Sabtu, 14 Juni 2014

Ke “PD” an LO !! (4)



CHAPTER  02 – 17 AGUSTUS 2011
Deg-degan, tegang, perasaan itulah yang menyelimuti gue saat ini dihadapan guru temen-temen sekelas bahkan kaka kelas serta satu sekolahan baik Smp serta Sma menyaksikannya pada pagi hari ini. Berkumpul dan berbaris menyaksikan dan melaksanakan upacara kemerdekaan indonesia. Kami PASUKAN PENGIBAR BENDERA siap menjalani tugas kami, gue diposisi pasukan 17 saff 1 banjar 3 dan temen gue umayah di pasukan 8 sempat gue iri karena dia dipasukan inti dan sedangkan gue dipasukan pengiring. Seharusnya di pasukan 8 itu dipilih yang berbadan tinggi tapi kenyataan enggak karena berhubung baki nya berbadan pendek sama pelatih gue di sama ratain tingginya.
            Yaudahlah  gak masalah  juga buat gue, yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya gue bisa gak gerogi dan menghilangkan nerfous gue. Kata-kata “semangat” banyak dilontarkan dari mulut alumni yang hadir pada pagi hari ini hanya untuk menyaksikan adik-adiknya dan berhasil mengibarkan sang merah putih. Dengan formasi yang telah dibuat dan dilatih setiap harinya. Insyaallah gue inget dan gak akan salah.
“Kalaupun salah jangan pernah ada yang geleng-geleng kepala itu tuh bakal ketawan kalo kalian salah” kata bang mughi selaku pelatih paskibra gue.
Puasa tidak menjadikan kami lelah tidak menjadikan kami kalah melaikan menjadikan kami kuat tegap tegar dan pastinya pantang menyerah dengan keadaan. Jika kami semua gagal pada hari ini matilah juga jiwa kami untuk menjadi penerus bangsa berikutnya. Rasa malu itulah yang akan kami dapat jika kami semua gagal dalam mengibarkan bendera merah putih pada hari ini. Semua berharap kepada 3 pengibar dan Adi salah satu pengibar itu, Gagah, Tegap, dan Keren itu lah yang gue liat di tubuh Adi pada saat ini.
Suara mc pun sudah terdengar waktunya untuk kami semua bersiap. Lagkah demi langkah kami berjalan hentakan kaki membuat suatu drap yang mencengangkan jika didengar, ayunan tangan yang serentak membuat pasukan kami tampak Gagah dan Kompak, dengan berbajukan putih dan peci hitam dihiasi lambangkan burung garuda emas. Tamapak membuat kagum orang – orang yang melihatnya. Dan gue bangga tentunya.
“woooooooooooo” rasa bangga yang terlontar dari bang erik tak dapat dipendam lagi bang erik adalah salah satu senior tertua di paskibra dan dia hadir untuk menyaksikan pengibaran yang dilaksanakan adik-adiknya hari ini dan ternyata Suksesss !!
“selamat ya adik – adik” ucap beberapa senior yang hadir
“terimakasih mba, makasih bang”
“iya sama-sama... maju terus paskibra MGL”
“iya amiinn bang heheh”
Setelah sukses mengibarkan kami semua tak lupa berfoto bersama bapak/ibu guru dan bapak sekolah Lumayan kan buat kenagan-kenangan hehe, dan hari ini kami semua menjadi artis banyak yang minta foto bahkan kami jadi bahan tontonan anak-anak satu sekolahan hari yang gak akan pernah gue lupain dan dimana hari ini gak akan pernah terulang kembali. Dan setelah kami semua melaksanan tugas yang kurang dari setengah jam, kami semua pergi keistana negara dan menyaksikan pengibaran disana.
Sebelum kesana gue dan yang lainya mengganti baju PDU dengan baju batik dan berok putih. Anak-anak yang sudah selesai keluar meninggalkan kelas dan tersisa gue dan 2 senior didalam serta temen gue veni. Sebenernya gue udah selesai ganti baju tapi gue memilih duduk lantaran gue haus dan gue melihat ada satu box aqua gelas, gue berjalan menghampiri box itu dan gue mengambilnya satu tanpa tusukan aqua. Basah baju gue karena air dan segeralah gue minum. Ketika gue minum veni yang melihat itu lalu berkata
            “Nadah lu kaga puasa??”
            “uhukkk” gue keselek dan gue lupa kalo ini masih hari puasa gue bener-bener lupa
            “astagfirullah... gue lupaaaaaa”
            “hahaha kocak lu .. aus ye? Yaudah kalo lupaa gapapa” kata salah satu senior
            “ummm iyaa aus, tapi udah keminum mana seger banget lagi.. lu sih pake ngingetin” kata gue menyalahkan vika
            “dihh diingetin bukannya makasih lu” ketus vika
            “sabar ven sabar haha .. yaudah gapapa si kalo lupaa...”
            “duhh begonyaa gue”
            “haha emang”
Gue keluar kelas dengan raa penyesalan apa yang udah gue lakuin tadi. Dan alhasil si veni comel dengan teman-teman yang lain
“ eh si endah kocak dah masa tadi dia minum”
“apaaan si lu ven.. gue kan lupa!!”
“seriusan ndah??” kata umay
“iyaa tapi tadi gue lupa?”
“wahahaha endah-endah” seketika bang mughi ngakak mendengarnya.
Hampir semua mentertawakan sikap gue tadi dan gue malu besar.. ketika gue menoleh dan berhadapan dengan Adi saat itu dan betapa manis senyumnya..
            “Adi...” kata gue panik
            “lu batal ndah??”
            “enggak di, Cuma lupaa.. masa kaya begitu batal??”dengan raut muka gue yang musam
            “haha astagfirullah” gelengan kepala adi seakan kecewa sama sikap gue.
            “gak batal kan di !!”
            “iya enggak haha” begitu kata Adi dan melangkah pergi
Tidak sampai situ bahkan kedekataan gue sama Adi menjadi gosip yang tidak mengenakan menurut gue, dan si ismar dan putra yang hendak ngebbuly gue.
            “ciee endah batal haha” kata putra
            “apaan si lu ndutt gue gak batal tau gak sih lu !!” kata gue geram
            “iyaa orang dinasehatiin sama Adi haha” kata ismar
            “what??”
            “enggak haha KABURRR !!” ismar berlari pergi belum sempat gue kejar dia udah pergi duluan jadi males gue ngejarnya.
            Anggota paskibra kami berangkat siang yang berarti kami semua akan menyaksikan penurunan bendera mereah putih diisatana negara dan kami juga berencana berbuka puasa di masjid Istiq’lal.
Kecewa itu yang gue rasakan karena ternyata tidak sembarang orang bisa masuk dan menyaksikannya didalam dan kami semua hanya menyaksikannya diluar karena kami semua tidak mempunyai undangan untuk masuk kedalam. Walaupun kami menyaksikannya dari luar kami semua tetap seneng karena susah bersama dan bahagia bersama dan pada saat seperti inilah kami sedang susah. Menyaksikan pengibaran saja tidak boleh masuk kedalam. Bukan hanya kami yang diluar, masyarakat kota jakarta juga menyaksikannya dari luar. Gue melihat beberapa wartawan dan presenter yang cantik dari beberapa setasiun televisi swasta, presenter yang sedang berbicara itu memberitahukan kepada masyarakat dirumah dan seluruh indonesia bahwa upacara penurunan bendera di istana negara akan dilaksanan.
Yang gue denger hanyalah suara
“LANGKAH TEGAP MAJUUUUU JALAAAN !!” suara danton yang menggelegar samapai terdengar dari luar istana.
Kemudian para PASKIBRANAS melaksanakan tugasnya hingga berakhir dan sukses.
Setelah acara penurunan sukses ditutuplah acara oleh Fungki Papua jebolan dari Indonesia Mencari Bakat. Dan disini gue bisa sedikit melihat pergerakan dance dari fungki papua. Dan hati gue berbicara
“seandainya gue bisa ngeliat didalam gue udah minta foto tuh sama fungki papua”
                Matahari mulai terbenam waktu mulai menujukan pukul 5:00 dan kami semua harus segera mencari tempat untuk berbuka puasa, setelah kami menyaksikan pengibaran walaupun hanya di luar namun gue cukup senang hari ini dan kami semua berkeliling monas. Kemudian kita menuju Masjid Istiq’lal, saat kaki gue melangkah betapa terkagumnya gue akan arsitektur bangunan didalamnya dan betapa luasanya masjid itu baru pertama kalinya dalam hidup gue menginjak kan kaki di masjid Istiq’lal ini.
            “subahanaallah keren banget nih masjid...” kata gue terkagum
            “iyaaa.. gila gede banget , belom pernah nih aku kesini” saut ika menanggapi
            “yah sama neng haha.. yaudah coba kita kesana yuk ke dalam”
            “ayoo deh..”
            “demi apapun ini bagus banget besar banget didalamnya..” kata gue masih norak
            “iyaa padahal dari luar kecil ya keliatannya” kata ika
            “iya gua kira kecil kali ..” kata umayah
            “subahanaallah” saut kita bertiga berbarengan saat menginjaki dimana para jaamaah bisa beribadah dan meminta ampunan kepada Allah SWT.
Banyak masyarakat yang duduk didalamnya walaupun tidak solat melainkan hanya sekedar untuk berteduh dan tempat beristirahat dan menunggu bedug magrib datang. Ya, kami bertiga dan para orang-orang muslim yang lain menunggu bedug magrib dan berbuka puasa bersama, mulai dari anak-anak kecil remaja, dewasa bahkan yang tua ikut menunggu demi bisa berbuka puasa bersama di Masjid megah ini.
Gue gak tau mungkin masih banyak masjid – masjid yang megah di luar daerah sana tapi untuk kali ini gue terpesona dengan Masjid yang terletak di jakarta ini yaitu Istiq’lal. Ingin rasanya berkunjung lebih banyak lagi ke Masjid Megah yang ada diseluruh indonesia ini.  
Hawa dingin dan tenang menyelimuti fikiran gue saat ini apa mungkin karena suasana masjid disini? Mungkin? .. dan kami bertiga memutuskan untuk merebahkan kaki kami dengan melihat-lihat arsitektur bangunan serta kemegahan masjid. Tak sadar mata gue pun terlelap tidur.
“Ya Allah .. sungguh kuasa mu lah yang dapat seperti ini.. sungguh indah rumah mu   dan semoga yang membangun rumah mu diberikan pahala yang melimpah dan orang-orang yang berkunjung serta berdoa disini termasuk AKU. AMIN”
Doa gue entah gue mimpi entah gue menghayal tapi gue benar-benar kagum. Baru beberapa menit mata gue terpejam dan gue dikagetin sama suara cemprengnya umay yang menyuruh kita kembali keluar dan berkumpul bersama anak-anak yang lain.
            “woii bangun, balik yukk !!!” kata umay dengan meggoyah-goyahkan bahuku
            “umm.... iyaaaa” dengan malas gue beranjak bangun dan pergi keluar
            “adem disini tau may..” kata ika malas
            “iya gua tau.. tapi kan kita harus kebawah buat buka puasa” kata umay semangat
Gue berjalan perlahan gue masih tetap memperhatikan setiap ukiran setiap bentuk dari masjid ini. “Sungguh luar biasa.. dari luar nampak kecil gak taunya didalamnya? Subhanaallah” kata gue dalam hati dan gue berlalu pergi bersama ke2 teman gue.
Sekarang gue berkumpul di mana anak-anak paskibra kumpul dan gak mau basa-basi pelatih gue , senior gue seakan gak mau ketinggalan buka bersama di masjid istiq’lal ini dan kita semua masuk. Jalan masih lurus ketika gue melihat ada sebuah lorong ke arah kanan dan ke arah kiri kami berpisah dengan kaum laki-laki otomatis gue terpisah sama pelatih gue, adi, ismar, dan putra, serta mikel.
Didalam masjid gue melihat begitu banyak masyarakat yang datang hanya sekedar berbuka puasa bersama dan menu buka puasa disini tidak dipungut biaya sepersenpun alias GRATIS.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunitas Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan