab
“ssssssssttt yaudah aku minta air putih aja hehe.. yaudah katanya mau ngambil mendalinya” kata arif menyuruh
“yaudah sebentar ya” aku berlalu pergi dan segera kedapur mengambil air putih
Sementara arif masih melihat mendali – mendali ku dan sertifikatku diapun berdecak kagum padaku
“keren banget kamu fit…”
“ah biasa aja hehe” kataku malu
“aku belum pernah sama sekali mendapat mendali seperti ini” katanya sedih
“ini berkat usaha .. kalo kamu usaha kamu bisa kok , aku akan tetap berusaha saat aku SMP , SMA aku masih ingin tetap usah mengumpulkan mendali rif hehe bahkan piala”kata ku bersemangat
Arif memandang fitri sejenak mungkin  dia tidak percaya akan fitri atau mungkin dia percaya ? diam – diam arif kagum akan fitri walau ia gadis yang kekurangan ekonomi namun semangat nya tak pernah putus dan ketika masalah datang dia tetap tersenyum “gadis yang hebat” seru arif dalam hati.


KEPIKIRAN
“fit kenapa kamu bisa setegar itu ? sekuat itu dan mungki seceria itu? Aku kira kamu manusia yang hidup tanpa beban namun aku salah justru beban kamu lebih berat dari yang aku duga .. aku salut sama kamu fit, baru kali ini aku melihat gadis seperti kamu” arif masih saja kepikiran akan fitri
“aiiishh apa yang aku fikirkan ini sih … apa aku ?? nggak ini belom waktunya kelak dewasa nanti aku akan memngungkapkannya tunggu dan lihat aku fit menjadi orang yang sukses dalam karir dan juga sukses mendapatkan kamu” arif masih saja berbicara sendiri dikamar.. arif bertekat menajdi lebih baik lagi lebih seperti fitri yang pintar dan tegar dan bersyukur di setiap apa yang tuhan beri kepadanya
Seiring berjalannya waktu arif mulai berubah kedua orang tuanya pun heran akan perubahan itu .. arif kini menjadi lebih baik dari sebelumnya ia sudah tak manja lagi nilainya pun perlahan meningkat dan kedua orangtuanya bingung apa yang mmbuat dia berubah kalau bukan karena ada yang ia taksir piker kedua orang tua arif , namun keduanya tak melarang jika memang membawa pengaruh baik untuk arif.
Justru kedua orang tua arif ingin berterimakasih dengan orang yang membuat arif seperti itu ia makin giat belajar karena ia tahu sebentar lagi mendekati UAN SD dan hubungan pertemanan arif dengan fitri masih berjalan dengan baik sampai saat ini.
Sampai benar – benar kelulusan yang akan memisahkan mereka. Ketika UAN selesai dan menegetahui Fitri lah yang mendapatkan nilai NEM paling tinggi kedua adalah arif wow betapa terkejutnya kedua orang tua arif dan kedua orangtuanya pun mulai bertanya kepada arif
“anak papa kok bisa ya dapet peringkat kedua nilai nem nya” ledek papa kepada arif
“papa ya aneh .. arif dapet nilai bagus dicurigain arif juga gak nyangka pah hehe” tawa arif polos
“apa ada yang kamu taksir ya disekolah ? hayoo ngaku” Tanya mama menyelidik
“gak ada mah .. apaan sih mamah kan masih kecil gaboleh suka sukaan katanya” arif mengelak
“aah matanya gak bisa bohong tuhh” kata papa meledek lagi
“iyaaa .. aku ngaku aku Cuma kagum sama 1 cewe disekolah mah namanya fitri .. dia itu gadis yang sederhana dan beda jauh sama kita mah .. dia pinter dia lah orang yang pertama jadi temen aku dan mengubah aku jadi seperti ini hehe, mama papa tau sendiri kan aku pendiem dan apatis tapi sejak ada dia aku jadi bersemangat belajar dan ya gatau mah pah aku juga bingung”
“ohh fitri yang peringkat nem pertama ya?  Masa Cuma temen ya gapapa kalo temen mah .. berarti dia membawa hawa positif buat kamu kan hehe” jawab mama dengan respon yang baik
“ya mah alhamdulilah…”


6 TAHUN HILANG

SMPN 1 PILIHAN ORANG FAVORIT
Semenjak lulus SD aku dan arif tak lagi bertemu .. aku belum sempat mengunjungi rumahnya, sempat aku bertanya oleh bu guru namun alamat rumahnya sudah pindah. Arif pindah ke semarang maklum bapaknya seorang jendral pasti selalu berpindah tugas dan rumah.
Aku melnjutkan study ku di SMPN 1 banyak yang berkata bahwa tak sembarangan anak masuk SMPN 1 itu karena kepintaran mereka tak melihat status social yang terpenting bagi pihak dan kepala sekolah SMPN 1 adalah anak didiknya yang berotak pandai
Aku melewati hari – hari ku seperti biasa menjadi diri sendiri dan disini aku lebih dihargai mungkin karena umur ku yang sudah beranjak remaja dan mereka pun saling mengerti. Tidak seperti aku SD dulu masih saling mengejek dan menghina.

APAKABAR ARIF?
Setelah lulus dari SDN01, kemudian SMPN 1 aku melanjutkan study ke SMA aku memilih SMAN1 entah mengapa aku selalu mendapatkan angka 1 didalam hidupku .. mungkin itu nomer keberuntunganku. Semakin beranjak remaja semakin banyak orang yang memuji dan iri terhadap ku. Namun aku tak perduli apa kata mereka aku ingin focus ketujuan ku yaitu PTN. Teringat akan PTN aku pernah berkata kepada seseorang anak laki – laki yang menurutku baik dan sangat baik itu. Aku ingat dia aku kembali mengingatnya itu adalah ARIF kini usia ku tepat 17 tahun aku tidak tau kabar arif seperti apa. Dia melanjutkan study apa dan yang aku ingat kata – katanya adalah
“ah kalau aku belum tau mau jadi apa hehehe” aku tertawa geli akan hal itu dan aku mengingat kejadian saat rok ku robek dihadapannya.
Rasanya begitu lucu kalau mengingat hal itu aku masih saja berdiri melihat kearah jendela kelasku didalam batinku
“APAKABAR ARIF?”tanyaku tersenyum seperti orang gila
“SEPERTI APA YA KAMU?”
“ah sudahlah… jika memang tuhan mengizinkan aku untuk bertemu dengannya pasti aku akan dipertemukannya kembali” kataku sambil menghela nafas panjang dan kembali menulis catatan di buku ku.
Aku melewatiu hari – hari di SMA jauh lebih berbeda saat aku di SD dan juga SMP bdi SMA banyak orang yang terlibat CintaMonyet namun tidak untukku .. sunggu banyak yang mendekati ku tapi tak satupun yang aku suka bukan karena mereka jelek namun tak ada yang  bisa seperti dia?? .. aku masih berharap ARIF ada untukku sama seperti dulu masa – masa di SD namun aku baru menyadarinya ketika kita sudah tak saling bertemu. Seperti saat ini aku rindu sekali akan sifatnya yang mugkin diam seribu bahasa dan tak bicara saat marah padaku. Rasanay waktu begitu cepat berlalu kini ibuku sudah tak bekerja lagi menjadi tukang cuci karena kondisinya yang semakin melemah dan tubuh yang sudah tak kuat seperti dulu.
Aku bersekolah sembari berjualan pada malam hari aku membantu saudaru berjualan pecel lele dan kali ini aku benar – benar mengerti arti dari hidup. Hidup itu keras dan aku ikut merasakan apa yang orang tua kerakan dan perjuangkan demi anaknya kini aku yang akan membalas jasa- jasa mereka.


SUCCES TRIAL TEST
UAN telah selesai dan aku ? aku mendapat peringkat pertama nem seperti aku di SD , di smp aku tak mendapatkan peringkat pertama nem aku kalah 2 angka di belakang koma dengan teman ku Vikram ya dia semasa SMP siswa yang cukup berprestasi dan tak mudah aku mengalahkannya hehe..
Kali ini di SMA aku merebut itu kembali aku senang bukan main dan aku mencoba mendaftar ke PTN yang aku pih yaitu UNIVERSITAS NEGRI SEMARANG semoga pendaftaran ini tak menjadi sia – sia untuk ku.

I’M HERE
“fit gimana hasil nem UAN kamu kali ini? Haha apa kamu mendapat peringkat satu lagi? Aku pun mendapat peringkat 2 fit sama seperti aku SD dan berharap kamu peringkat 1 nya setelah lulus SMA aku ingin melajutkan study ku di AKPOL SEMARANG fit.. karena ayahku yang menyuruhku untuk melanjutkan bidangnya.” Batin arif bertanya dan pandangan matanya kosong menatap langit yang biru.
“aku ingin banget masuk Perguruan tinggi negri rif” kata – kata fitri yang masih saja membayang difikirannya
“aku yakin kamu bisa … aku selalu berdoa untuk kamu .. maaf aku belum bisa menyatakan cinta yang terpendam didalam diriku tapi aku janji setelah aku lulus dari  akademi aku akan mencarimu lagi semoga kamu belum pindah dari rumah kamu yang dulu fit” tekat arif yang ia tanam sedari SD

ALHAMDULILAH
“ibuu.. paakkk…” kataku teriak gembira
“kenapaa nak?” jawab ibu tertatih – tartatih
“aku .. akuu diterima di PERGURUAN TINGGI NEGRI SEMARANG bu… “ pelukku erat kepada ibu
“alhamdulilah nak… ibu ikut senang tapi bagaimana dengan biayanya nak?”
“ada apa bu?” kata ayah yang baru pulang dari kerja
“yaaahh…..” aku memeluk erat kedaunya aku peluk erat ayah dan ibuku , aku tak bisa lagi menahan air matah kebahagiaanku ini
“yah .. aku diterima di Perguruan Tinggi Negri Semarang, ayah dan ibu tak perlu menghawatirkan biayanya karena aku mendapatkan full beasiswa dari sana dan aku berkuliah tbebas tanpa biaya sepersen pun”
“YA Tuhan terimakasih…., naak.. kamu membuat ayah dan ibu mu bangga terimakasih nak maafkan kami yang belum bisa membuatmu bahagia” 
suara ayah terdengar gemetar ayah menangis perasaannya kali ini campur – campur senang karena anaknya yang membahagiakan mereka dan sedih karena ia terlahir tak seperti keluarga yang lain yang apa pun harus punya. Tapi fitri tidak karena fitri tau kondisi kedua orang tuanya.
“sudahlah yah.. ayah dan ibu tak perlu memberiku apa – apa aku tak ingin apa apa dari kalian , kalian sudah membesarkanku penuh dengan cinta pun aku sangat bahagia dan kalian harus tau bahwa aku sangat bersyukur mempunyai keluarga seperti kalian , TERIMAKASIH AYAH IBU” kata ku merangkul erat keduanya isak tangis kami bertiga pun pecah seketika.

RESMI MAHASISWI
Kini aku telah resmi menjadi mahasiswi disalah satu Universitas Negri di semarang ya namanya adalah UNIVERSITAS NEGRI SEMARANG aku tak menyangka dapat berkuliah dan menjdadi mahasiswi di universitas ini. Seketika aku ingat akan arif bagamana dia? Itu yang aku pertanyakan dan diamana dia? , aku mulai menjalani hidupku di semarang karena tak mungkin aku pulang pergi semarang – Jakarta aku memilih untuk ngekost yang tak jauh dari kampus tercintaku aku mengabil jurusan Pendidikan dan berjenjangkan Sarjana agak lama memang selama 4 tahun namun tak masalah untukku demi mengejar gelar SARJANA PENDIDIKAN/S.pd
Kini keluargaku semakin dipandang lebih tak lagi dipandang rendah oleh orang – orang sekitar , sedikit demi sedikit aku bisa mengangkat derajat kedua orang tuaku. Aku semakin dipandang hebat dan keren banyak sekali pujian yang terlontar di mulut orang – orang kepada ku. Jika itu baik aku berucapkan terimakasih jika itu buruk aku juga berucapkan terimakasih.

KEGIATAN MAHASISWA
Aku aktif di kegiatan kemahasiswaan seperti Pencita Alam , Paduan Suara dan mungkin kegiatan ketentaraan memang sedikit aneh namun itu mngasyikan aku lebih suka hal – hal tantangan. Minggu depan aku dan kelompok pencita alam akan mendaki gunung merbabu di jawa  tengah yaitu Jogjakarta. Segala persiapan sudah aku lakukan mulai dari sekarang aku sangat menikmati masa – masa ku menjadi anak kuliah disini.

PERASAAN GELISAH
Arif tak bisa terus seperti ini ia harus menemukan fitri dan mengungkapakan yang sebenarnya, mengungkapakan isi hatinya dan meminta maaf karena saat pindah arif tak memberitahunya. Mungkin saja fitri mencarnya, saat tiba libur di AKPOLSEMARANG arif segera kejakarta dan mendatangi rumah fitiri beruntung rumahnya masih disana ketika sesampainya disana
“alhamdulilah rumahnya masih disini…” jawab arif dalam hati
Arif mulai melangkah demi langkah sampai tepat pada pintu depan rumah dan
TOK TOK TOK
“asalamualaiku ibu….”
“walaikum salaam.. sebentar ….” Kata wanita tua didalam yang berjalan menggunakan tongkat , ya itu adalah ibunya fitri mengapa bisa begini? Ada apa dengan ibunda fitri , arif yang melihat langsung saja mencium tangan wanita tua itu
“ibu…..” ibu terheran melihat kedatangan polisi kerumahnya
“ada apa ya pak , bapak siapa mengapa ada polisi dirumah kami??”
“ibu tidak mengenaliku? Aku arif bu teman fitri waktu SD” kata arif masih memegangi tangan wanita itu
“astagfirullah .. kamu Arif???” kata ibu terkaget
“iyaa bu aku arif hehe , ibu kok bisa seperti ini kaki ibu kenapa?” Tanya arif yang berpakaian ala polisi , arif memang sengaja memakai pakaian agar membuat kejutan untuk fitri dan sang ibu
“maafkan ibu nak arif.. , ayo masuk nak .. ibu pangling sekali akan kamu.. yang sudah sukses menjadi polisi .. ibu fikir ibu ingin dibawa ke penjara hehe” canda ibu
“ibu bisa aja.. hehe aku belum jadi apa – apa kok bu, ini semua berkat…..” arif berhenti berbicara dan memilih tak melanjutkan cerita
“berkat apa? Berkat usaha kamu kan dan orang tua mu yang jelas”
“iya maksudnya itu bu hehe” arif tertawa lega
“oh iya bu .. fitri mana?” Tanya arif yang kemudian duduk dibangku kayu
“kamu belum tau ? fitri sekarang kost di semarang … dia kan masuk universitas negri semarang nak arif.. uhuk uhuk..” jawab ibu seraya batuk akibat pernafasan yang tidak lancar
DEG SEMARANG ?
“ibuu.. ibuu gapapa?, ibu ada obat gak kedokter yuk saya antar” kata arif menawarkan
“ibu tidak apa – apa nak , kemarin ibu sudah kedokter bersama suami ibu”
“oh yasudah kalo begitu bu.. jadi si fitri di Unnes bu?, saya juga di semarang bu Cuma pendidikan kepolisian disaana”
“wah coba aja nak arif sekali – kali kamu iseng kesana” kata ibu menyuruh
Arif masih diam tak menjawab pertanyaan ibu “perasaanku benar terhadapmu fit .. aku yakin kamu bisa… Aku bangga sama kamu”
“naakkk… nak arifff…” suara sang ibu membuyarkan lamunan arif
“oh iya bu .. aku akan Cuma kesana nanti kalau aku ada waktu ya bu hehe, kalau begitu saya pamit pulang ya bu.. salam untuk bapak, Asalammualaikum” pamitnya dan mencium tangan
“waalaikum salam”

PENANTIANKU TERJAWAB DI SEMARANG
Arif sudah kembali lagi ke semarang bukan hanya untuk pendidikan namun arif ingin sekali menjumpai fitri.. ia mencoba mengunjungi Universitas negri semarang tak jauh dari pendidikannya kini.
“tau kalo fitri di semarang juga udah dari dulu kali aku susul uhhhh” jawab arif kesal
“ini ya universitasnya? Besar juga ya? Tak salah pilih deh si fitri memang jodoh ya kita fit padahal aku dulu belum kepikiran untuk menjadi apa dimasa depan nanti dan aku juga gak tau kamu ternyata masuk universitas ini.”
Arif mulai memasuki halaman universitas semarang , halaman yang cukup luas untunk seorang diri di sudut kanan ia melihat ada anggota kemahasiswaan yang sedang berlatih yaitu anggota pencita alam..
Entah mengapa kaki arif menuju ke kegiatan mahasiswa itu dan seketika arif terpanah melihat sosok seseorang cewe yang ahli sekali dalam manjat memanjat …
“itu seperti ??” arif mulai menyipitkan mata
Arif berjalan lebih dekat melihat keadaan nya dan mulai bertanya kepada seorang ketua pencinta alam
“mass ini pada latihan mau mendaki memangnya? Mau mendaki kegunung apa?”
“ah iya mas 2 hari lagi kami akan pergi kepuncak merbabu di Jogjakarta keren kan mas hehe” jawab ketua yang berwajah hitam manis turunan Jogjakarta “pantas saja dia bersemangat wong kampungnya” jawab arif dalam hati  
Tak lama ada seorang wanita menghampiri ketua yang sedang berbicara kepada arif …
“kak… tadi kaka gak liat aku manjat?” Tanya seorang wanita itu dan berwajah murung
“eh maaf fit habis mas ini bertanya mau kegunung apa kita”
“FITT???” arif melongo betapa cantiknya ia .. apa benar itu FITRI ? dia tak lebih kelihatan feminism saat ini dengan menggunakan jilbab namun tetap saja suka memanjat – manjat dan aku yakin kali ini ia benar FITRI tak salah lagi
“ah yaudah lah ka aku mau kesana dulu ya” fitri pergi tanpa memperdulikan sosok arif didepannya , fitri tidak tahu bahwa itu adalah arif
“mas.. cewe tadi itu namanya siapa ?” tanyaku pada mas jawa itu
“oh dia fitri .. kenapa kamu suka? Hahaha dia itu pinter banget dia kuliah disini mendapatkan beasiswa full”
“FULLL??”
“iya haha , yaudah ya mas saya mau kesana dulu” kata ketua berlalu pergi
“fit kamu benar – benar mebuatku jatuh hati semakin jatuh hati dari awal aku kenal kamu di SD dan kamu gak berubah”
Arif masih menunggu hingga kegiatan pencinta alam berahir dan arif mempunyai waktu untuk bersama fitri

PUKUL 17:00
Anggota serta ketua pencita akama pun bubar dan kegiatan telah berakhir kini saatnya mereka untuk pulang juga dengan fitri
            “Kenapa aku jadi keingat arif lagi ya? Matanya orang tadi mirip sekali dengan arif ah tapi kan tidaklah mungkin arif kesini”… batinku bertanya dan aku masih berjalan melwati halaman kampus megah ini ketika aku keluar gerbang kampusku ada seseorng memanggil namaku
“FITRIII…” aku berdiam diri ditengah jalan kutolehkan kepalaku mengarah ke sumber suara , kulihat ada seseorang berlari dan mengejarku dari kejauhan sosok itu semakin dekat hingga ku tahu dia adalah orang yang tadi kulihat dihalaman bersama ketua. Kenapa dia tau nama ku ? siapa dia?
“iyaaa siapa ya?” tanyaku pada sosok itu
“haha kamu tidak mengenaliku ? kau lupa saat rok mu robek akibat memanjat pohon denganku ?” jawab laki – laki itu tertawa ngakak
“hei hei hei tunggu aku tau … ARIFFF !!!!” tanyaku kaget sekaligus senang
“iyaaaaa … hahaha fitri aku kangen banget sama kamu maaf ya gapernah kasih kabar setelah kelulusan SD”
“ahahah iya gapapa kok rif.. tapi aku sebeenrnyaa…” aku tak jadi melanjutkan kata – kataku aku malu harus bagaimana mengungkapkannya bahwa aku juga kangen banget sama kamu rif
“kamu gak kangen sama aku fit?” Tanya nya kepada ku
“waaa?? A aaku .. aku kangen banget malah sama kamu rif” kata – kata it u keluar dari mulut ku secara tidak sadar
“sungguh??”
“iya hehe”
“jalan – jalan yuk belum mala mini hehe”
“ya ya boleh hehe, kamu tau gak ? aku masih gak percaya kamu disini.. kamu tau dari mana aku berkuliah di sini?”
“aku tau dari ibu kamu hehe.. aku kerumah kamu dan kamu gak ada kata ibu kamu , kamu kuliah disini dengan beasiswa ya? Full lagi… Keren banget !!”
“kamu kerumah aku? terus keadaan ibuku gimana? Ah iya alhamdulilah heheh”
“ya gitu ibu kamu batuk aku pengen bawa kedokter dia udah berobat sama ayah kamu”
“kamu baiknya gak ilang –ilang ya hehe , terus kamu sekarang sibuk apa? Study dimana ?”
“aku masuk AKPOL SEMARANG “
“Sungguh???”
iya sungguh haha”
“wah satu daerah kita hehe sudah lama tidak dipertemukan akhirnya kita ketemu lagi rif..” jawabku riang
“iya fit .. karena aku ingin menemukan cintaku yang telah lama kupendam”
“maksud kamu?” aku menatap arif arif pun menatap ku dalam, jantungku berdegup amat kencang padangan arif kepadaku semakin dalam dan aku melihat secerik sinar dari bola matanya
“kamu mau aku jelasin?”
“---------“ aku diam aku ragu untuk bilang ya atau tidak aku tak ingen menjadi wanita yang kePDan
“kenapa diem?” Tanya arif lagi
“ya coba jelaskan hehehe” jawabku nyengir seperti nyegiran kuda
“ishhh nyengirnya biasa aja dong silau tau hehehe” jawab arif meledek
“ARIIIIIIIFFF !!!” kupukul bahunya yang kekar dan dia merintih kesakitan ketika aku memukul yang ketiga kali arif memegang tanganku dan aku terdiam cukup lama akan hal itu .. kulirik tangannya yang memegang tanganku erat
“fit.. aku  mau serius..” kata arif padaku
“maksud kamu…” aku semakin tak menegerti ditambah lagi jantungku berdrgup amat kencang
Kali ini arif mengarahkan tangan ku bersama tangannya ke dadanya yang bidang
“rasakan fit… coba rasakan apa yang aku rasa kekamu.. , aku mau serius menjalani hubungan sama kamu .. kamu mau kan jadi pacarku? Mungkin kau fikir aku terlalu terburu – buru tapi tidak untukku fit aku memendam perasaanku sudah lama sejak kita masih SD"
“A.. a.. a.a.apa yang kamu bicarakan ? kamu ingin aku menjadi pacarmu…?” aku segera melepaskan tanganku dari genggaman tangannya
“iya ada apa fit? Kamu gamau jadi pacarku ?”
“kamu bergurau ya? Hehee mana mungkin kamu orang berada seperti kamu suka dengan gadis seperti aku ? gadis miskin yang tak punya apa – apa” kata ku mengalihkan pandangan
“kamu punya !! kamu punya daya tarik tersediri buat ku fit ..apa salah ketika orang kaya jatuh cinta dengan gadis miskin? Gak ada yang salah fit karna CINTA tak memandang status kamu dari keluarga apa kamu dan seperti apa kamu” arif mengulang kata masa SD nya ketika fitri bertanya malukah arif berteman dengannya.
Seketika fitri teringat kata – kata itu dan kata itulah yang membuat fitri percaya pada arif hingga saat ini
“fitri.. liat aku ! aku syang samakamu apa adanya kamu yang buat aku semangat dalam setiap langkah hidup ini”
“rif… sepertinya aku gak bisa ….”
Arif lemas dia sudah pasrah ketika cintanya ditolak oleh gadis yang ia cintai…
“AKU TAK BISA MENOLAK CINTA KAMU RIF”
Seketika arif memeluk erat fitri entah dia tak perduli kalau mereka sedang berada di warung tempat mereka makan
“waduh waduh.. rif rif.. aku gabisa nafas aduhh” kataku teriak
“ehh maaf ya fit heheh.. aku seneng banget … makasih ya fit” peluk ariif pelan kepadaku
“I love you fit” kata arif membisikan kata itu ditelingaku
“love you too” kataku terharu dan meneteskan air mata
“Karena hanya aku yang mengerti kamu dan hanya kamu yang membuat aku menjadi seperti ini, ya selalu memikirkanmu walau jarak pernah memisahkan kita namun kali ini tak akan kubiarkan jarak itu merenggut kita berdua... aku sayang kamu fit....” dalam pelukan arif memejamkan matanya dan memeluk hangat fitri dengan kasih sayang...

-          TAMAT      -




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan